Minggu, 03 Juni 2018

MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN DENGAN MENABUNG

Tahun ini, Dhenok masuk perguruan tinggi. Sudah pasti saya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Insya Allah, saya dan suami sudah mempersiapkan. Memang persiapannya tidak banyak, paling tidak bisa mengurangi beban.

Saya belum tahu Dhenok akan memerlukan berapa rupiah. Akan tetapi dana yang saya siapkan di tabungan baik uang maupun emas semoga bisa mencukupi. Jauh-jauh hari saya mempersiapkan dana untuk Dhenok. Mengapa demikian? Karena saya tahu, saya tidak mungkin akan minta bantuan orang lain apalagi minta bantuan teman dan tetangga. Saya yakin, mereka juga memiliki kebutuhan yang sama saat tahun ajaran baru seperti ini.

Saya memiliki kebiasaan menabung. Untuk sehari-hari, pengeluaran harus dihemat. Hemat bukan berarti pelit. Setiap bulan ada pos-pos tertentu yang harus kami penuhi. Bagi saya, menabung merupakan kewajiban kami. Meskipun besarnya tidak seberapa, saya biasa menabung di awal bulan. Terutama untuk anak-anak, sudah saya sisihkan. Kebetulan Dhenok dan si kecil tidak membayar sekolah alias sekolah gratis. Uang yang saya sisihkan bila untuk membayar SPP, saya alihkan untuk menabung. Ternyata benar langkah saya, untuk persiapan masuk perguruan tinggi.

Untuk si kecil, di SD negeri sekolah gratis. Dulu ketika si kecil sekolah di pondok, SPP-nya lumayan besar. Oleh karena di SD negeri sekarang SPP gratis, maka uang SPP (asumsi sekolah di pondok) saya tabungkan. Lumayan setahun dapat 3 juta. Rencana saya uang tersebut akan saya tabungkan dalam bentuk emas. Kalau tidak, bisa dipinjamkan ke kakaknya untuk modal jualan. Siapa tahu nanti kalau untungnya besar bisa bagi hasil. (#Ibu penuh khayalan dan impian)

Alhamdulillah, kebiasaan menabung ini sangat bermanfaat di kemudian hari saat kami membutuhkan dana besar secara mendadak.   

Ayo, menabung sejak sekarang. Jangan remehkan uang receh. Uang receh tersebut simpanlah. Suatu saat bermanfaat kalau kita membutuhkan secara mendadak.