Rabu, 07 November 2018

BUKU ANAK YANG RAMAH


Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti suatu diskusi. Dalam diskusi tersebut hadir narasumber salah satu penerbit buku di Yogyakarta. Banyak hal yang disampaikan oleh dua orang narasumber. Namun, narasumber menekankan pada buku anak.

Buku untuk anak-anak sangat dibutuhkan. Yang dimaksud anak-anak di sini adalah anak usia  PAUD sampai kelas 4 SD. Anak kelas 5 dan kelas 6 sebenarnya masih digolongkan usia anak.

Bagi kami seorang penulis, tawaran untuk menulis buku adalah suatu rezeki yang tidak boleh disia-siakan dan ditolak. Hampir semua peserta diskusi ingin membuat buku anak. Buku anak bisa dikerjakan oleh siapa saja, tapi tidak semua orang bisa mengerjakan buku anak sesuai dengan rambu-rambu yang telah disampaikan narasumber. Mengapa demikian? Sebab, dalam menulis buku anak, penulis harus benar-benar sadar kalau buku yang ditulis ramah anak.

Buku anak menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, santun, tidak mengandung kata-kata yang mengarah pada kekerasan, SARA, dan porno. Selain itu dalam buku anak juga tidak boleh ada kalimat yang menggambarkan kehidupan orang dewasa. Artinya, dalam menulis buku anak, kita benar-benar menggunakan diksi yang tepat.

Setelah berdiskusi, rasanya ingin segera melakukan aksi, tindakan nyata untuk menulis. Semoga keterangan dari narasumber tersebut bisa menambah wawasan dan ilmu baru. Ya, beginilah cara mendapatkan ilmu. Ilmu bukan ditunggu kedatangannya, tapi ilmu perlu dijemput agar sampai pada kita.