Selasa, 23 Juli 2019

Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu Diburu Para Blogger





Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu karya Widyanti Yuliandari dan kawan-kawan ini, sekarang banyak dicari para blogger. Baik blogger pemula maupun blogger yang sudah lama ngeblog ingin memiliki buku ini. Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini memang unik. Buku ini ditulis oleh 39 perempuan dengan 40 judul. Isinya benar-benar keren.

Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini diterbitkan secara indie dengan penjualan bagus. Rasanya tidak salah bila buku ini akan dicetak ulang. Mengapa demikian? Sebab siapa saja yang sudah membaca salah satu atau beberapa tulisan, maka dia ingin membaca tulisan yang lain sampai selesai. Yang belum memiliki, mereka memburu.

Untuk blogger pemula bisa belajar banyak hal dari tulisan dalam buku ini. Untuk itu, bagi yang ingin memiliki buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu, kalau nanti dibuka Pre Order silakan segera pesan dan jangan sampai kehabisan. Dapatkan keuntungan-keuntungannya bila telah memiliki dan membaca buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu.

Meskipun buku antologi tapi percayalah para penulis adalah penulis pilihan. Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini disusun setelah menyeleksi banyak tulisan yang masuk dalam suatu sayembara. Penanggung Jawab buku ini juga blogger mumpuni. Jadi, isinya dijamin berkualitas.

Pasti ada yang penasaran dengan Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu. Untuk itu tunggu informasi berikutnya ya. Kalau ketinggalan informasi, jangan salahkan saya bila nanti nggak kebagian bukunya.

Sabtu, 20 Juli 2019

Rezeki Akan Datang Bila Sudah Waktunya



Beberapa waktu yang lalu di salah satu komunitas yang saya ikuti seru membicarakan honorarium pemuatan tulisan. Tentu saja sebagai penulis, kami punya hak untuk mendapatkan honor setelah tulisan dimuat di media. Hanya saja kadang sebagian tidak sabar akan cairnya honor.

Bagi saya honor adalah bentuk rezeki nomplok karena niat awal menulis adalah berbagi. Setelah tulisan dimuat, saya tidak terlalu berharap honor segera cair. Bila cair secepatnya, cukup disyukuri. Bila cairnya lambat, ya tidak masalah.

Kalau teman-teman menanyakan waktu paling cepat pencairan honor, bisa diambil sendirikah, dan lain-lain, saya juga tak bisa menjawab. Saya tidak memusingkan soal honor. Nah, kalau iseng-iseng ke bank lalu mencetak buku rekening ternyata ada pemasukan, saya sangat bersyukur.

Seperti hari ini, honor dari tulisan Jon Koplo dan resensi telah cair. Alhamdulillah, rezeki memang selalu datang tepat waktu. Ya, beginilah kebahagiaan penulis, yakni tulisan dimuat lalu honor cair dengan segera.

Selain dari nulis, saya juga mendapatkan rezeki dari menjual anak ayam. Kebetulan di rumah ada beberapa ayam betina. Ada yang baru bertelur, ada yang mengeram, dan anak-anaknya telah keluar dari cangkangnya. Anak-anak ayam inilah yang bisa untuk menggelembungkan pundi-pundi saya. dari penjualan anak ayam ini dapat lumayanlah, bisa untuk membeli sayur dan lauk.

Masih ada satu lagi rezeki yang datang pada saat yang tepat adalah panen padi. Tiga bulan penantian saya dan keluarga berbuah manis. Kemarin keluarga panen padi. Beruntung sawah di belakang rumah selalu menghasilkan padi berkualitas baik. panen kali ini hasilnya sangat memuaskan. Jadi, bila rezeki selalu datang pada waktu yang tepat, pantaskah saya tidak bersyukur?

