Selasa, 19 Juni 2018

BEBERAPA USAHA UNTUK MENGURANGI POPULASI AYAM

BEBERAPA USAHA UNTUK MENGURANGI POPULASI AYAM

Saya mau bercerita tentang salah satu hewan piaraan Thole (bukan hanya satu ekor, tapi banyak ekor), yaitu ayam kampung. Kebetulan ayam kampung si Thole jumlahnya lumayan banyak.
Sebenarnya, saya menginginkan memiliki sepasang ayam kampung hanya untuk TPS (Tempat Pembuangan Sampah makanan, alias memanfaatkan sisa makanan untuk pakan ayam). Kenyataannya, ayam tersebut beranak pinak. Sayangnya, si Thole tidak bisa merawatnya.
Jadi, ketika beberapa betina bersamaan mengeram,  mereka berebut tempat. Tibalah saatnya bila menetas bersamaan, anak ayam yang jumlahnya banyak tidak bisa hidup bertahan lama. Mengapa? Karena anak-anak ayam tersebut ada yang jatuh masuk selokan, hanyut, dipatuk ayam dewasa lainnya.
Selain kewalahan merawat, saya juga kewalahan menyediakan pakan. Awalnya, memelihara ayam itu untuk TPS makanan tapi akhirnya malah saya harus membeli pakan. Ini namanya tidak efektif dan bernilai ekonomis.
Agar saya tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli pakan, maka populasi ayam harus dikurangi. Salah satu cara untuk mengurangi populasi ayam adalah menyembelih. Sebelum menyembelih ayam, biasanya ada adegan mengharu biru. Thole tidak rela kalau ayamnya disembelih. Tugas saya adalah membujuk.
Dulu, saya sering menyembelih ayam sendiri tapi kini tidak perlu. Saya hanya membutuhkan jasa penyembelihan ayam atau jasa pengolahan ayam hidup menjadi ingkung. Jasa penyembelihan atau pembuatan ingkung, tidak mahal. Kalau sudah matang, Thole juga mau makan.
Lebaran tahun ini, keluarga saya yang ada di Yogyakarta tidak menyediakan makanan khas lebaran, yaitu opor ayam dan sambal kerecek. Kakak saya ingin membuat masakan yang segar, yaitu asem-asem dan sop ayam. Saya membawa 2 ekor ayam, jantan dan betina yang sudah disembelih. Dua ekor ayam yang sudah disembelih, dalam keadaan mentah saya bawa ke rumah Ibu.
Lumayan, populasi ayam berkurang. Kebetulan ayam betina yang saya ambil, sedang mengeram. Saya tahu, ayam-ayam saya kalau bertelur dan mengeram selalu rebutan tempat. Biarpun sudah dibuatkan tempat satu-satu tetap saja mereka suka rebutan. Ah, andai mereka bisa membaca tulisanku pasti mereka akan menurut.
Ada sekitar 5 ekor ayam betina yang bertelur. Satu ekor yang akhirnya saya jadikan sop, 4 ekor lainnya bertelur di garasi. Telur-telur yang beberapa hari yang lalu dierami, saya ambil dan saya rebus. Alhamdulillah, masih bisa dikonsumsi. Nah, telur lainnya yang ada di garasi juga saya selamatkan. Beberapa telur saya ambil untuk dikonsumsi.
Mulai hari ini, bismillah, saya mau mengurangi populasi ayam. Sementara ini yang saya kurangi adalah ayam. Mungkin besok, saya akan mengurangi nasi yang ada di mejikom, wafer dan kue kering lebaran yang masih manis di dalam wadahnya.