Kamis, 12 September 2019

Seni Berbenah Rumah Ala Marie Kondo (Konmari Method)


7 langkah beberes rumah ala Marie Kondo atau Konmari Method
1. Satukan sesuai ukuran
2. Simpan barang berdasar barang yang paling sering dipakai
3. Semua akan terlihat sangat berantakan sebelum terlihat rapi
4. Kumpulkan semua barang yang kalian punya
5. Simpan barang dalam wadah
6. Melipat pakaian ala Marie Kondo
7. Pastikan barang yang kalian simpan benar-benar disukai dan digunakan

Prinsip utama Konmari Method
1. Kuatkan tekad untuk merapikan, jadikan kesempurnaan sebagai target
2. Luangkan waktu khusus untuk berbenah
3. Rapikan sekaligus, jangan sedikit-sedikit
4. Pilihlah berdasarkan kategori bukan lokasi
5. Rajin menyimpan benda sama dengan menimbun
6. Gunakan metode yang sama agar cocok dengan kepribadian
7. Memulai berbenah berarti membuka lembaran hidup baru

Kamis, 05 September 2019

Orang Lumpuh Tetap Dapat Melaksanakan Ibadah Haji



Judul Buku              : Orang Lumpuh Naik Haji
Penulis                      : Mulyanto Utomo
Penerbit                     : PT Smart Media Prima
Cetakan                     : 2019
Tebal                          : xix + 184
ISBN                           : 978-602-51864-2-4
Buku ini berisi kisah seorang difabel dengan keterbatasan fisiknya tetap dapat melaksanakan ibadah haji. Bila seorang difabel saja bisa melaksanakan ibadah haji, maka bagi orang yang sehat jasmani dan rohani, fisiknya masih kuat dan normal, harus optimis.

Puisi Tak Harus Puitis


Beberapa waktu yang lalu, aku mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh Kamar Kata. Salah satu narasumbernya adalah mas Yuditeha. Kebetulan mas Yuditeha memberikan materi tentang tulisan non fiksi.

Nah, waktu beliau menyampaikan penulisan puisi, aku dibuat bengong. Kenapa? Apakah karena aku terpana melihat beliau? Bukan! Mas Yuditeha menyampaikan membuat puisi tidak harus menggunakan kata-kata puitis bahkan terlalu puitis. Kata-kata lempeng aja nggak apa-apa. Beliau memberikan contoh.

Kenapa tidak kudu kata-kata puitis? Karena tidak semua orang bisa menggunakan kata-kata puitis, memilih diksi, dan lain-lain. Dah tulis saja, sambil belajar.

Banyak orang yang memiliki potensi menulis cerpen dan puisi tapi tidak mau memulai karena mereka merasa tidak bisa merangkai kata-kata puitis.

Yuk, menulis puisi. Bebas saja. Nulisnya lempeng juga nggak papa. Kalau sudah selesai nulis, endapkan 1 x 24 jam. Besok dibaca lagi. Ada yang janggal nggak. Ada yang aneh nggak. Kalau ada, ya tinggal direvisi.