Selasa, 16 Juli 2019

Daftar Nama Mahasiswa Kimia D3 Angkatan 1990 IKIP Negeri Yogyakarta (Sekarang Universitas Negeri Yogyakarta)





Setelah sekitar 20-an tahun berpisah karena saya dan teman-teman harus kembali ke kampung halaman dan bekerja, kini saatnya ingin kembali bertemu dengan teman-teman seangkatan. Tahun 1990, saya dan teman-teman kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Kimia D3, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Adapun nama-nama mahasiswa Kimia D3 adalah sebagai berikut:
1.    Sumarsono
2.    Aih Suciati
3.    Fathikah
4.    Surahmi
5.    Zanuarto Ambar Suryono
6.    Sapta Pramana
7.    Achmad Muhari
8.    Rohmat Widiyanto
9.    Sunarni
10. Noer Ima Kaltsum
11. Sugiarti
12. Mardiyanti
13. Darwati Kartikasari
14. Nindarsari
15. Ali (Muhammad Ali)
16. Sopyantara
17. Muryani
18. Anastasia Sri Utami
19. Sri Rejeki (almh)
20. Eni Juaeni
21. Siti Yuhanah
22. Tri Haryati
23. Siti Fathonah
24. Nur Khasanah
25. Petrus Joko (mengundurkan diri)
26. Mulyaningsih
Di antara kedua puluh enam orang ini, saya dan teman-teman masih mencari keberadaan dan informasi dari:
1.    Fathikah
2.    Tri Haryati
3.    Sopyantara
4.    (Muhammad) Ali
5.    Ahmad Muhari
6.    Darwati Kartikasari (MTs Al Fatah Banjarnegara)
7.    Sunarni
8.    Muryani
9.    Rohmat Widiyanto
10. Mulyaningsih
11. Anastasia Sri Utami
12. Mardiyanti
13. Nur Khasanah
14. Sugiyarti
Semoga dalam waktu dekat saya dan teman-teman bisa mengetahui informasi tentang teman-teman di atas.

Sebenarnya saya mau mengunggah foto bersama yang ada, tapi karena ada teman yang sekarang sudah berhijrah memakai jilbab, maka saya tidak bisa menampilkan foto bersama tersebut.



Sabtu, 13 Juli 2019

Liburan Seru Ala Anak-Anak Dengan Wisata Edukasi




Setelah terima rapor kenaikan kelas, seperti sebelumnya anak-anak libur selama 3 minggu. Bagi anak-anak libur adalah saat yang ditunggu-tunggu. Libur panjang ada sisi positif dan negatif bila waktu tidak dikelola dengan baik. Antara orang tua dan anak harus memiliki kesepakatan dalam mengisi libur panjang tersebut.

Pada dasarnya anak menurut orang tua. Tugas orang tua, Bapak dan Ibu memilihkan kegiatan yang sesuai dengan keinginan agar anak tidak merasa bosan. Beberapa alternatif jenis kegiatan ditawarkan pada anak. Namun, orang tua juga mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan tersebut.


Selama libur panjang sekolah ini, saya mengamati di sekitar rumah, membaca informasi dan berita baik di media sosial maupun media cetak, melihat langsung kegiatan di tempat Bimbingan Belajar. Beberapa kegiatan yang dilakukan anak-anak selama liburan (meskipun hanya dalam hitungan hari, bulan selama tiga minggu libur sekolah), antara lain adalah:

Mengikuti kelas berbayar (menggambar, memasak, menulis, pesantren, dan lain-lain)
Berwisata edukasi
Menginap di rumah saudara
Belajar berwirausaha
Membantu orang tua

Bagi anak-anak sekarang, gawai adalah barang yang sulit dilepaskan. Namun, dengan adanya kegiatan yang menyenangkan selama liburan, bisa jadi gawai tidak tersentuh sama sekali. Yang penting selama kegiatan mengisi liburan berlangsung, orang tua benar-benar memberikan dukungan penuh kepada anak-anak.



Bagi anak-anak, liburan terasa menyenangkan dan tidak membosankan bila mereka bisa menikmati masa liburan dengan suka cita. Anak-anak merasa kehilangan sesuatu bila kegiatan tersebut terlewat begitu saja.

Jadi, Bapak dan Ibu mulai sekarang bisa mencari informasi tentang kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk anak-anaknya selama libur panjang. Lebih baik bila Bapak dan Ibu bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.  Semoga libur panjang di waktu yang akan datang lebih seru dan menarik.

Selasa, 02 Juli 2019

Pingin Nulis Dapat Duit? Lakukan Langkah-Langkah Ini!

Dok. IIDN Solo Raya

Kamu ingin tulisanmu dapat duit, tapi tidak mau melewati tahap yang berliku-liku? Jangan mimpi di siang bolong #katapujangga.

