Senin, 18 Maret 2019

MENJADI JUTAWAN BERKAT JON KOPLO

Foto: Indari Mastuti

MENJADI JUTAWAN BERKAT JON KOPLO

Jangan berhenti menulis sampai dirimu mendapatkan target yang diinginkan
Jangan berhenti..
Jangan mengeluh...
Jangan mood-moodan...
Jangan malesan...
Kejar mimpimu jadi penulis dan produktif dari menulis (Indari Mastuti)

Saya pernah ditertawakan dan tulisan saya dikomentari dengan nada guyon. "Mbak Ima judule bombastis banget. Jadi jutawan berkat Jon Koplo."

Apakah tulisan saya terkesan dibesar2kan dan didramatisasi? Tidak! Beneran, sungguh. Tulisan saya yang dimuat di ah tenane Jon koplo ada 24 cerita. Setiap tayang, honornya 75.000. Untuk mencapai jutaan, hanya butuh 14 tulisan.

Bohong atau bombastiskah tulisan saya? Enggak dong. Itu sesuai kenyataan. Itu saja baru jon koplo, belum tulisan yang lainnya. #pamertulisan kalau saya jadi kontributor buku antologi dan dapat royalti atau dapat honor dari nulis itu, untuk menjadi jutawan dari nulis adalah keniscayaan.

Kalau lebih produktif nulis, bisa saja nembus 10 juta dari nulis. Yuk, buktikan. Kalau belum yakin, maka Anda perlu memiliki buku di bawah ini.

Saya banyak belajar menulis dan jualan dari mbak Indari Mastuti m.me/HousewivesBusinessCoach

Kamis, 14 Maret 2019

PENULIS KEREN DAN TAJIR

Foto: Indari Mastuti

PENULIS KEREN ORA LEREN

Ora leren sama dengan tidak berhenti

Menulis...
Jualan...
Menandatangani buku....
Mengirimkan pesanan...
Menulis lagi...
Jualan lagi...
Terus begitu. Jenuh? No!
Menulis harus menyertai diri dengan kemampuan menjual agar apa yang ditulis lebih banyak tersebar dan terbaca (Indari Mastuti)


Pingin juga seperti mbak Indari. Nulis, promo, buku terbit, tanda tangan, jualan, ngirim barang dan seterusnya.

Kalau begitu, saya kudu tak menyiakan waktu luang, harus produktif berkarya. Ya, karena saya juga ingin jadi penulis keren ora leren leren.



Saya banyak belajar menulis dan jualan dari mbak Indari Mastuti m.me/HousewivesBusinessCoach

Rabu, 13 Maret 2019

SATU KELUARGA SUKSES JUALAN


SATU KELUARGA JUALAN

Ibu saya dulu jualan di pasar. Kelima saudara kandung saya meski ASN tetapi masih bisa jualan. Saya sendiri juga jualan. Anak saya sekarang sudah semester 2, mahasiswa Fakultas pertanian juga jualan sejak kelas 5 SD dan berlanjut sampai sekarang. Mertua saya juga jualan. Meski suami saya yang ASN sebenarnya nggak mau jualan, tapi medsosnya saya tumpangi untuk promo jualan dan ternyata laku.

Apa sih sulitnya jualan? Sulitnya kalau nggak laku, hehe. Benar juga kata orang tua saya, punya barang yang bisa dijual maka juallah. Beliau juga menjualkan dagangan orang lain. Sama seperti ibu, sekarang ini keluarga besar saya masih tetap berjualan.

Ternyata mbak Indari Mastuti dan keluarganya juga jualan. Apa yang diproduksi selalu laku di pasaran. Belum juga lapaknya digelar, pembeli sudah pada ngantre. Mbak Nanit, putrinya, juga tidak malu jualan. O ya, Mbak Nanit juga membanggakan Ayah dan Bundanya yang jualan di depan teman-temannya.

Sebenarnya berjualan bisa dilakukan oleh siapa saja. Yang penting mau bergerak dan tidak banyak alasan. Diam-diam saya ngintip ilmunya Mbak Indari tentang jualan dan nulis. Siapa tahu nanti bisa ketularan.

Bagi teman-teman yang pingin jualan, bisa memiliki buku-bukunya mbak Indari.



Saya banyak belajar menulis dari mbak Indari Mastuti m.me/HousewivesBusinessCoach

NULIS DAN JUALAN DARI RUMAH




NULIS DAN JUALAN DARI RUMAH


Zaman dulu, setelah menulis, saya harus mengirimkan naskah ke redaksi suatu media harus lewat kantor pos. Bayar biaya pengiriman yang tak begitu murah.

Zaman dulu, mau ikut pelatihan nulis kudu meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan sedikit uang saku ke suatu lokasi yang mungkin letaknya jauh.

Zaman dulu, mau jualan kosmetik, mukena, sprei, minyak kemiri (minyak rambut), baju dan lain-lain, saya harus bertemu orang dari satu rumah ke rumah lain, dari tempat satu ke tempat lain.

Berbeda dengan sekarang, semua bisa dilakukan dari rumah meskipun khusus untuk mengirim barang juga harus keluar rumah. Namun, semua kegiatan nulis (ikut kelas menulis, kirim tulisan) dan jualan (transaksi/njawab pertanyaan konsumen) bisa dilakukan di rumah. Yang penting tetap semangat menulis dan jualan.

