Senin, 16 Juli 2018

PANTAI PARANGKUSUMO BANTUL DIY



Sebagai orang Yogya, sebenarnya saya sudah pernah diajak lewat pantai selatan yang jumlahnya tidak hanya satu dua.

Dari pantai Depok, suami juga pernah melanjutkan perjalanan ke Parangtritis, lalu naik sampai Gunung Kidul.

Jadi, sebenarnya saya juga pernah dilewatkan di Pantai Parang Kusumo. Hanya saja, dulu bagian depan belum ada tulisan manis seperti nama-nama tempat di zaman now.

Ada sesuatu yang menarik dengan Pantai Parang Kusumo. Konon di pantai ini, banyak orang melakukan ziarah, melakukan ritual tertentu, ada dunia lain yang sengaja dikunjungi para peziarah.

Tadi saya sempat melihat seorang lelaki sedang melakukan lelaku. Lelaki berambut panjang, memakai pakaian Jawa bercelana panjang dan memakai iket kepala. Lelaki tua itu duduk bersila menghadap pantai. Celana dan pakaiannya sudah basah. Entah sudah berapa kali lelaki tersebut kena ombak besar.

Dua teman saya yang tahu dua lain mendadak perutnya terasa mual dan pingin muntah.

Katanya, lelaki tersebut sedang berkomunikasi dengan penguasa pantai. Dia ditemui punggawa atau penjaga pantai. Saya tak pernah bisa mengikuti alur cerita mereka.

Hal2 gaib itu memang ada dan sebagai muslim, saya harus percaya. Hanya saja saya membatasi diri untuk tidak lebih jauh untuk tahu lebih banyak.

Seandainya ada prosesi labuhan atau apapun yang berkaitan dengan dunia mereka yang "percaya", tentu saya hanya bisa mencatatnya sebagai tulisan yang bisa untuk diceritakan kepada orang lain.

Parang Kusumo biasa digunakan untuk nenepi, kata orang-orang.

#kahfinoer