Ikuti proses menulis secara natural. Jangan tersinggung saat tulisan dikurasi orang lain ternyata banyak kesalahan-kesalahan. Menulislah dengan hati penuh ikhlas. Berharaplah tulisan kamu bisa memberikan manfaat pada orang lain.

Bila sudah melakukan sepenuh hati maka perlu menambah wawasan, pengetahuan, dan berupaya untuk bisa lebih baik.

Cobalah kirimkan tulisanmu di media massa. Bila tulisanmu ditolak., jangan berkecil hati. Kamu bisa merevisi dan mempercantik tulisan, lalu kirimkan ke media lain. Siapa tahu tulisanmu berjodoh di media lain. Gagal lagi? Nggak usah ngamuk. Baru beberapa kali kirim tulisan ditolak, itu belum seberapa.

Saya punya kenalan seorang penulis. Dia pernah bercerita selama sekitar 10 tahun, tiap bulan kirim cerpen di KR, baru sekali dimuat (waktu itu). Itu artinya pada tulisan ke 120 cerpennya tembus di KR. Padahal kenalan saya ini cerpen dan tulisannya sudah banyak yang dimuat di media massa, sering juara lomba nulis cerpen yang skalanya nggak tanggung-tanggung. Kuncinya sabar. Mungkin jalan yang harus ditempuh memang begitulah.

Jadi, sekelas Ima kok tulisannya ditolak, ya wajarlah. Belajar nulis datnyeng, nulis belum begitu rapi dan enak dibaca kok ujug2 mau tenar. Sabar, sabar, Im. Belajar nulis lagi. Jangan beranggapan gampang menaklukkan media massa.

Biasanya penulis pemula, bergabung di banyak komunitas nulis, ingin ikut sana sini, nggak fokus, banyak tugas, mengeluh capek, merasa sudah ikut training nulis, tapi tulisannya belum memenuhi syarat. Putus asa. Merasa perjuangannya sudah banyak mengucurkan keringat.

Lalu menyalahkan iklan training, pelatihan nulis, dan mentor. Katanya ikut training atau pelatihan nulis, bisa balik modal, buktinya mana? Merasa waktu untuk belajar sia-sia. Uang yang dikeluarkan juga tak sedikit. Ya, maunya minimal modal training balik.

Kamu evaluasi lagi ya. Sudah rutin menuliskah? Sudah menerapkan materi yang didapat selama mengikuti training atau pelatihan menuliskah?

Pelan-pelan saja. Bila kamu belajar nulis dari nol, ya yang sabar ya. Orang sabar disayang Tuhan.

Kalau kamu mau nulis dapat duit, tapi nggak punya uang untuk biaya pelatihan atau training tulisan, silakan bergabung di IIDN Solo Raya. Di sana banyak kompor yang memanasi kamu. Semangat kamu bakal membara. Mengapa demikian? Karena kamu bakal iri, teman-teman sering tembus media, terbit buku antologi maupun solo. Ah, masa sih? Benar! Ya, bisa dicoba dulu nulis cerita lucu di Solopos Ah tenane dengan tokoh Jon Koplo.

Gimana cara belajar nulis cerita lucu? Yuk gabung di IIDN Solo Raya. Setelah itu bersiap-siaplah, kamu bakalan kaget dikejar transferan.

Kamis, 27 Juni 2019

Penulis Yang Baik Rajin Membaca


Banyak orang yang bilang mau jadi penulis, tapi hanya sedikit saja yang mau praktik menulis. Banyak orang yang mulai menulis, tapi masih banyak yang melupakan kebiasaan membaca. Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak bisa dipisahkan oleh penulis.

Saya bersyukur antara kegiatan membaca dan menulis sedikit berimbang. Sebenarnya banyak sekali ilmu yang bisa saya dapatkan dari membaca. Kadang-kadang membaca artikel dari koran yang hanya beberapa kolom saja bisa dijadikan ide menulis untuk tulisan saya. Bila sedang hatinya longgar, menyusun kata demi kata tidak mengalami masalah. 

Menurut saya, dari membaca buku, koran, status orang di media sosial, dan lain-lain, orang bisa membuat tulisan lebih baik. Semakin banyak bahan bacaan, semakin baik tulisan yang disusun. Namun, lebih baik jangan terlalu semangat membaca. Mengapa demikian? Kalau asik membaca, nanti lupa menulis.