Ada pesan dari mbak Indari Mastuti:
Jangaaaaan kendooor jualaaaaaan
Pasar Indonesia itu luas, optimalkan
Sentuh pasar dengan online aja, tak perlu kemana-mana
Suasana packingan buku hari ini terus berlanjut hingga sore
Jualan buku aja...
Sekali jualan bukan hanya dapat feenya tapi pahalanya juga
Buku yang mengubah pembacanya menjadi lebih baik, bismillah semoga. (0000)




Saya banyak belajar menulis dan jualan dari mbak Indari Mastuti m.me/HousewivesBusinessCoach

Minggu, 10 Maret 2019

PENULIS HARUS MAU MELALUI PROSES PANJANG



PENULIS HARUS MAU MELALUI PROSES PANJANG
Foto: Indari Mastuti

Saya dulu terlalu berani mengirim tulisan ke Majalah Putera Kita dan berharap bisa dimuat. Saya tidak malu untuk mengirim cerita anak. Waktu itu tidak ada yang membimbing menulis. Saya percaya diri saja. Yang penting saya berani mencoba dan tidak takut salah. Saya juga tidak takut gagal, bila ternyata tulisan saya ditolak.

Ternyata mbak Indari Mastuti, penulis produktif ini, dulu juga berjuang. Di bawah ini ungkapan beliau:

Yang terpenting dalam membangun keahlian menulis adalah KEBERANIAN MEMULAI
Tanpa takut salah...
Tanpa takut tulisan jelek...
Tanpa takut dikritik...
Kalau sudah hilang rasa takut PROSES PEMBELAJARAN AKAN BERJALAN LANCAR
Toh, penulis yang sekarang tulisannya keren pun memulai dengan tulisan pertama yang sama sekali nggak keren
TAPI.... mereka tetap menulis! (Indari Mastuti)


Oleh karena itu,bila ingin menjadi penulis maka harus mau melalui proses yang panjang, jangan cuma ingin yang serba instan.

Saya banyak belajar menulis dari mbak Indari Mastuti m.me/HousewivesBusinessCoach

Rabu, 06 Maret 2019

RELA JUAL CINCIN UNTUK NULIS BUKU

dok.Nurul Chomaria

MENIMBA ILMU DARI PENULIS BERPENGALAMAN

Seperti biasa, Temu Penulis Yogyakarta (TPY) selalu memberi kejutan bagi anggotanya. Kali ini saya dikejutkan dengan seorang penulis yang sudah sepuh, kalau nulis hanya manual tulis tangan lalu dimasukkan ke rental, prestasinya tidak diragukan lagi dan saya menyebut aku banget. Saya memiliki kemiripan dalam hal menulis ini, nulis niatnya berbagi, bukan materi dan bukan royalti. Seandainya dari menulis dari uang, itulah rezeki yang patut disyukuri

Beliau adalah Ibu Suprihatin yang dikenal dengan sebutan Mbah Suprih. Dalam menulis, beliau hanya mengandalkan pengalaman, naluri, olah kata, sedikit berimajinasi, dan tidak kebanyakan teori. Apa yang beliau rasakan, pengalaman waktu tinggal di Gunungkidul, mencari air di goa, memperkaya tulisannya.

Kegemaran beliau menulis karena sering membaca. Tidak heran memang, karena waktu kecil ayahnya sudah menyewakan buku bacaan yang jumlahnya tidak sedikit. Buku-buku yang dipinjamkan dari berbagai genre, di antaranya buku yang ditulis oleh Kho Ping Hoo.

Menurut beliau, menulis berdasarkan pengalaman sendiri, tulisannya akan semakin dalam penghayatannya. Tips beliau agar bisa menulis adalah tulis yang disukai dan dekat, banyak membaca alam, teman, lingkungan, dan interaksi sosial, tidak mudah putus asa dan mau menerima kritik dan saran.

Alhamdulillah, saya bisa bertemu langsung dengan penulis berpengalaman yang tidak muda lagi. Beliau lahir tahun 1953. Meski sudah pensiun tapi kegiatan menulis dan berbagi pengalaman menulis di berbagai kalangan terus berlangsung.

Semoga panjang umur dan sehat selalu Mbah Suprih.

MASIHKAH TIDAK MAU MENULIS?
Zaman sekarang banyak kemudahan yang kita peroleh agar bisa nulis. Nulis tinggal nulis di hape. Nggak punya laptop atau komputer, bisa juga nulis di tempat persewaan komputer.

Paling tidak kita bisa ngetik tidak menggunakan mesin ketik manual. Hasil tulisan sementara bisa kita simpan lebih dahulu, lalu bisa kita buka setiap saat. Kita bisa mengedit, menambah, atau mengurangi kata-kata yang tak perlu.

Menulis pada zaman sekarang, tak sesulit zaman dulu. Maka jangan terlalu banyak alasan, nggak bisa nulis karena hal sepele. Kita memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari.

Kesibukan kita mungkin berbeda, demikian juga dalam membagi waktu. Menejemen waktu memang perlu, agar kita bisa mengoptimalkan setiap waktu luang yang kita miliki.

Jangan kalah dengan penulis senior seperti Ibu Suprihatin. Oleh karena terdesak kebutuhan ekonomi saat itu, beliau kudu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Sebagai istri, ibu, anak dan saudara, beliau bekerja (mengajar), menyelesaikan administrasi sekolah, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, dan berdagang. Semua dilakukan penuh tanggung jawab.

Ibu Suprihatin yang dikenal dengan sebutan Mbah Suprih, bukan guru biasa. Beliau guru dengan segudang prestasi yang patut kita teladani semuanya. Prestasi di bidang literasi membuat kita melongo.

Perjuangannya dalam menulis tidak bisa kita remehkan. Beliau tidak seperti kita yang bisa menulis dengan laptop atau komputer, beliau menulis di lembaran kertas.

Mau membuat buku, semua dituangkan dalam bentuk tulisan tangan. Bahkan jumlah halamannya tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan halaman. (Saya membayangkan tulisan beliau pasti rapi).

