Rabu, 26 Desember 2018

REUNI KE PANTAI KARTINI JEPARA


Hari Ahad kemarin 23 Desember 2018, suami mengajak saya dan anak-anak ke Jepara dalam rangka reuni SMP angkatannya, yakni angkatan 1987 SMP N 3 Karanganyar. Kebetulan salah satu teman suami ada yang tinggal di Jepara.
Biasa, Ibu yang baik hati ini selalu manut jadi "penginthil" ke mana suami pergi. Persiapan sudah matang, sarapan dulu di sebelah barat terminal Bejen sebelum berangkat. Beli soto dan minum 2 porsi serta kerupuk untuk berempat. Alhamdulillah, nggak menguras kantong. Cuma habis 14.500 rupiah.
Ternyata sebelum ke rumah teman suami, kami berwisata dulu ke Pantai Kartini, Jepara. Nah, di sinilah cerita yang bikin Ibu yang baik hati ini super sabar.
F2 nggak bisa manis diatur begini begitu. Mau difoto saja susah. Inginnya nyemplung banyu, padahal kakinya ada yang gatal, ada koreng kecil. Saya tidak mengizinkan F2 nyemplung air. Dengan wajah ditekuk tekuk, dia menunjukkan rasa kecewa. Saya tawari jajan, dia tidak mau. Akhirnya kami berempat hanya muter-muter sebentar, lalu suami mengajak mampir di warung lesehan ayam geprek.
Dua porsi ayam geprek dan satu porsi lele, @15.000, 2 gelas teh panas @4.000, berempat habis 53.000 rupiah. Murah murah.
Saat nunggu dilayani, saya mencari tempat yang cukup baik buat F2 foto. Setelah saya menemukan tempat yang strategis, F2 saya bujuk. Anaknya akhirnya mau dibujuk untuk foto. Yes, berhasil berhasil. Sudah mau difoto saja, saya senang bukan main.
Setelah itu kami menikmati makan siang. Sebenarnya di rumah teman suami, kami sudah disiapkan konsumsi. Saya dan suami tidak mau mengharapkan berlebih. Yang penting makan dulu, biar si kecil tidak rewel.
Hanya 1,5 jam berada di pantai. Sesuai kesepakatan awal, kami harus berkumpul kembali tepat waktu agar tidak merepotkan panitia. Setelah itu, sesuai rencana maka meluncurlah kami ke rumah teman. Namanya juga dekat pantai, jadi disuguhi makan siang, lauknya ikan laut semua. Alhamdulillah.
Di antara lauk yang ada, ada kerang cantik dan seksi. Di rumah kami biasa makan kerang, terutama F1. Jadi, meski kudu repot buka-buka rumahnya, tetap saja kami bisa menikmati.
Beberapa teman suami, terutama Ibu-ibu tidak suka kerang. Seorang teman "gumun" melihat F1 buka-buka kerang dengan cepat dan makan sambil menghirup airnya.
"Putrane kuwi loh. Sepertinya enak dan menikmati banget."
"Dia suka kerang dan rela beli ke pasar untuk mendapatkan kerang. Harga kerang di Pasar Jungke satu kilo hanya 20.000. Mungkin kalau di Jepara nggak sampai segitu. Murah!"
Tapi F1 dan F2 cuma suka makan lauknya karena saat di pantai sudah kenyang. Beramah tamah di rumah teman sungguh mengasyikkan. Jam 16.00 kami pulang. Kami mampir toko oleh-oleh. Saya nggak tumbas oleh-oleh. Bukan karena ngekep dompet erat-erat, melainkan di rumah nggak ada yang mau dikasih oleh-oleh.
Perjalanan pulang lancar dan pukul 23.00 kami sampai di Karanganyar dengan selamat. Alhamdulillah, sampai di rumah tinggal memejamkan mata.
#kahfinoer