Bahan bacaan bisa saya dapatkan dengan cara membeli, meminjam buku kepada orang lain, dan mendapatkan pemberian dari teman. Dahulu, saya membeli buku "harus" yang baru dan di toko buku. Memang harganya sedikit lebih mahal. Seandainya ada diskon, maksimal 30%, itu saja harus di toko buku yang besar.

Beruntung, saya memiliki teman banyak dari berbagai komunitas. Kebetulan saya bergabung di suatu wadah bagi penulis, Temu Penulis Yogyakarta. Di sini saya berkenalan dengan mas Wahyu Wibowo. Lelaki yang suka menulis puisi ini memiliki toko buku online. Toko buku ini menyediakan buku bacaan dari berbagai genre dan tema. Yang saya suka adalah buku bacaan di toko buku ini harganya lumayan miring, diskonnya membuat saya kalap. Awalnya saya ingin bisa membeli buku dengan harga miring. Namun, saya malah tertarik untuk turut menjualkan buku di toko buku online ini, yaitu Toko Buku Bacaan Kita.
Dokumen Bacaan Kita
Tujuan saya menjual buku adalah memberikan kemudahan bagi teman-teman yang ingin memiliki buku bacaan berkualitas dengan harga terjangkau. Sungguh, saya mendapatkan kebahagiaan apabila teman-teman yang menjadi pelanggan saya puas dengan pelayanan Toko Buku Bacaan Kita.

Apabila ada penulis, terutama penulis pemula yang bilang tidak bisa menulis karena tidak ada ide, nah ini solusinya. Silakan koleksi buku-buku yang berkualitas. Anda bisa mendapatkan buku tersebut di toko buku Bacaan Kita. Toko buku ini beralamat di Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Dijamin, Anda akan puas dengan belanja buku di Toko Buku Bacaan Kita.

Sekarang tak ada lagi alasan tidak ada ide, jadi tidak menulis. Bila Anda ingin memiliki buku dengan harga murah dan berkualitas, jangan ragu untuk berkunjung ke Toko Buku Bacaan Kita. Kalau tidak mau repot, bisa juga pesan buku ke Noer Ima Kaltsum

Yuk, nulis. Yuk, baca buku. Yuk, belanja buku di Toko Buku Bacaan Kita.

Selasa, 25 Juni 2019

Kurangi Gorengan, Perbanyak Makan Sayur


Bila ingin tetap sehat dan menjalankan pola hidup sehat, maka perlu berjuang mulai dari rumah.

Sediakan camilan sehat untuk keluarga. Kurangi makanan yang digoreng alias gorengan dan perbanyak makan buah dan sayur.

Pelan-pelan kita tinggalkan gorengan dan beralihlah mengkonsumsi aneka buah-buahan. Tidak perlu menyediakan buah mahal dan jumlah banyak. Pilih buah yang harganya murah dan boleh sesekali beli buah yang mahal.

Pepaya dan pisang termasuk buah meja yang harganya terjangkau. Kadang-kadang kita malas makan buah karena satu buah saja ukurannya besar. Dengan memotong kecil-kecil dan ditaruh di atas piring, siapa pun bisa mengambil dan makan buah.

Yang penting setiap hari makan buah dan sayur.

Senin, 17 Juni 2019

[REVIEW BUKU] AKU DISLEKSIA



AKU DISLEKSIA
Penulis             : Diba Tesi Zalziyati
Penerbit           : ANDI Yogyakarta
Cetakan           : Tahun 2019
Tebal               : 183 + v halaman
ISBN               : 978-979-29-7377-8