Kalau tulisan sudah selesai, Mbah Suprih tinggal menyerahkan ke jasa pengetikan. Tentu untuk membuat sebuah buku, beliau mengeluarkan biaya tak sedikit.

Bandingkan dengan kita yang bisa mengetik sendiri, pengeluaran kita lebih sedikit. Kalau beliau tetap semangat padahal keluar biaya besar untuk membuat buku, mengapa kita kalah? Mengapa kita terlalu banyak mengeluh dan beralasan saja tanpa mau melakukan action?

Ternyata Mbah Suprih memiliki prinsip, menulis itu untuk berbagi. Apapun akan beliau lakukan agar tetap bisa berbagi apa yang beliau ketahui. Menulis bukan semata-mata untuk mendapatkan materi dan royalti.

Sampai sekarang beliau masih aktif menulis. Usianya tidak muda lagi, kurleb 65 tahun. Dari beliau kita bisa belajar, menulislah. Apalagi generasi sekarang tidak sulit untuk menabung tulisan.

Setelah pensiun bukan berarti dunia literasi ditinggalkan, melainkan tetap aktif menulis. Sekarang, masihkah kita tidak mau menulis? Yuk, menulis mulai sekarang!

RELA JUAL CINCIN UNTUK NULIS BUKU

Seorang penulis bila memiliki keinginan menulis sangat kuat, maka apa pun bisa dilakukan hanya untuk menuangkan apa yang menyesakkan dada. Seperti Mbah Suprih, waktu itu (sekitar tahun 2001-2002) setiap hari lewat jalan Bantul, antara SGO dan Dongkelan, di situ ada banyak penjual bunga hasil kerajinan tangan. Bunga-bunga tersebut berasal dari limbah kulit jagung, daun lontar, buah mahoni, sabut kelapa, dan lain-lain.

Dari tangan-tangan terampil, ibu-ibu rumah tangga di kawasan kampung Dukuh, Gedongkiwo, limbah-limbah tersebut disulap menjadi benda seni bernilai jual tinggi. Konsumen bunga dari limbah tersebut bukan hanya dari kalangan orang-orang Yogya saja, melainkan sudah dikirim ke luar daerah, mungkin sudah menyeberangi laut.

Mbah Suprih semakin pusing bila melihat bunga-bunga elok menggoda sanubari. Beliau ingin menuliskan tentang bunga-bunga tersebut. Beliau ingin memiliki berbagai jenis bunga yang ada, tapi apa daya, beliau tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli bunga dan menuliskannya dalam bentuk buku.

Mbah Suprih bertekad untuk menyembuhkan sakit kepalanya (pusing karena memikirkan bunga yang mau ditulis). Dengan niat karena Allah, beliau menjual cincin emasnya. Uang tersebut digunakan untuk membeli bunga.

Setelah itu, mulailah beliau menulis tentang bunga limbah tanaman. Menulis tentang bunga limbah ini prosesnya panjang. Karena beliau juga harus melakukan banyak hal terutama informasi cara membuat bunga dari awal sampai selesai. Beliau menuliskan tutorial membuat bunga dari limbah tanaman tersebut. Memang idenya sederhana.


Suatu saat, ada yang bilang pada beliau, "Nulis kok semacam itu, tentang bunga. Mbok yang lainnya."

Mbah Suprih bergeming. Beliau tidak peduli dengan omongan orang. Nulis tentang bunga terus berlanjut. Seperti biasanya, beliau nulisnya di kertas folio, nulis tangan, bukan diketik. Manual banget. Wow, semangatnya luar biasa. Selain semangatnya menulis, beliau juga rela menjual cincin hanya untuk sebuah tulisan. Luar biasa.

Saya merasa semangat saya belum ada apa-apanya dibandingkan Mbah Suprih.

Tahukah Anda? Para pengrajin bunga dari limbah tanaman tersebut rumahnya di sekitar rumah ibu saya, hanya selisih dua rumah saja. Kala itu memang hampir tiap ibu muda yang tak memiliki pekerjaan, mereka membuat bunga untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi jejaknya. Para pengrajin beralih profesi. Tetangga saya sekarang berjualan tahu di pasar Giwangan.

Beruntung, Mbah suprih telah menulis tentang Bunga dari limbah dan membukukannya. Semoga kerajinan bunga dari limbah ini tidak hanya tinggal cerita atau kenangan yang tak terdokumentasikan. Terima kasih Mbah Suprih, yang telah mengabadikan kerajinan bunga dari limbah tanaman.

Benar juga, menulis setelah melihat dan membaca alam tersebut akan sangat mendalam dan mengesankan.

dok.kak oman

Sumber tulisan:
Facebook: Noer Ima Kaltsum (Kahfi Noer)

Rabu, 27 Februari 2019

MANFAAT BERGABUNG DI KOMUNITAS


Itulah pentingnya berkomunitas. Bila kita diremehkan oleh banyak orang, bahkan tidak dianggap memiliki kelebihan, tidak demikian di komunitas.

Di komunitas, sekecil apapun kelebihan kita, selalu ada apresiasi dari anggota. Oleh sebab itu, pede saja. 

Seperti mbak Ety, luar biasa. Nggak tiap blogger wawasannya seluas mbak Ety. 👍👍👍💪 yang penting semangat.

Beberapa hari yang lalu, saya membaca Jon Koplo. Kebetulan saya nggak kenal sama penulisnya. Iseng2 saya kirim inbox. Eh dia merespon. Nggak kenal saya juga. Dia orang Blitar. Kok tahu Ah Tenane?

