Sabtu, 28 Juli 2018

KERIPIK TALES PENAMBAH PENGHASILAN

Hari Rabu yang lalu, teman suami dari Jatipuro datang pada sore hari mengantarkan keripik tales pesanan suami. Kebetulan suami sedang berada di Yogyakarta mengantar Dhenok. Jadilah, saya menemui teman suami dan menerima pesanan suami. Oleh karena saya belum mendapatkan info apa-apa dan rupanya teman suami memaklumi, beliau terus pulang dan kapan-kapan akan bertemu suami.

Setelah teman suami pulang, saya bermaksud mengirim pesan pada suami. Saya membuka hape, ternyata suami mengirimkan sebuah pesan pada saya. pesan itu dikirim saat saya berada di perjalanan. Jadi saya tidak tahu kalau suami mengirim pesan.

Pesan suami: saya diminta untuk membayar keripik.

Ya Allah, kok begini ceritanya? Orangnya kan sudah pulang. Akhirnya suami bilang kalau sudah sampai Karanganyar, nanti bisa bertemu temannya dan keripik  akan dibayarnya.

00000

Sore ini, saya diajak suami ke rumah temannya yang berjualan keripik. Meskipun teman suami sedang ke Ponorogo, kami tetap berangkat ke Jatipuro.dan ditemui istrinya. Alhamdulillah, perjalanan kami berjalan dengan lancar.

Teman suami dan istrinya memiliki usaha sampingan produksi keripik tales dan memasarkannya. Sebelumnya, teman suami kerja sampingannya adalah menitipkan roti ke warung-warung selama 5 tahun. Oleh karena pekerjaan ini cukup berat, maka teman suami terserang penyakit hernia dan harus operasi. Setelah operasi hernia, teman suami terserang sesak nafas.

Teman suami banting stir, lalu membuat keripik tales. Usahanya berkembang dan teman suami sehat wal afiat. Teman suami memiliki 8 anak. Anak yang pertama lulus kuliah dan yang ragil 9 tahun.

Seperti biasa, saya langsung akrab dengan teman suami atau istri teman suami (pokoknya Ibu-ibu). Bagi saya ngobrol ringan dengan Ibu-ibu lebih mudah daripada ngobrol dengan Bapak-bapak.

Konon, katanya bahan baku keripik tales didapatkan dari petani langsung. Petani mengantarkan tales tersebut ke rumah teman suami atau mereka bertemu di pasar terdekat.

Melakukan usaha apapun bisa menambah penghasilan. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Seperti yang dilakukan teman suami, untuk menambah penghasilan, beliau dan istri membuat keripik tales dan memasarkannya. Mungkin keuntungannya tidak seberapa tapi bisa untuk menambah penghasilan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga besarnya.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 27/28 Juli 2018