Sabtu, 24 Maret 2018

ORANG BAIK LEBIH DISAYANG ALLAH

Pak Santo (alm) baju putih lengan hitam merah
dok.pri

Saya mengenalnya mungkin belasan tahun yang silam. Orangnya sabar, ramah dan terkesan tidak grusa-grusu dalam bekerja.

Saya bekerja sama di MGMP Kimia (SMK) Kab. Karanganyar sudah lama. Saya hafal betul beliau.

Ada yang membuat saya mewek ketika November 2016. Beliau datang ke kantor saya sembari bilang, "bu ima, njenengan kok belum konfirmasi dan belum masuk grup TMM Kimia?"
"Memangnya ada apa pak Santo? Saya tidak tahu sama sekali tentang yang njenengan maksud."
"Kita, dapat undangan diklat di Semarang untuk memperbaiki nilai UKK."

Akhirnya Pak Santo menghubungi Grup TMM dan meminta pada adminnya untuk memasukkan saya di grup. Dengan mengirimkan alamat email, saya mendapatkan undangan dari Malang.
"Bu Ima mau berangkat sendiri atau bareng kami?"
"Bareng saja pak. Biayanya manut." Saya berbinar.

Baru saya tahu, ternyata surat undangan dari Malang sudah ada di tangan vijay beberapa hari. Saya tahu dari Pak Kapoor. Bagi saya, sungguh terlalu, Vijay memberi tahu saat waktunya mendesak. Bisa jadi, kalau saya tidak menunjukkan email, Vijay tidak menyodorkan surat dari Malang.
Rasanya saya mau bilang #Kamfreett

Alhamdulillah, dua kali perjalanan ke semarang, saya bisa menumpang Pak Santo. Waktu pulang dari Semarang berbarengan rombongan pengendara MOGE, Pak Santo bilang,"Mas, mas. Ini jalan milik bersama. Aku juga butuh lewat jalan ini. Jalan ini bukan milik mbahe." (kurang lebih begitu)

Waktu ke Semarang yang kedua, perjalanan kami lebih cepat sebab tidak tersesat. Pak Santo bilang,"Maksudku yang kemarin lewat kiri. Kok lewat kanan. Ndilalah kok ya sampai pelabuhan." Kami tertawa bersama. 

Kemarin sore di grup MGMP Kimia ada berita lelayu. Pak Santo meninggal dunia setelah pingsan. Beliau mengikuti pertandingan persahabatan bulutangkis.

Belum ada sebulan yang lalu kami baru saja menyiapkan naskah soal USBN. Kami berkumpul di laboratorium kimia. Kami membuat soal sambil reuni. Seperti biasa, kalau lama tidak ada pertemuan MGMP, biasanya setelah selesai acara, kami ngobrol bareng.

sepertinya semua biasa saja. tidak ada sesuatu yang aneh. Malah ada guru yang mengirim foto kegiatan, lalu saya kirimkan ke Jurnalisme Warga. Jelas, di situ foto yang kelihatan jelas Pak Santo karena duduknya di depan.  

Beberapa hari yang lalu, saya juga kami di grup WA mengirim pesan dan saling komen. Ada satu kegiatan yang belum sempat terwujud, yaitu mengadakan studi banding atau kunjungan ke industri. Rupanya pertemuan MGMP tersebut adalah pertemuan terakhir saya dengan Pak Santo. 

Semua terjadi begitu cepat. Orang baik, lebih disayang Allah. Bagaimanapun kita sebagai sahabat, akan tetapi teman sejati tetaplah hanyalah AMAL.

Semoga amal perbuatan beliau diterima dan diampuni fosa-dosanya. Selamat jalan sahabatku, semoga Allah menempatkan di tempat yang terbaik.