Disleksia adalah gangguan neurologi,  seringkali merupakan gangguan yang diturunkan dalam satu keluarga yang memengaruhi cara menerima dan memroses bahasa. Derajat gangguannya sendiri bisa bervariasi, ini bisa dimanifestasikan dalam kesulitan memahami bahasa atau mengekspresikan bahasa, atau keduanya, termasuk di dalamnya proses fonologi dalam membaca, menulis, mengeja, menulis dengan tangan dan terkadang juga kesulitan dalam aritmetika.
Disleksia bukan merupakan hasil dari kekurangan motivasi, kerusakan indra, ketidaktepatan instruksi atau masalah lingkungan, kondisi lain yang terbatas, walaupun mungkin saja bisa terjadi bersamaan dengan gejala ini. Meskipun disleksia disandang seumur hidup, individu dengan disleksia dapat sukses dengan intervensi yang tepat.
Buku "Aku Disleksia" merupakan kisah cerita penulis dari kecil hingga berkeluarga yang menyandang disleksia. Dalam buku ini diceritakan bahwa penulis baru mengetahui dirinya disleksia setelah bekerja. Penyandang disleksia kadang-kadang kebingungan untuk mengungkapkan atau menerangkan sesuatu, sehingga dia akan menggunakan kata ganti ini dan itu untuk menghubungkan sesuatu dengan yang lain.
Suatu ketika penulis ingin mengatakan sesuatu tapi mengalami kesulitan. Seorang dokter di klinik tempat penulis bekerja mengatakan, "Jangan-jangan kamu disleksia, Diba." Selain kesulitan untuk mengatakan sesuatu, penyandang disleksia juga mengalami salah dengar. 
Penyandang disleksia juga sering salah menulis, misalnya kaca mata ditulis caka tama, panjang ditulis japang. Penulis juga mengalami kesalahan dalam melakukan suatu pekerjaan karena antara otak dan anggota badan tidak sinkron dalam menanggapi suatu perintah. Atau penyandang disleksia sering melakukan tindakan ceroboh karena salah memahami suatu perintah.
Sejak SD hingga SMA, penulis malas belajar, terutama membaca teks yang panjang. Belajar ala kadarnya karena merasa tanpa belajar juga bisa mengerjakan tes. Akan tetapi suatu ketika, penulis benar-benar berada di titik paling lemah dan perlu bimbingan serta motivasi. Nilai rapor yang tidak begitu menggembirakan dianggapnya biasa. Namun, pada saat tertentu penulis ingin mengejar pelajaran yang tertinggal tersebut. Pada saat itulah "The Power of energy" dikerahkan. Meskipun tidak semua mata pelajaran nilainya baik, tapi setidaknya mata pelajaran yang diminati nilainya baik, misalnya Bahasa Inggris. Penulis menemukan pola belajar yang sesuai.
Buku ini sangat menarik dan perlu dibaca oleh orang tua yang memiliki putra putri penyandang disleksia. Bagaimana penulis menjalin komunikasi dengan orang tua, saudara, dan orang lain? Bagaimana akibat yang terjadi ketika penulis tidak dapat menerjemahkan maksud dan tujuan pembicaraan dengan orang lain? Apakah keluarga penulis juga ada yang mengalami disleksia atau kebutuhan khusus? Bagaimana penulis bisa mengejar prestasi saat menjadi mahasiswa, padahal sampai semester 4 IPK kurang 2,00? Bagaimana cara penulis memecahkan setiap masalah yang dihadapi?
 Temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di buku “Aku Disleksia”.
(Noer Ima Kaltsum)

Sabtu, 15 Juni 2019

Kami Datang Memenuhi Panggilan-Mu

Beberapa bulan sebelum Ramadan, saya menerima undangan sosialisasi bimbingan manasik Haji dari beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Rasanya seperti saya mau berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini. Betapa waktu cepat berlalu rasanya. Penantian saya dan suami selama 8 tahun, akan segera terwujud. Semoga Allah memberikan umur panjang kepada kami, kemudahan, kelancaran, dan dapat menunaikan ibadah dengan khusuk.

Dari beberapa undangan KBIH, saya dan suami sepakat untuk menghadiri dan ikut bergabung di KBIH Zam-Zam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar. Saya mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Juni 2019, bertempat di Panti Asuhan Putri Aisyah Tegalasri Bejen, Kabupaten Karanganyar. Dalam pertemuan tersebut ada acara perpisahan/pelepasan peserta manasik 2018/2019 (berangkat ke Tanah Suci tahun 2019) dan penerimaan siswa baru manasik tahun 2019/2020.

Saya dan suami Insya Allah berangkat ke Tanah Suci tahun 2020. Hal ini saya ketahui berdasarkan pemaparan Pengurus KBIH, bahwasanya undangan sosialisasi manasik haji, diberikan kepada calon Jemaah haji tahun 2020. 