#berbagiinspirasi
#catatanimapenulis

Rabu, 28 Agustus 2019

Terapi Kelereng Untuk Pasien Patah Tulang Lengan Atas



Sekitar 2 bulan yang lalu, Faiz (5 tahun 6 bulan) mengalami patah tulang tangan kiri (atas siku). Faiz menjalani operasi pada pagi hari. Setelah operasi keadaan Faiz sehat. Tangan Faiz dibalut perban elastis. Sore harinya, seorang perawat (terapis) datang. Saya tidak tahu namanya, sebut saja Mas Ahmad. Mas Ahmad mulai mengajak ngobrol Faiz. Mungkin karena takut atau malu, Faiz tidak mau menurut apa yang dicontohkan Mas Ahmad.
“Dik Faiz, tangan kiri digerakkan seperti ini.” Mas Ahmad membuka tutup jari-jarinya. Faiz diminta untuk membuka menutup jari-jarinya. Faiz mau memraktekkan. Alhamdulillah
“Dik Faiz, ikuti saya ya. Pegang hidung, mulut, telinga. Kalau tidak bisa dibantu tangan kanan.”
Ya Allah, belum mencoba Faiz sudah bilang sakit.
“Sakit, sakit Mama.”
Mas Ahmad berkata,”Ibu, bapak, nanti kalau di rumah tolong dibiasakan memegang hidung, mulut dan telinga. Kalau anaknya tidak mau atau bilang sakit, jangan dimanjakan ya. Tetap harus dipaksa supaya tangannya tidak kaku. Kalau nanti gerakan-gerakan tersebut tidak dilakukan tangannya bisa ceko (thuing, mendengar kata itu langsung saya membatin ah, mosok bagus-bagus kok ceko. Ya Allah berilah kemudahan buat anakku).
Selama dua minggu nanti memang gerakan yang dilakukan adalah memegang hidung, mulut, telinga, pundak. Tangan memang ditekuk, tidak boleh diluruskan. Supaya posisi tangan ditekuk selama dua minggu, maka tangan digendong.
Sampai di rumah, ternyata Faiz dengan kesadaran sendiri mau melakukan terapi. Saya tidak memaksa, biarlah dia melakukan semampunya. Dalam waktu dua minggu Faiz sudah bisa melakukan gerakan-gerakan minimal yang harus dilakukan sesuai anjuran terapis. Saat mandi, tangan/luka tak boleh dibasahi/kena air. Jadilah Faiz hanya dilap bagian atas. Sedangkan bagian bawah tetap diguyur air.
Dua minggu setelah operasi, Faiz melakukan kontrol ke rumah sakit. Kali ini perban elastis dilepas tetapi masih memakai gendongan tangan. Terapi yang dianjurkan adalah memindahkan benda misalnya kelereng dengan tangan kiri terutama memindah ke atas. Luka/tangan boleh kena air. Melakukan gerakan tangan secara bebas.
Tidak gampang ternyata sebab jari telunjuk Faiz kalau digerakkan masih sakit. Selain telunjuk masih sakit, telapak tangannya juga dingin, pergelangan tangan masih biru. Saya memotivasi Faiz. Ada satu hal yang saya syukuri, yaitu Faiz tetap mau makan dalam jumlah banyak.
Lama-kelamaan jari telunjuk bisa digerakkan dan tidak sakit lagi. Telapak tangan tidak dingin dan warna biru pada pergelangan tangan hilang. Faiz masih memakai gendongan tangan. Ketika saya amati, bila memakai gendongan tangan, Faiz bebas menggerakkan tangan kirinya. Tangan kirinya bekerja sama dengan tangan kanan tatkala bermain. Begitu kain gendongan dilepas, Faiz malah takut menggerakkan tangannya. Tangan kirinya ditekuk takut bergerak.  Ya sudah, terserah anaknya saja. Dia bisa mengukur kemampuannya. Kalau merasa nyaman gerakan terus berlanjut. Bila sakit, dengan sendirinya berhenti bergerak.

Selama sebulan terapi memindahkan kelereng ke tempat yang tinggi atau memindah benda-benda kecil dengan cara memungut (tidak gampang lo!). Saya juga menyuruh Faiz untuk melakukan gerakan senam ringan, tujuannya ingin tahu apakah tangannya sudah bisa diluruskan. Lagi-lagi saya tidak memaksa. Rupanya dengan kemauannya sendiri, lumayan bisa diluruskan. Untuk keberhasilan-keberhasilan yang dilakukan saya selalu memberikan acungan jempol lalu memeluknya seraya mengucapkan,”Alhamdulillah.”
Sebulan terapi kelereng, lalu kontrol lagi. Alhamdulillah, perkembangannya bagus. Ketika dirontgen lagi, hasilnya bagus. Kali ini terapinya agak berat. Memindahkan bola voli dengan cara melempar. Wah, saya tidak berani mengajari yang satu ini. Kebetulan sang Ayah yang guru olahraga di rumah ada bola voli dan bola sepak. Ini jatahnya sang Ayah.
Pagi hari, Faiz sudah teriak-teriak girang main lempar bola voli bersama Ayah. Alhamdulillah, ternyata semua berjalan dengan lancar. Kini saya tak lagi mencemaskan Faiz dalam keadaan tidur. Maklum, anak kecil tidurnya tak terkendali gerakannya. Apalagi kalau tidur tak mau diselimuti. Apa yang ada di sekitarnya, tanpa disadarinya dilemparkan begitu saja. (Karanganyar, Januari 2016)
(Sebelumnya saya sampaikan terlebih dahulu, Faiz anak saya yang kedua pada minggu keempat bulan November mengalami patah tulang lengan kiri (di atas siku). Tanggal 26 November 2015 menjalani operasi pemasangan pen. Saat akan pulang, Faiz diminta banyak latihan memegang hidung, telinga kiri, kanan dan memegang mulut.
Dua minggu kemudian (8 Desember 2015), ketika kontrol, dokter menyarankan untuk memberikan latihan memindahkan kelereng ke tempat yang lebih tinggi (latihan meluruskan tangan) dan gerak bebas. Tanggal 8 Januari 2016, kontrol yang kedua disarankan oleh dokter untuk latihan melempar bola voli/bola basket. Pada saat kontrol ini Faiz juga diminta untuk foto Rontgen. Ternyata posisi pen dan tulang sudah baik. Dua bulan berikutnya, tanggal 7 Maret 2016, kontrol lagi dan dokter mengatakan pen bisa dilepas).