Ternyata dia ikut kelas menulis, salah satu adminnya mbak Piet Genta. Di kelas itu, peserta ditantang nulis di media. Mbak Piet merekomendasikan nulis Jon Koplo.

Dari inbox tsb, saya jadi merasa, ah ternyata tulisan tentang Ngoplo bersama The Queen of Ngoplo di Grup IIDN Interaktif beberapa waktu yang lalu ada manfaatnya. Itu hanya sauprit ilmu.

Kalau teman2 di IIDN Solo ini kan banyak juga yang prestasinya luar biasa. Ini jadi penyemangat. Di IIDN pasti semua mengakui kelebihan yang dimiliki anggotanya.

Jadi, pede saja. Yang penting kita berusaha untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Ttd
The Queen of Ngoplo

Sabtu, 23 Februari 2019

AH TENANE: NASI KENDURI



Dimuat di Solopos, 20 Februari 2019
AH TENANE
NASI KENDURI
Oleh: Noer Ima Kaltsum
 Jon Koplo tinggal di Yogyakarta. Saat bekerja di Surabaya beberapa bulan, dia tinggal di di rumah  Tom Gembus, kakak iparnya.  Koplo mudah berbaur dengan tetangga  Gembus. Setiap ada kegiatan di masjid,  Koplo tidak pernah ketinggalan.
Suatu hari, tetangga  Gembus mengadakan kenduri pengetan orang meninggal. Biasanya pada saat kenduri dibacakan doa-doa, pembacaan Surat Yassin, dan ada sedikit tausiah. Setelah acara selesai, tuan rumah akan membagikan nasi kenduri yang dimasukkan dalam wadah.
Semua orang yang ikut kenduri mendapatkan nasi kenduri, termasuk  Koplo.  Koplo mengikuti orang-orang di rumah itu. Wadah nasi kenduri dibuka, lalu dimakan.  Koplo melakukan hal yang sama.  Koplo makan dengan antusias. Namun, dia heran.
“Kok, orang-orang makannya tidak dihabiskan? Sementara aku kebacut makan dengan lahap?” batin  Koplo.
Ibarat kehujanan, sudah terlanjur basah. Akhirnya Koplo menghentikan makannya. Para tetangga memperhatikan  Koplo sambil tersenyum. Dengan tersipu malu, ditutupnya wadah nasi kenduri yang masih tersisa sedikit. 
 Koplo dan orang-orang yang ikut kenduri pulang. Sampai di rumah,  Koplo bilang pada  Gembus.
“Mas Gembus, orang-orang tadi kok makannya tidak dihabiskan. Apa mungkin lauknya tidak cocok?”
“Bukan begitu, Mas Koplo. Memang kalau di sini, bila kenduri, nasi kendurinya cuma diambil sedikit lalu dimakan. Yang lainnya alias sisanya dibawa pulang.”
“Oalah, adatnya memang begitu, ya. Tiwas tadi punyaku kumakan sampai mau habis. Pantas saja orang-orang tadi heran melihatku makan. Sampeyan kok tidak memberi tahu ta, Mas Gembus.”
“Buat pengalaman, Mas Koplo. Kalau di Yogya, nasi kenduri dibawa pulang dalam keadaan utuh, ya.”
“Iya,” kata Koplo sambil nyengir. (SELESAI)

*Catatan: Tulisan di atas naskah asli.

Kamis, 14 Februari 2019

Catat Keuangan Anda di Akun.biz, Buku Kas Online


Sebuah yayasan atau perusahaan, boleh dipercayakan pada orang lain atau saudara sendiri. Namun, soal keuangan tetap harus dikontrol. Jangan sampai  yayasan atau perusahaan yang dikelola orang lain, keuangannya tidak beres, laporan keuangan juga acak-acakan. 

Zaman sekarang, mencatat uang keluar masuk atau pemasukan dan pengeluaran, bisa dilakukan dengan buku kas online. Dengan buku kas online ini, pemilik yayasan atau perusahaan bisa mengontrol laporan keuangan dari mana saja. Pemilik yayasan atau perusahaan tidak perlu harus datang ke kantor untuk mengetahui laporan keuangan. 

Nah, yuk, kita berkenalan dengan buku kas online ini. Buku kas online tersebut adalah Akun.biz.Yuk, berkenalan dengan Akun.biz terlebih dahulu.

Apakah Akun.biz itu?
Akun.biz adalah aplikasi keuangan yang berfungsi sebagai buku kas untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, dan utang piutang. Dari hasil pencatatan tersebut, aplikasi ini akan menyajikan laporan yang berisi total pemasukan, pengeluaran, dan selisihnya.

Akun.biz memudahkan Anda dalam mengelola keuangan pribadi, keluarga, organisasi, teamwork, komunitas dan wirausaha kecil. Akun.biz berguna untuk menekan pengeluaran pribadi, mengetahui pendapatan organisasi, dan memberi gambaran dasar berapa keuntungan wirausaha Anda.

Bagaimana caranya?
Akun.biz bisa diakses melalui tiga cara, yaitu:
1. Buka www.akun.biz/apps lewat internet browser, atau
2. Cari dan download Akun.biz versi Android di Google PlayStore, atau
3. Cari dan download Akun.biz versi IOS di Apple AppStore.

Sesudah itu, Anda tinggal register/sign up lalu langsung bisa melakukan pencatatan. Sekali register, data keuangan Anda bisa diakses pada semua alat di atas. Anda hanya perlu login/sign in sesuai email dan password yang Anda gunakan.

Apakah Keunggulannya?
Akun.biz sangat mudah dan praktis
Cukup catat pemasukan dan pengeluaran dalam beberapa klik, lalu lihat laporannya, itu saja.

