Selasa, 30 Oktober 2018

BELATUNG SEBAGAI PAKAN BURUNG CENDET


Memiliki hewan piaraan rasanya senang-senang tapi susah. Senang karena ada hiburan setelah sehari penuh melakukan aktivitas. Susahnya bila mau bepergian sampai menginap beberapa hari. Sebenarnya bisa juga hewan piaraan dititipkan pada orang lain, tapi kita harus mengeluarkan ongkos/biaya titipan, bukan?

Di rumah kami ada beberapa ekor ayam yang kami pelihara. Selain ayam, si kecil juga memiliki burung cendet dan burung puter. Untuk burung puter, makanannya gampang. Bahkan setelah memiliki piyik, burung puter juga merawat anaknya dengan nglolohi cara memberi makannya. Untuk seekor burung cendet, pakannya cukup mahal juga.

Oh, ya. Burung cendet ini kami miliki sudah beberapa bulan. Dulu waktu membeli, harga burung cendet adalah Rp.50.000,00. Sumber makanan burung cendet bukan biji-bijian, melainkan hewan dengan protein tinggi. Menurut informasi dari pedagang burung, makanan burung cendet adalah belatung dan jangkrik.

Setiap seminggu sekali, kami menyiapkan belatung dan jangkrik. Seminggu sekali kami harus merogoh uang lima ribu rupiah. Dengan pakan yang cukup, burung cendet akan berkicau dengan suara merdu sekali. Bila pakannya kurang, burung cendet akan malas mengeluarkan suara.

Kalau kehabisan jangkrik, burung cendet cukup diberi pakan belatung. Awalnya, saya merasa geli dan jijik melihat belatung pakan burung cendet. Lama kelamaan saya terbiasa dan tidak jijik lagi.


Kalau kami tinggal mudik ke Yogyakarta, sekarang tidak lagi saya titipkan. Burung cendet cukup disediakan pakan yang banyak dalam wadah. Burung cendet ditaruh di dalam rumah biar aman.