Di Panti Asuhan Putri Aisyah ini saya bertemu dengan orang-orang yang telah lama saya kenal. Mereka adalah pasangan suami-istri Bapak Slamet Kaelani dan Sri Handayani, Bapak dan Ibu Agus Sumadi, Ibu Suparti Sugiyono, dan masih banyak lagi. 

Ketika salah satu pengisi acara sambutan mengajak para peserta untuk mengucapkan kalimat Talbiyah, dada saya berdesir, kalimat itu benar-benar sampai di hati, membuat merinding badan saya. Masya Allah, begitu banyak nikmat yang telah saya dan suami terima, semoga nikmat-nikmat tersebut membuat kami lebih rendah hati.

Ya Allah, Ya Rabbi, kami datang memenuhi panggilan-Mu. Izinkan kami mulai menata hati dan selalu ikhlas menerima takdir yang telah Kau-gariskan. Kepasrahan itulah yang membuat hati ini menjadi tenang, adem, dan damai. 

Ya Allah, kami datang memenuhi panggilan-Mu, kapan saja waktunya. 

Rabu, 12 Juni 2019

MENULISLAH DENGAN NIAT BERBAGI



Sebenarnya menulis bukan hal baru bagi saya. Sejak tahun 1989 saya sudah menulis, bahkan waktu itu tulisan saya sudah berhasil tembus media. Rasanya senang bisa menulis cerita anak, tembus media, tulisan dibaca orang lain, dan saya mendapatkan honor.
Delapan tahun terakhir, saya aktif menulis. Awalnya saya menulis hanya untuk mengisi waktu luang. Lama kelamaan bukan lagi menulis untuk mengisi waktu luang, melainkan meluangkan waktu untuk menulis. Mengapa saya kembali menekuni dunia tulis-menulis? Jawabannya adalah saya ingin berbagi sesuatu melalui tulisan. Bila membagikan sesuatu yang bermanfaat melalui lisan sangat terbatas penerimanya, sedangkan menyampaikan sesuatu dengan tulisan maka penerimanya lebih luas lagi.
Mengapa harus dengan menulis padahal menulis itu sukar? Siapa bilang menulis itu sukar? Memang bagi sebagian orang, menulis membuat kening berkerut dan mendadak tangan lumpuh untuk digerakkan. Namun, bagi saya menulis itu gampang. Halah, jangan sombong begitu! Benar, lo, kalau menulis itu gampang. Menurut saya menulis itu gampang, sebab saya menulis sesuatu yang saya kuasai, dekat dengan saya dan yang ringan-ringan, seperti kejadian sehari-hari. Saya menulis sesuatu seperti menulis di buku harian. Begitu ada sesuatu yang bisa dijadikan ide tulisan, dari melihat, dari merasakan sesuatu, atau dari pengalaman orang lain, langsung dituangkan lewat tulisan. Tulisannya mengalir begitu saja, tidak takut salah.
Oleh karena saya menulis sesuatu yang saya kuasai dan dengan perasaan bahagia, maka tulisan saya jadi hidup. Gaya bahasa dalam tulisan saya mencerminkan keadaan dan karakter saya yang sesungguhnya.
Selanjutnya, tulisan lengkapnya bisa dibaca di sini: 

Jumat, 31 Mei 2019

[JON KOPLO] PUASA BEDUG



Tulisan ini dimuat di Solopos, Sabtu, 18 Mei 2019 
AH TENANE
PASA BEDUG
Oleh: Noer Ima Kaltsum
Pagi itu Lady Cempluk berangkat ke kantor dan mengantar Tom Gembus ke sekolah. Di perumahan dekat rumah ada beberapa Ibu belanja sayuran. Cempluk menyapa mereka. Genduk Nicole bertanya pada Gembus.
“Puasa nggak, Mbus?”
“Pasa Bedug, Bude Nicole,” Cempluk menjawab. Pasa bedug artinya puasa setengah hari, pada saat zuhur makan lalu puasa dilanjutkan lagi.
“Nggak papa, Gembus masih kecil, masih latihan. Kalau di rumahku semua puasa. Bahkan Jon Koplo sering tidak makan sahur juga kuat berpuasa,” kata Nicole.
“Wajar, Mas Koplo tetap kuat meskipun tidak makan sahur. Dia kan sudah besar, sudah mahasiswa.”
Siang harinya, Cempluk menjemput Gembus dari penitipan anak. Mereka tidak langsung pulang, melainkan mampir warung dulu karena azan zuhur sudah berkumandang. Sampailah di  warung, Gembus pesan makanan untuk dibawa pulang.
Cempluk dan Gembus melihat seseorang yang tak asing lagi di dalam warung tersebut dalam kondisi makan siang. Secara spontan Gembus berteriak, “Buk, Mas Koplo juga  pasa bedug seperti aku, ya. Berarti Mas Koplo tidak kuat puasa sehari penuh.”
Koplo diam, tersipu malu, mukanya merona.
“Hus, jangan keras-keras!” jawab Cempluk sambil melirik Koplo.
Setelah selesai belanja sayur dan lauk, Cempluk dan Gembus meninggalkan warung. Sebetulnya Cempluk tahu kalau Koplo tidak pernah puasa karena beberapa kali dia melihat  Koplo makan siang di warung. Ah, kasihan Nicole, dia dikibuli anaknya. (SELESAI)