Akun.biz berbasis internet sehingga karyawan bisa diminta untuk mencatat di kantor lewat komputer, sementara Anda dapat memantau hasilnya lewat smartphone dari mana pun.

Akun.biz berbasis cloud, walau handphone atau komputer rusak, data keuangan tetap aman dan bisa diakses.

Laporan Akun.biz dilengkapi grafik sehingga mudah dianalisis. Laporan juga dapat diunduh dalam format PDF.

Akun.biz menyediakan beberapa peralatan tambahan, di antaranya Catatan Online atau Online Invoice. Akun.biz juga bersifat multiuser, data keuangan dapat dikelola  oleh Anda dan pegawai dengan hak akses yang bisa Anda atur sendiri.

Gratis Atau Berbayar?
Akun.biz memiliki dua tipe, yaitu Gratis dan Premium. Anda bisa menggunakan Akun.biz secara gratis atau Anda bisa menaikkannya menjadi premium jika menginginkan  fasilitas lebih banyak. Silakan buka aplikasi untuk mengetahui perbedaan antara tipe Gratis dan Premium. 

Wah, kalau begitu, agar catatannya rapi dan tidak hilang,  perlu catatan online semacam ini. Ini cocok banget buat yayasan atau perusahaan.

Bagi Anda yang ingin catatan keuangannya rapi dan tidak lagi ada kata thekor, sebaiknya gunakan Akun.biz Buku Kas Online.

Sumber bacaan: 
Akun.biz

Rabu, 13 Februari 2019

PEREMPUAN HARUS MENCATAT KEUANGAN MESKI SEDERHANA

Sejak remaja, saya sering melakukan pencatatan keuangan secara sederhana. Meskipun hanya dengan buku kas tabelaris, rasanya kok ya terbantu. Padahal kalau dipikir-pikir uang pemasukan hanya dari uang saku. Pengeluarannya adalah uang dipakai untuk jajan. Namanya juga sok gitu, biar ada kerjaan corat-coret.

Ketika mulai bekerja, pencatatan keuangan sederhana itu benar-benar sangat menguntungkan saya. Walaupun uang yang saya pegang tidak terlalu banyak, tapi benar-benar sangat bermanfaat. Kehilangan sepuluh rupiah saja tetap ketahuan. Oleh karena uang  didapatkan dari gaji dan jasa memberi les anak-anak sekolah, sepertinya jumlahnya semakin banyak, sebab makan sehari-hari masih ikut orang tua. Hehehe, ketahuan kan kenapa uangnya tetap banyak. Untuk pengeluaran paling-paling hanya untuk transport, sarapan, beli bedak, lipstik, kebutuhan perempuan, dan lain-lain. Namun, tetap saja semua saya catat pada buku kecil.

Setelah menikah, memiliki anak, memiliki penghasilan, menerima nafkah dari suami, ada tambahan dari berkebun, pencatatan keuangan secara kasar tetap saya lakukan. Mengapa demikian? Semakin hari kebutuhan kami semakin banyak, pengeluaran semakin besar, perlu pencatatan keuangan, agar tidak ada salah paham di antara saya dan suami. Benar sih, semua gaji suami sudah diberikan pada saya secara ikhlas, tapi saya harus bisa menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Bila ada catatan keuangan, tinggal dibuka saja sudah beres. Saya dan suami sangat terbuka dalam hal keuangan.Saya masih menggunakan catatan manual yang lebih praktis.

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti acara KEB Intimate yang diselenggarakan KEB Chapter Solo. Salah satu sponsor dari acara tersebut adalah Akun.biz. Saya menyimak dengan seksama. Ternyata Akun.biz adalah aplikasi keuangan yang berfungsi sebagai buku kas untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, dan utang piutang.

Saya tertarik dan ingin menggunakan Akun.biz agar keuangan saya tercatat dengan rapi. Namun demikian, saya harus mengenal Akun.biz terlebih dahulu.

Apakah Akun.biz itu?
Akun.biz adalah aplikasi keuangan yang berfungsi sebagai buku kas untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, dan utang piutang. Dari hasil pencatatan tersebut, aplikasi ini akan menyajikan laporan yang berisi total pemasukan, pengeluaran, dan selisihnya.

Akun.biz memudahkan Anda dalam mengelola keuangan pribadi, keluarga, organisasi, teamwork, komunitas dan wirausaha kecil. Akun.biz berguna untuk menekan pengeluaran pribadi, mengetahui pendapatan organisasi, dan memberi gambaran dasar berapa keuntungan wirausaha Anda.

Bagaimana caranya?
Akun.biz bisa diakses melalui tiga cara, yaitu:
1. Buka www.akun.biz/apps lewat internet browser, atau
2. Cari dan download Akun.biz versi Android di Google PlayStore, atau
3. Cari dan download Akun.biz versi IOS di Apple AppStore.

Sesudah itu, Anda tinggal register/sign up lalu langsung bisa melakukan pencatatan. Sekali register, data keuangan Anda bisa diakses pada semua alat di atas. Anda hanya perlu login/sign in sesuai email dan password yang Anda gunakan.

Apakah Keunggulannya?
Akun.biz sangat mudah dan praktis
Cukup catat pemasukan dan pengeluaran dalam beberapa klik, lalu lihat laporannya, itu saja.

Akun.biz berbasis internet sehingga karyawan bisa diminta untuk mencatat di kantor lewat komputer, sementara Anda dapat memantau hasilnya lewat smartphone dari mana pun.

Akun.biz berbasis cloud, walau handphone atau komputer rusak, data keuangan tetap aman dan bisa diakses.

Laporan Akun.biz dilengkapi grafik sehingga mudah dianalisis. Laporan juga dapat diunduh dalam format PDF.