Selasa, 27 Agustus 2019

Tips Keuangan Yang Bisa Bikin Orang Kaya



Memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran ternyata memiliki nilai positif. Dengan pencatatan yang sederhana akan diketahui pada akhir bulan mengalami defisit atau memiliki saldo meski besarnya tidak seberapa. Agar tiap akhir bulan memiliki saldo cukup besar, masalah keuangan harus dicermati. Bila pada akhir bulan memiliki saldo cukup besar, maka uang tersebut bisa untuk ditabung sebagai tambahan.

Ada beberapa hal yang bisa bikin orang kaya, bahkan kaya raya. Contohnya, berhenti membeli kopi, jus, minuman siap saji, bikin bekal sendiri di rumah, jangan keseringan belanja online maupun di mall, supermarket, atau swalayan, dan jangan sering jajan di luar.

1.    Berhenti membeli kopi
Nongkrong menjadi gaya hidup orang zaman sekarang. Berlama-lama di kafe atau tempat ketemuan untuk sekadar ngobrol dan membeli kopi memang sangat mengasyikkan. Namun, di balik kesenangan sesaat, kantong bisa jebol, keuangan cepat menipis. Kebiasaan membeli kopi di luar bisa diganti dengan ketemuan dengan teman atau relasi di rumah saja. Di rumah tetap bisa menikmati kopi, bahkan lebih murah. Meskipun kopi yang dibuat di rumah tak senikmat bila beli di tempat nongkrong, tapi setidaknya bisa mengurangi pengeluaran.

2.    Berhenti membeli jus dan minuman siap saji
Udara panas seperti saat ini, bawaannya ingin minum sebanyak-banyak. Minum jus dan minuman siap saji memang menyegarkan. Jus dan minuman cepat saji bisa disiapkan dan dibuat sendiri di rumah. Langkah ini merupakan usaha mengurangi pengeluaran. Mengusahakan berhenti membeli jus dan minuman siap saji di luar adalah langkah yang bijak.

3.    Bawa bekal dari rumah
Makanan yang dimasak di rumah selain lebih sehat juga lebih hemat. Membawa bekal dari rumah untuk dibawa ke tempat kerja atau bepergian akan memangkas pengeluaran. Tentu saja tips irit ini bisa membuat kaya raya. Sederhana saja, karena meski kelihatan repot tapi sisi positifnya bisa menjadi pertimbangan.

4.    Jangan sering berbelanja online
Zaman sekarang adalah zaman serba praktis dan instan. Bila mau membeli barang, tidak perlu ke suatu tempat. Selain menghemat waktu, harga barang juga bisa lebih murah. Bila barang dan harga sudah cocok dengan keinginan, tinggal transfer uang, beres,
Namun, kemudahan dan sifatnya praktis ini tidak disadari bisa menguras kantong. Sebab, tidak perlu ke mana-mana, sambil melakukan aktivitas, kegiatan belanja tetap bisa jalan. Kalau tidak bijak, bisa-bisa uang habis sebelum waktunya. Sebab itulah, jangan sering berbelanja online. Jangan mudah tergiur harga diskon atau iming-iming mendapat voucer. Bila bisa menyetop berbelanja online, maka keuangan bisa aman dan bisa memperkaya diri.

