Minggu, 03 Juni 2018

BUKBERKU HANYA DI PAWON

Bukberku hanya di pawon, artinya saya buka puasa bersama keluarga hanya di dapur. Makanan dan minuman sudah tersedia di dapur tinggal ambil, lalu santap dan nikmati. Begitu sederhananya saya. Meskipun ada tawaran bukber ke luar rumah, saya tetap nyaman bukber di pawon.

Mungkin kurang kekinian terdengarnya. Kelihatan sekali ya, saya ndeso dan kampungan. Ya, tak apalah. Yang penting buka puasa dengan makanan dan minuman bergizi, badan saya juga sehat, Amin. O,o,o jangan-jangan bukan karena mantapnya makan di pawon, melainkan karena tidak ada yang mengajak bukber ke luar rumah? Ah, menyedihkan sekali!

Ada beberapa alasan mengapa saya kurang suka bukber ke luar rumah. Alasan utamanya adalah ketika bukber diadakan di resto, rumah makan atau acara khusus, pasti saya harus rela mengantri. Saya tidak boleh ngotot untuk segera mendapat giliran makan, saya harus sabar. Mau makan saja kok repotnya bukan main. Daripada ngantri, mending di rumah. Tinggal ambil sendiri, makan, selesai, piring kotor ditaruh di tempat cucian yang tidak jauh dari tempat duduk saya.


Tahun yang lalu, sekolah kami mengadakan bukber di warung lesehan. Masya Allah, padat dan ramai. Rombongan sekolah kami duduknya berimpitan dengan rombongan lain. Belum lagi udaranya panas. Alhamdulillah, saya buka puasa secara gratis meskipun tidak bisa menikmati. Begitu selesai makan, saya pamit lalu keluar warung lesehan. Lega rasanya! Saya ingin segera sampai rumah karena saya ingin cepat bertemu si kecil. Waktu itu seharian ada kegiatan di sekolah.

Kapok, bukber di luar rumah! Mending bukber di pawon. Bila bulan Ramadhan seperti sekarang ini, saya jadi kangen bukber di rumah Ibu. Makan bersama secara lesehan!