Akun.biz menyediakan beberapa peralatan tambahan, di antaranya Catatan Online atau Online Invoice. Akun.biz juga bersifat multiuser, data keuangan dapat dikelola  oleh Anda dan pegawai dengan hak akses yang bisa Anda atur sendiri.

Gratis Atau Berbayar?
Akun.biz memiliki dua tipe, yaitu Gratis dan Premium. Anda bisa menggunakan Akun.biz secara gratis atau Anda bisa menaikkannya menjadi premium jika menginginkan  fasilitas lebih banyak. Silakan buka aplikasi untuk mengetahui perbedaan antara tipe Gratis dan Premium. 

Wah, kalau begitu, agar catatannya rapi dan tidak hilang, saya perlu catatan online semacam ini. Ini cocok banget buat saya yang juga menekuni bisnis kecil-kecilan secara online dan offline.

Bagi Anda yang ingin catatan keuangannya rapi dan tidak lagi ada kata thekor, sebaiknya gunakan Akun.biz Buku Kas Online.

Selasa, 12 Februari 2019

BUKU NGEBLOG SERU ALA IBU-IBU [ANTOLOGI IIDN]

Foto: Najmubooks Publishing


NGEBLOG ALA IIDN

Siapa bilang ngeblog itu sulit? Daripada mengeluh nggak bisa nulis di blog, ayolah, buka blognya biar tidak lumutan. Nulis sedikit demi sedikit lalu endapkan beberapa saat. Buka lagi draf tulisan, dipoles sedikit kalimatnya, lalu tayangkan.

Jangan takut tak ada yang membaca! Biarlah, bila memang tak ada yang membaca. Oya, setelah tulisannya ditayangkan, jangan lupa Link-nya dibagikan ke sosmed yang dimiliki. Minta izin agar keluarganya mau membaca.

Nulis lagi, posting lagi, dan seterusnya. Ah, tetap tidak pede! Kalau begitu, berarti
Anda perlu membaca buku ini. Buku antologi, kumpulan Ibu-Ibu Doyan nulis ini sangat membantu bagi penulis pemula, penulis yang ingin didukung agar konsisten ngeblog, dan dapat penghasilan dari ngeblog.

Penasaran kan? Ya, daripada penasaran, yuk ikutan PO. Cuma bayar 70 ribu plus ongkir, nggak mahal kan. Bisa untuk hadiah orang tercinta, sahabat karib, atau untuk menambah koleksi perpustakaan.

Yang mau pesan, inbox ya. Ditunggu sampai 21 Februari. Setelah itu harga kembali normal 80 ribu.

Sabtu, 09 Februari 2019

Jangan Mengganggur! Yuk, Lakukan Pekerjaan Untuk Menambah Penghasilan!

TIDAK ADA PENGANGGURAN

noerimakaltsum.com. Tidak ada pengangguran, asal mau bergerak dan beraktivitas. Bergerak ke luar rumah dengan cara bercocok tanam, beternak, berdagang, membuka jasa, bekerja pada orang lain, dan lain-lain. Kuncinya tetap nyaman beraktivitas dengan hasil bernilai halal, pasti akan mendapatkan penghasilan. Asalkan kita mampu melihat dan menangkap peluang, Insya Allah pundi-pundi tetap terisi.

Bila berada dalam posisi tidak memiliki pekerjaan tetap, ya jangan punya patokan nek ora nyambut gawe ngene terus wegah (kalau pekerjaannya tidak sesuai, tidak mau bekerja). Ambil saja peluang yang ada, tekuni dulu, nikmati prosesnya, dan lihat hasilnya. Mending melakukan suatu pekerjaan, meski hasilnya nggak cocok daripada menunggu pekerjaan yang cocok, tapi malah menganggur lama dan tak memiliki penghasilan.

Burung saja tiap pagi mau keluar dari sarangnya agar bisa makan, lalu pulang pada sore hari. Lihatlah, jutaan burung bermigrasi dari luar negeri ke Yogyakarta atau kota lain di Indonesia hanya untuk bertahan hidup. Mereka mencari tempat yang aman dan nyaman, tidak dingin dan menyediakan makanan yang cukup. Apakah masih mau kalah dengan burung?

Saya sering mengamati para pedagang berjualan di Taman Pancasila. Meski tidak laku banyak atau laris, pedagang tetap berjualan. Meski di Pasar Jungke atau Pasar Bejen dagangannya tidak laku keras, demi mendapatkan rupiah, para pedagang tetap berjualan sambil mencari alternatif pekerjaan lainnya. Mereka memiliki prinsip, harus keluar rumah untuk mendapatkan rupiah. Mereka beranggapan bahwa kalau ora omah, ora mamah (tidak kerja, berarti tidak makan).

Beberapa pedagang di pasar, usia mereka sudah cukup sepuh. Namun, mereka tidak mau tinggal diam di rumah, padahal anak-anaknya bisa memberikan semua keinginan orang tua. Kata mereka, "Kalau tidak gerak, badan sakit semua."

Orang-orang yang berjualan di pasar, berangkat pada saat matahari belum juga menyapa bumi. Apakah kita mau kalah dengan orang tua? Malu dong! 

Teman-teman saya yang bergabung di grup kreasi bunga plastik, mereka memanfaatkan plastik dan botol untuk dibuat kerajinan dan laku dijual. Ternyata teman-teman juga dibantu suaminya untuk mengerjakan pembuatan bunga dari botol. Ada yang hasil kerajinannya banyak tapi tak bisa memasarkan, ada pula yang tak punya barang tapi banyak pesanan. Nah, di sini bisa bekerja sama, kan? Yang memiliki banyak karya bisa menitipkan dagangannya ke teman yang sudah banyak pesanan tetapi tidak bisa memenuhi pasar.