5.    Kurang berbelanja di mall, supermarket atau swalayan
Sama dengan di atas, kurangi jalan-jalan ke mall, supermarket atau swalayan. Tujuannya adalah agar tidak tergoda untuk berbelanja. Jangan tergiur diskon besar-besaran. Bijaklah berbelanja. Berbelanjalah barang-barang yang memang dibutuhkan dan sudah tercatat sebelumnya. Mengurangi berbelanja, berarti mengamankan uang.

6.    Jangan sering jajan di luar
Sesekali jajan di luar tidak masalah. Namun, bila jajan sudah menjadi kewajiban maka segera insyaf. Agar tidak sering jajan di luar, maka kurang jalan-jalan atau keluar rumah bila tak ada sesuatu yang penting atau darurat. Dengan mengurangi jajan di luar maka sudah melakukan penghematan. Tahu sendiri kan sebuah slogan Hemat Pangkal Kaya.

Minggu, 18 Agustus 2019

Angkatan 1990 Jurusan Pendidikan Kimia D3 IKIP Negeri Yogyakarta


Setelah sekitar 20-an tahun berpisah karena saya dan teman-teman harus kembali ke kampung halaman dan bekerja, kini saatnya ingin kembali bertemu dengan teman-teman seangkatan. Tahun 1990, saya dan teman-teman kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Kimia D3, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Adapun nama-nama mahasiswa Kimia D3 adalah sebagai berikut:
1.    Sumarsono
2.    Aih Suciati
3.    Fathikah
4.    Surahmi
5.    Zanuarto Ambar Suryono
6.    Sapta Pramana
7.    Achmad Muhari
8.    Rohmat Widiyanto
9.    Sunarni
10. Noer Ima Kaltsum
11. Sugiarti
12. Mardiyanti
13. Darwati Kartikasari
14. Nindarsari
15. Ali (Muhammad Ali)
16. Sopyantara
17. Muryani
18. Anastasia Sri Utami
19. Sri Rejeki (almh)
20. Eni Juaeni
21. Siti Yuhanah
22. Tri Haryati
23. Siti Fathonah
24. Nur Khasanah
25. Petrus Joko (mengundurkan diri)
26. Mulyaningsih
Di antara kedua puluh enam orang ini, saya dan teman-teman masih mencari keberadaan dan informasi dari:
(Muhammad) Ali
Ahmad Muhari
Darwati Kartikasari (MTs Al Fatah Banjarnegara)
Sunarni
Muryani
Rohmat Widiyanto
Nur Khasanah
Semoga dalam waktu dekat saya dan teman-teman bisa mengetahui informasi tentang teman-teman di atas.

Sebenarnya saya mau mengunggah foto bersama yang ada, tapi karena ada teman yang sekarang sudah berhijrah memakai jilbab, maka saya tidak bisa menampilkan foto bersama tersebut.


Selasa, 13 Agustus 2019

NIKMAT SEHAT MAHAL HARGANYA



Seperti biasa, bila mendapatkan daging kurban, tidak semua saya simpan/masak sendiri. Agar tidak eneg lihat daging kurban, sebagian besar saya berikan kepada kerabat yang tinggal di desa. Nah, pulangnya saya selalu diberi cilok karena kerabat saya jualan cilok.


Tadi malam saya ke rumah kerabat dan mendapatkan berita kalau salah satu anaknya beberapa hari yang lalu operasi. Sebut saja adik Ganteng. Waktu lahir, di kaki kanan adik Ganteng terdapat tanda lahir yang biasa disebut toh.


Setelah adik Ganteng agak besar, sekarang kelas 6 SD, "toh" tadi ikut membesar dan cukup mengganggu. Di sekolah dia diolok-olok temannya. Setelah konsultasi dengan dokter di Solo, diputuskan untuk dioperasi. Tadi malam, saya lihat anaknya tiduran. Dia malu-malu menerima tamu setahun sekali ini datang.


Bila telah melihat suatu peristiwa, keadaan, dan lain-lain, yang cukup menguras air mata, saya hanya bisa bersyukur atas keadaan keluarga saya. Alhamdulillah diberi sehat. Alhamdulillah diberi rezeki yang seperti mata
air di musim kemarau. Alhamdulillah diberi umur panjang. Alhamdulillah bersyukur setelah mendapatkan nikmat dan musibah.


