Selasa, 29 Mei 2018

SAYUR ASEM-ASEM DAGING SAPI MENU UTAMA LEBARAN TAHUN INI



Ketika masih kecil, tidak setiap lebaran selalu tersedia opor ayam, sambal goreng krecek, ketupat, lontong dan nasi. Saya masih ingat, pernah suatu ketika Ibu memasak soto daging sapi, brongkos dan lain lain. Akan tetapi akhir-akhir ini lebaran di rumah Ibu identik dengan opor ayam, sambal goreng krecek, ketupat, lontong dan nasi.
Berbeda lagi setelah menikah dan mengikuti suami di Kabupaten Karanganyar. Dua tahun satu atap dengan mertua, tiap lebaran menunya sop ayam kampung. Ternyata bukan hanya di rumah mertua, sebagian warga Karanganyar menyediakan menu sop ayam kampung pada saat lebaran.
Bila di Yogyakarta menunya bersantan, di Karanganyar menunya dengan kuah segar-segar. Alhamdulillah, saya tidak pernah menolak atau mencela hidangan yang disuguhkan oleh tuan rumah. Meskipun saya kurang suka dengan masakan yang disuguhkan, saya tetap mengambil makanan dan menyantapnya dalam porsi kecil.
Kalau di rumah Ibu, biasanya saya hanya bagian membantu mengupas telur untuk isi opor, hehe. Chef-nya tetap Ibu. Akan tetapi 2 tahun terakhir, rasa masakan Ibu sudah tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Ibu sudah berkurang daya ingatnya, memasak pun rasanya sudah tidak semantap zaman dulu.
Bagi saya tidak masalah. Sebenarnya sekarang waktunya Ibu istirahat. tidak repot membuat masakan untuk lebaran.  Waktunya Ibu duduk manis tinggal menikmati masakan anak-anaknya. Tapi apa daya, tiap mau lebaran, Ibu pasti minta diantar ke pasar untuk berbelanja keperluan lebaran. Dan sayangnya Bapak juga mau mengantarkannya. Nanti kalau sudah sampai rumah, giliran anak-anak menyalahkan Ibu dan Bapak.
Ternyata Ibu tidak pernah lupa dengan kebiasaan menyediakan makanan saat lebaran. Namanya juga orang tua, saya hanya maklum beribu-ribu maklum.
00000
Kali ini, kakak saya ingin lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kakak saya ingin menghindari masakan bersantan. Dipilihnya memasak sayur asem-asem daging sapi. Saya langsung memberikan jempol dan berkomentar: COCOK!
Kakak saya memang jago memasak sayur asem-asem daging sapi. Saya pesan tidak pedas agar anak-anak saya juga bisa menikmati masakan Budenya. Setelah berdiskusi panjang lebar, diputuskan lebaran tahun ini menunya adalah sayur asem-asem daging sapi.  
Bagi yang tetap menginginkan opor ayam, diharap untuk memasak sendiri di rumahnya lalu dibawa ke rumah Ibu. Haha, sungguh terlalu dan tidak bersahabat! Satu lagi, bagi yang ingin sop ayam, maka membawa sendiri ayam dari rumah nanti dimasak bersama-sama. (Ini menyindir saya, haha).
Apapun hidangan/makan besar saat lebaran, berkumpul bersama saudara-saudara tetap saja membuat bahagia. Ternyata, bahagia itu sederhana dan tidak mahal.
00000