Perempuan cenderung mau melakukan pekerjaan apa saja, kadang tidak pilih-pilih, yang penting dapat uang. Untuk itu, bergerak dan beraktivitas adalah upaya mendapatkan penghasilan. Jelas, tak ada pengangguran kecuali bagi mereka yang tak mau memanfaatkan peluang. Jangan menganggur! Yuk, lakukan pekerjaan apa pun untuk menambah penghasilan. 

Senin, 04 Februari 2019

KEB Intimate Bersama Komunitas Perempuan Solo Berbagi Inspirasi

Foto: Rani Afandi

Pada bulan Januari, Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) berulang tahun. Tahun 2019 ini KEB berusia 7 tahun. Bagi suatu komunitas, usia 7 tahun adalah usia yang cukup matang. Di Solo, peringatan 7 tahun KEB ini diperingati pada hari Minggu, 27 Januari 2019 dalam KEB Intimate dan mengambil tema Self Development. Dalam acara KEB Intimate ini dihadiri oleh anggota KEB dan tamu undangan dari 9 komunitas perempuan yang ada di Solo. 

Bagi saya, bisa menghadiri acara ini merupakan hal yang istimewa. Selama saya bergabung di KEB, baru kali ini bisa mengikuti acara yang diadakan KEB Chapter Solo. Sebelumnya saya belum bisa mengikuti arisan ilmu yang diselenggarakan KEB karena suatu hal. Senang rasanya, ada waktu dan kesempatan, sehingga terwujud sudah keinginan saya untuk menghadiri acara KEB.

Saya memasuki kawasan Hotel Best Western Primier Solo Baru yang sejuk karena bekas air hujan masih membasahi di sekitarnya. Sapaan  Pak Satpam dan karyawan menunjukkan keramahan Best Western Primier dalam menyambut tamu-tamu. Saya menuju bagian resepsionis untuk menanyakan posisi ruang pertemuan acara blogger. Di lobi, saya bertemu dengan karyawan kosmetik Wardah yang akan mengisi sesi beauty class. Saya merasa beruntung  ada teman seperjalanan menuju lantai 21 dengan menaiki lift (maklum, saya tidak memiliki keberanian berada di lift tanpa teman yang saya kenal, takut diculik). 


Dok.pri

Di lantai 21, teman-teman panitia sudah siap menyambut tamu undangan. Setelah mengisi daftar hadir, saya harus diambil gambarnya dulu, lalu dipost di instagram.  Foto yang sudah ditayangkan di instagram, saya tunjukkan sebagai syarat pengambilan goodie bag. Bagi saya, kehadiran  saya pada acara ini memang membawa keberkahan. Dua buah tas dari sponsor Kosmetik Wardah dan tisu Trust me panitia angsurkan pada saya. Alhamdulillah, kalau sudah rezeki tak akan lari ke mana, tapi kalau saya tak ke mana-mana alias tidak menghadiri acara ini, mestinya juga tak mendapatkan rezeki. 

Beberapa teman blogger langsung menawari saya untuk mengambil sarapan yang telah disediakan. Sarapan berupa snack berat dan ringan serta minuman tersebut bisa diambil secara bebas karena jenis dan jumlahnya cukup banyak. Pilihan minumannya ada jeruk, kopi, dan teh. Snack yang tersedia, di antaranya adalah pangsit, tahu isi, burger, kaki naga, kue, pastel, puding, kacang atom, dan lain-lain. Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu. Oya, ada buah-buahan juga. Pokoknya sangat lengkap dan bikin ketagihan. Berhubung saya telah menerapkan pola makan ambil secukupnya, tidak boleh berlebihan, dan makanan harus dihabiskan, maka saya tidak aji mumpung. Tidak mumpung semua gratis lalu saya ambil semua.  


Dok.pri

Tamu undangan mulai memenuhi ruangan. Meskipun kursi yang tersedia hampir penuh, tapi dalam ruangan ini tidak terasa gerah karena full AC, adem dan nyaman. Dekorasi dan pilihan warna pastel di dalam ruangan menambah suasana menjadi teduh. Kebetulan pakaian yang kami kenakan bertemakan warna pastel, semakin tambah teduh, bukan. 


Dok.pri
Dalam acara KEB Intimate ini, saya jadi mengenal teman baru. Selain mengenal teman baru, saya juga bertemu teman dunia maya. Memang sebagai orang yang aktif menggunakan sosial media, saya berteman dengan banyak penulis dan blogger di dunia maya. Ternyata, pertemanan di dunia maya itu berlanjut dengan pertemuan di dunia nyata. Itu berkat acara KEB Intimate yang keren habis. 


Dok.pri
Acara bertambah seru dengan dua orang MC yang super heboh dan bikin hidup suasana. Mereka berdua adalah Mak Ana Ike dan Mak Sara Neyrhiza. Keduanya membawakan acara dengan mengajak tamu undangan berkomunikasi secara interaktif. 

Ada 9 komunitas perempuan Solo yang diundang dalam acara KEB Intimate ini, yaitu Ibu-ibu Doyan Nulis Solo Raya, Institut Ibu Profesional, Kompaker Solo, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, Expert Women, Cheerful Mother Club, Rajuters Solo, Solo Mendekor, dan Kreasi Karya Kita. Dari perkenalan perwakilan tiap komunitas yang hadir ini, ilmu saya jadi bertambah. Saya mengambil kesimpulan bahwa ternyata perempuan juga menjadi sumber inspirasi. Perempuan bisa menjadi sumber belajar dan menggali ide. Menurut saya, ini sangat luar biasa karena perempuan-perempuan yang hadir di sini, selain bekerja, masih bisa melakukan aktivitas dengan bergabung di komunitas.