Nikmat sehat mahal harganya. Bahkan kita tidak bisa menghitung2 nikmat sehat tersebut. Kita hanya bisa menyebut beberapa nikmat sehat, tapi tidak bisa semua nikmat-nikmat.


Bersyukur atas nikmat sehat

Selasa, 06 Agustus 2019

Buku Hijrah Journey Najmu Books Publishing



Judul Buku      : Hijrah Journey
Penulis             : Lelly Fitriana, dkk
Penerbit           : Najmu Books Publishing
Cetakan Pertama         : Juli 2019
Tebal               : x + 183 halaman
ISBN               : 978-623-7339-00-7

Rabu, 31 Juli 2019

Meresensi Buku Cara Membaca Sampai Tuntas



Bila Anda gemar membaca buku, maka ikatlah bacaan tersebut dengan cara menuliskan kembali. Caranya adalah dengan cara meringkas, memberikan penilaian kelebihan dan kekurangan serta memberikan pendapat dari referensi lain. Dengan cara meringkas, apa yang telah Anda baca akan selalu diingat. Tentu saja dalam menulis ringkasan harus diperhatikan bahwa yang ditulis adalah hal-hal yang penting.

Setelah menuliskan ringkasan, berikanlah penilaian terhadap buku tersebut berkaitan dengan kelebihan dan kekurangannya. Dengan menuliskan kelebihannya bisa mengajak pembaca resensi untuk membaca buku tersebut sampai tuntas. Menuliskan kekurangan buku berarti memberikan masukan, kritik dan saran yang berguna untuk memperbaiki sebagian isi ibu. Kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan penulis agar buku yang ditulis benar-benar bisa diperbaiki lebih baik.

Nah, kalau sudah meresennsi buku, sebaiknya tulisan tersebut dikirim ke media massa atau dibagikan kea kun media sosial yang Anda miliki. Dengan demikian, sebenarnya meresensi buku adalah bentuk promosi buku. Syukur Alhamdulillah bila ternyata resensi yang ditulis dimuat di media massa. Pada media massa tertentu, peresensi akan mendapatkan sejumlah uang sebagai honor.

Ternyata dari membaca buku, meringkas, meresensi, mengirimkan dan tulisan dimuat di media massa, bisa menghasilkan uang. Oleh karena itu, gunakan kemampuan membaca dan tajam menangkap informasi penting dalam buku untuk memperoleh penghasilan.

Sebagai penulis, Anda memiliki banyak pintu untuk mendapatkan rupiah. Anda bisa mendapatkan penghasilan dari menulis cerpen, artikel, resensi, mengikuti lomba menulis, dan lain-lain.

Bila Anda tidak ingin resensi tersebut dikirim ke media, bisa saja tulisan tersebut disebarkan lewat media sosial dan tidak berbayar. Yang penting dengan meresensi buku berarti Anda telah menuntaskan membacanya. Terhadap buku yang menarik, Anda akan berulang-ulang membacanya.

Bagi penulis pemula, jangan takut untuk menulis resensi buku. Belajarlah meresensi buku dengan diawali membaca buku sampai tuntas.

Senin, 29 Juli 2019

[RESENSI BUKU] NGEBLOG SERU ALA IBU-IBU



RESENSI BUKU
Penghasilan dari Ngeblog Ala Ibu-Ibu
Judul   Buku     : NGEBLOG SERU ALA IBU-IBU
Penulis             : Widyanti Yuliandari, dkk
Penerbit           : Najmubooks Publishing
Cetakan           : Februari 2019
Tebal                 : x + 207
ISBN                 : 978-602-52947-5-4

Bagi perempuan, menulis adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus bisa mendatangkan uang. Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Dari pendidik, jurnalis, pebisnis, wirausaha, dokter, akuntan, pustakawan, penulis freelance, pekerja kantoran, apoteker, pengusaha, dan lain-lain. Perempuan penulis menuangkan gagasannya dalam bentuk artikel, buku, dan jurnal. Tulisan-tulisan tersebut bisa ditayangkan di media cetak dan media sosial, misalnya blog.