Catatan: tulisan sudah disunting seperlunya

Minggu, 26 Mei 2019

NULIS BARENG IIDN x GOOD NEWS FROM INDONESIA



Pengumuman Lomba Nulis IIDN 9 tahun, Buuuuu....
Mari ramaikan!
*******************
Untuk memperingati hari ulang tahun IIDN yang ke 9, Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis bersama Good News from Indonesia menggelar Nulis Bareng.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Bulan Mei-Juni 2019, timeline sebagai berikut:
- Pengumuman lomba : 10 Mei
- Periode Lomba : 20 Mei – 23 Juni 2019
- Pengumuman Pemenang : 1 Juli 2019

Ketentuan Kompetisi
1. Peserta adalah member Ibu-ibu Doyan Nulis (telah mengisi form keanggotaan IIDN), jika belum, silakan mengisi data anggota di sini:
https://forms.gle/nVhTzCuSrawWT2AS8
2. Peserta bergabung sebagai kawan GNFI, atau membuat akun di Good News From Indonesia, pada link berikut:
https://www.goodnewsfromindonesia.id/register
3. Peserta menulis di web Good News from Indonesia, 1 tulisan per minggu, sesuai jadwal dan tema sebagai berikut:
Minggu I, 20-26 Mei 2019, tema: Aku dan menulis
Minggu II, 27 Mei-2 Juni, tema: Perempuan penulis dan komunitas penulis
3 Juni – 9 Juni Break Lebaran
Minggu III, 10-16 Juni, tema: Perempuan penulis dan hoaks
Minggu IV, 17-23 Juni, tema:Perempuan penulis dan Indonesia
4. Penulisan dengan bahasa Indonesia yang baik, santun serta tidak mengandung unsur SARA. Dipost paling lambat pada hari minggu pukul 20.00, setiap minggunya.
5. Link postingan setiap minggunya di-share pada akun media sosial masing-masing dengan menyertakan tagar #9TahunIIDN#NulisBarengIIDNxGNFI dan di akhir periode kompetisi peserta mendaftarkan diri melalui link ini: https://forms.gle/UrHg2uMG1d2ngp88A
Hadiah
Juara I: Uang Tunai 500K + Merchandise
Juara II: Uang Tunai 300K + Merchandise
Juara III: Uang Tunai 200K + Merchandise
Keterangan:
Tulisan bebas dalam berbagai bentuk.
Tak harus non-fiksi. Bisa fiksi dan bentuk lainnya. Silakan menyesuaikan dan mengolah kreatif sesuai tema.

Sumber: IIDN Interaktif

Buku Antologi Hijrah Journey Ibu-Ibu Doyan Nulis




Tanggal 29 Juli 2018 adalah waktu yang sangat tepat. Aku dipaksa hijrah, meninggalkan semua yang indah-indah tapi semu.

"Bapak tidak kroscek terlebih dahulu. Bapak hanya langsung menerima mentah-mentah laporannya. Semua itu fitnah. Semua rekayasa yang sudah 3 tahun dipersiapkannya! Silakan Bapak kunjungan ke sekolah. Apa yang terjadi di sekolah selama kepemimpinannya?" (By Noer Ima Kaltsum)

Hijr
ah itu berat
Hijrah itu perlu pengorbanan

Segera terbit buku Antologi Hijrah Journey, kumpulan kisah nyata Ibu Ibu Doyan Nulis.