Pada banyak acara, saya sering mengambil gambar dengan tujuan untuk disimpan sebagai dokumen. Namun, kali ini saya hanya mengambil gambar seperlunya. Mak Rani Afandi diberi tugas sebagai fotografer. Jadi, ada beberapa gambar milik Mak Rani bisa dipakai untuk menunjang tulisan ini. Matur nuwun, ya Mak Rani.

Acara inti dalam KEB Intimate ini mengundang pembicara Mak Indah Adeera. Mak Indah menyampaikan bahwa perempuan itu harus pandai, mandiri secara finansial, bisa  peran, menempatkan diri sesuai perannya, tanggung, ulet, tanggung jawab, tapi tetap bisa membahagiakan diri sendiri. Banyak hal yang disampaikan Mbak Indah merupakan pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi yang inspiratif ini adalah sumber ilmu. Saya bisa belajar dari pengalaman Mbak Indah. Banyak kesesuaian antara hal yang disampaikan Mak Indah dengan pengalaman sehari-hari. Itu artinya saya memiliki pemahaman yang sama dengan Mak Indah.


Mak Indah Adeera
Dok.pri

Bagi perempuan, terutama sebagai muslimah, penting untuk mengetahui peranan perempuan dalam keluarga maupun masyarakat. Perempuan sebagai Istri, menempati urutan pertama. urutan kedua dan seterusnya adalah perempuan sebagai Ibu, anak, diri sendiri, dan makhluk sosial. Perempuan yang berhasil menjadi istri yang baik dan bahagia, akan menjadikan rumah tangganya bahagia. Anak-anak, keluarga dan lingkungan sosial juga bahagia karenanya. 

Kebahagiaan akan datang bila seseorang merasakan bahagia. Sesuatu menjadi positif bila seseorang berpikir secara positif dan tidak menyalahkan keadaan. Mengubah pandangan terhadap sesuatu sangat penting untuk mewujudkan kebahagiaan.

Meskipun acara ini khusus untuk perempuan, tapi ada seorang yang menyampaikan sesuatu  tentang Hotel Best Western Primier Solo Baru. Beliau adalah Mas Denis. Mas Denis menyampaikan tentang hotel yang digunakan untuk acara ini. Selain itu, Mas Denis juga membagikan 5 buah voucer sarapan pagi dan renang untuk 5 orang yang beruntung. Wah, lumayan juga ya hadiahnya.

Oya, ada sedikit informasi  tentang Hotel Best Western Primier Solo BaruHotel Best Western Primier Solo Baru terletak di Jalan Ir. Soekarno, Madegondo, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Telepon (0271) 623123.  Hotel ini dekat di jantung kota Grogol, Hartono Mall, ATW Surakarta, Pasar Klewer, Perpustakaan Museum Radya Pustaka, Pasar Gede, dan Universitas Negeri Sebelas Maret.

Di hotel ini pelayanannya sangat prima dan fasilitas cukup memadai, yakni tersedia banyak kamar, bar/lounge, spa layanan lengkap, kolam renang out door, sarapan tersedia, klub kesehatan, pusat konferensi, antar jemput ke bandara, ruangan ber-AC, layanan kebersihan harian, brankas di resepsionis, Wi-Fi dan tempat parkir gratis, mushola yang representatif dan nyaman.

Dari lantai 21, saya melihat pemandangan sekitar yang cukup indah. Saya dan teman-teman sempat melakukan pemotretan. Bagi saya dan teman-teman, mengambil gambar itu penting, mengingat kami sebagai blogger dan menggunakan akun instagram, harus sering update tulisan.

Setelah istirahat, sholat, dan makan Snack berat, acara dilanjutkan dengan Beauty Class. Meskipun saya belum pernah ikut Arisan Ilmu yang diselenggarakan KEB Solo, tapi saya tahu bahwa Wardah Cosmetics pernah mengisi Beauty Class. Oya, goodie bag yang saya dapatkan berisi sampel bedak, sampo, dan Perfect Bright tone up cream. 
Dok.pri
Waktunya memanfaatkan kesempatan berdandan. Kali ini Wardah Cosmetics memberikan tips untuk tetap cantik tetapi tidak menor. Saya senang mendapatkan tips ini karena saya termasuk perempuan yang tidak suka dandan terlalu menor. Saya biasa menggunakan kosmetik secara tipis-tipis. Selama Beauty Class berlangsung, Wardah Cosmetics bagi-bagi hadiah bagi peserta yang beruntung.
  Acara lain yang tak kalah penting adalah pemotongan puding ulang tahun. Lo, kok bukan tumpeng nasi kuning atau kue tart, gitu? Ya, biar beda dengan yang lain. Pemotongan puding ini dilakukan Mak Indah Julianti dan Mak Sumarti Saelan dan diserahkan kepada Ketua KEB Chapter Solo, Mak Ety Abdoel. 


Dok.pri

Syukur alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Saya tambah bersyukur karena selain mendapatkan goodie bag, juga mendapatkan doorprize berupa tas cantik dari Marawa Handmade. Ternyata benar lo, silaturahmi mendatangkan rezeki. Rezeki yang saya dapatkan dari silaturahmi ini adalah mendapatkan sahabat baru, mendapatkan materi, mendapatkan ilmu dan semuanya berkah.


Dok.pri
Bahagia itu sederhana, bertemu, berkumpul dan berbagi cerita, pengalaman dan inspirasi bersama-sama perempuan yang bergabung dalam komunitas. Semoga pada waktu mendatang, saya bisa kembali hadir di acara Arisan Ilmu yang diselenggarakan KEB.






·