Buku Antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini berisi 40 judul tulisan yang ditulis oleh 39 perempuan penulis yang bergabung di komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Jadi, perempuan penulis yang bergabung dalam Ibu-Ibu Doyan Nulis ini juga merupakan blogger. Buku ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian 1 berisi Why Blogging, bagian 2 berisi Membangun Konsistensi, dan bagian 3 berisi Penghasilan dari blog. Pada tiap bagian terdapat beberapa tulisan.

Pada bagian 1 (hal 2-96), setiap penulis menuliskan alasannya mengapa mereka ngeblog. Ngeblog bisa merupakan terapi, merasakan bahagia, membuka peluang, berbagi ilmu, manfaat, mendapatkan hadiah dari lomba, mendapatkan penghasilan, agar dikenal orang, dan ingin meninggalkan jejak untuk anak cucu.

Pada bagian 2 (hal 100-143) para penulis sepakat bahwa menulis harus dilakukan dengan konsisten. Agar bisa konsisten ngeblog, maka jadwal ngeblog ditulis terlebih dahulu. Mengikuti lomba ngeblog adalah sarana untuk bisa rutin ngeblog..

Muncul pertanyaan apakah ngeblog bisa mendatangkan materi, untuk mencari penghasilan, dan hasilnya menggiurkan? Pada Bagian 3. Penghasilan dari Blog (halaman 145-207) dikupas tuntas, bagaimana para blogger bisa mendapatkan rupiah dari ngeblog. Namun, jangan berharap bila blogger pemula akan langsung bisa menggemukkan pundi-pundi. Semua membutuhkan proses yang panjang.

Bila niat dan tujuan awal ngeblog sudah ditentukan, biasanya blogger akan menikmati semua proses yang harus dilalui. Mereka tidak merasa kecewa bila dalam hitungan 1-2 tahun, blog belum bisa menghasilkan rupiah.

Sebagian blogger menulis dengan bahasa tutur, bahasa sehari-hari, dan banyak kata yang tidak baku, maka tulisan dalam buku ini masih memerlukan perbaikan. Sebaiknya digunakan kata ganti orang yang seragam.

Buku sederhana ini cocok dibaca oleh blogger perempuan, khususnya pemula. Bukan hanya hal-hal menyenangkan yang ditulis di sini, tetapi para blogger perempuan berkisah tentang bagaimana mereka membangun sebuah blog dari nol, suka dan duka ngeblog. Perjalanan blogging tidak selalu mulus. Ada keringat dan air mata. Kadang malah dicaci karena anggapan bahwa blogging hanya buang-buang waktu belaka.  

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat dimuat di SOLOPOS, hari Minggu, 28 Juli 2019

Selasa, 23 Juli 2019

Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu Diburu Para Blogger





Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu karya Widyanti Yuliandari dan kawan-kawan ini, sekarang banyak dicari para blogger. Baik blogger pemula maupun blogger yang sudah lama ngeblog ingin memiliki buku ini. Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini memang unik. Buku ini ditulis oleh 39 perempuan dengan 40 judul. Isinya benar-benar keren.

Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini diterbitkan secara indie dengan penjualan bagus. Rasanya tidak salah bila buku ini akan dicetak ulang. Mengapa demikian? Sebab siapa saja yang sudah membaca salah satu atau beberapa tulisan, maka dia ingin membaca tulisan yang lain sampai selesai. Yang belum memiliki, mereka memburu.

Untuk blogger pemula bisa belajar banyak hal dari tulisan dalam buku ini. Untuk itu, bagi yang ingin memiliki buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu, kalau nanti dibuka Pre Order silakan segera pesan dan jangan sampai kehabisan. Dapatkan keuntungan-keuntungannya bila telah memiliki dan membaca buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu.

Meskipun buku antologi tapi percayalah para penulis adalah penulis pilihan. Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini disusun setelah menyeleksi banyak tulisan yang masuk dalam suatu sayembara. Penanggung Jawab buku ini juga blogger mumpuni. Jadi, isinya dijamin berkualitas.

Pasti ada yang penasaran dengan Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu. Untuk itu tunggu informasi berikutnya ya. Kalau ketinggalan informasi, jangan salahkan saya bila nanti nggak kebagian bukunya.

Sabtu, 20 Juli 2019

Rezeki Akan Datang Bila Sudah Waktunya



Beberapa waktu yang lalu di salah satu komunitas yang saya ikuti seru membicarakan honorarium pemuatan tulisan. Tentu saja sebagai penulis, kami punya hak untuk mendapatkan honor setelah tulisan dimuat di media. Hanya saja kadang sebagian tidak sabar akan cairnya honor.

Bagi saya honor adalah bentuk rezeki nomplok karena niat awal menulis adalah berbagi. Setelah tulisan dimuat, saya tidak terlalu berharap honor segera cair. Bila cair secepatnya, cukup disyukuri. Bila cairnya lambat, ya tidak masalah.

Kalau teman-teman menanyakan waktu paling cepat pencairan honor, bisa diambil sendirikah, dan lain-lain, saya juga tak bisa menjawab. Saya tidak memusingkan soal honor. Nah, kalau iseng-iseng ke bank lalu mencetak buku rekening ternyata ada pemasukan, saya sangat bersyukur.

Seperti hari ini, honor dari tulisan Jon Koplo dan resensi telah cair. Alhamdulillah, rezeki memang selalu datang tepat waktu. Ya, beginilah kebahagiaan penulis, yakni tulisan dimuat lalu honor cair dengan segera.

Selain dari nulis, saya juga mendapatkan rezeki dari menjual anak ayam. Kebetulan di rumah ada beberapa ayam betina. Ada yang baru bertelur, ada yang mengeram, dan anak-anaknya telah keluar dari cangkangnya. Anak-anak ayam inilah yang bisa untuk menggelembungkan pundi-pundi saya. dari penjualan anak ayam ini dapat lumayanlah, bisa untuk membeli sayur dan lauk.

Masih ada satu lagi rezeki yang datang pada saat yang tepat adalah panen padi. Tiga bulan penantian saya dan keluarga berbuah manis. Kemarin keluarga panen padi. Beruntung sawah di belakang rumah selalu menghasilkan padi berkualitas baik. panen kali ini hasilnya sangat memuaskan. Jadi, bila rezeki selalu datang pada waktu yang tepat, pantaskah saya tidak bersyukur?

Selasa, 16 Juli 2019

Daftar Nama Mahasiswa Kimia D3 Angkatan 1990 IKIP Negeri Yogyakarta (Sekarang Universitas Negeri Yogyakarta)





Setelah sekitar 20-an tahun berpisah karena saya dan teman-teman harus kembali ke kampung halaman dan bekerja, kini saatnya ingin kembali bertemu dengan teman-teman seangkatan. Tahun 1990, saya dan teman-teman kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Kimia D3, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Adapun nama-nama mahasiswa Kimia D3 adalah sebagai berikut:
1.    Sumarsono
2.    Aih Suciati
3.    Fathikah
4.    Surahmi
5.    Zanuarto Ambar Suryono
6.    Sapta Pramana
7.    Achmad Muhari
8.    Rohmat Widiyanto
9.    Sunarni
10. Noer Ima Kaltsum
11. Sugiarti
12. Mardiyanti
13. Darwati Kartikasari
14. Nindarsari
15. Ali (Muhammad Ali)
16. Sopyantara
17. Muryani
18. Anastasia Sri Utami
19. Sri Rejeki (almh)
20. Eni Juaeni
21. Siti Yuhanah
22. Tri Haryati
23. Siti Fathonah
24. Nur Khasanah
25. Petrus Joko (mengundurkan diri)
26. Mulyaningsih
Di antara kedua puluh enam orang ini, saya dan teman-teman masih mencari keberadaan dan informasi dari:
1.    Fathikah
2.    Tri Haryati
3.    Sopyantara
4.    (Muhammad) Ali
5.    Ahmad Muhari
6.    Darwati Kartikasari (MTs Al Fatah Banjarnegara)
7.    Sunarni
8.    Muryani
9.    Rohmad Widiyanto
10. Mulyaningsih
11. Anastasia Sri Utami
12. Mardiyanti
13. Nur Khasanah
14. Sugiyarti
Semoga dalam waktu dekat saya dan teman-teman bisa mengetahui informasi tentang teman-teman di atas.

Sebenarnya saya mau mengunggah foto bersama yang ada, tapi karena ada teman yang sekarang sudah berhijrah memakai jilbab, maka saya tidak bisa menampilkan foto bersama tersebut.