#antologihijrahiidnxnajmu

Selasa, 21 Mei 2019

7 Harapan Selama Ramadan 1440 H/2019 M



Ramadan 2019 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila tahun sebelumnya aku disibukkan mengajar di sekolah, membimbing dua anak beribadah puasa di rumah, tapi tahun ini tidak lagi. Sudah hampir satu tahun aku tidak lagi mengajar di sekolah. Tiga bulan terakhir aku hanya beberapa hari mengajar privat di bimbingan belajar. Waktu luangku banyak. Aku bisa memperbanyak melakukan ibadah dan kegiatan positif lainnya baik di rumah maupun di luar. Kebetulan anak pertamaku kuliah di luar kota sehingga sekarang aku hanya fokus membersamai si kecil dalam beraktivitas termasuk latihan berpuasa. 
Selama bergabung mengajar di bimbingan belajar, banyak hikmah yang aku dapatkan. Di bimbingan belajar ini tiap hari Jumat sebagian tentor mengikuti kegiatan Liqo dan tahsin. Sebagian lagi mengikuti Liqo dan tahsin pada hari yang lain. Liqo merupakan kegiatan berupa tilawah quran, tausyiah, penyampaian berita terkini dan sharing ilmu agama. Kegiatan tahsin di sini merupakan kegiatan belajar membaca quran dengan metode Ummi.
Beberapa minggu sebelum Ramadan, kami para tentor selalu diingatkan oleh guru yang mengisi kegiatan Liqo untuk melunasi utang puasa di bulan Ramadan tahun lalu. Selain itu, kami juga diberi motivasi agar Ramadan tahun 2019 lebih baik dari Ramadan sebelumnya dengan cara memperbanyak sedekah, membaca quran, maupun melakukan ibadah lainnya.
Bagiku waktu luang yang lebih banyak ini bisa untuk mempertebal iman. Banyak hal yang bisa aku lakukan di rumah dan bernilai pahala saat bulan Ramadan. Selama bulan Ramadan 2019 ini, aku berharap bisa lebih baik. Ada beberapa hal yang kuharapkan Ramadan 2019 ini, di antaranya adalah:
1.      Allah memberikan kesehatan bagi keluarga
Ramadan 2019 ini pada siang hari terasa terik dan sore berpotensi hujan. Hari pertama setelah berbuka puasa, hujan cukup deras mengguyur di sekitar kampungku. Cuaca yang tak menentu ini bisa menurunkan stamina selama berpuasa, maka aku mohon pada Allah untuk memberikan kesehatan bagi keluargaku selama menjalankan ibadah puasa. Sore tadi putriku yang tinggal di luar kota mengabarkan kalau baru mengalami batuk dan pilek. Semoga tetap lancar puasanya.

2.      Allah menitipkan rezeki yang lebih berkah
Semoga Allah menitipkan rezeki yang cukup dan lebih berkah selama Ramadan 2019 ini. Rezeki yang bisa kami keluarkan kembali sesuai dengan yang kami alokasikan. Aku juga tidak akan menahan-nahan rezeki yang memang merupakan hak orang lain.

3.      Mudah melakukan ibadah puasa
Harapanku, aku sekeluarga  bisa melakukan ibadah puasa dengan baik dan tidak ada kendala yang berarti, bisa makan sahur, siang hari bisa berhasil melawan godaan, seperti mengendalikan hawa nafsu, marah, emosi dan hal tak penting lainnya. Malam hari bisa berbuka meski dengan menu ala kadarnya dan tidak berlebihan.

4.      Ringan bersedekah
Aku berharap selama Ramadan 2019 ini bisa bersedekah berupa materi dan non materi. Sekali tempo bisa memberikan takjil untuk berbuka puasa bagi anak-anak TPA di masjid terdekat, memberikan buka puasa bagi kenalan, tetangga atau siapa saja, memberikan bingkisan kepada mereka yang kurang mampu.
Pada bulan Ramadan ini, aku juga ingin tetap bisa menyampaikan ilmu pengetahuan yakni pelajaran dan sedikit ilmu agama yang telah kuperoleh. Selain itu, sebagai penulis aku juga tetap bisa menyampaikan sesuatu yang bermanfaat meski hanya sedikit dengan menulis di media sosial. Yang tidak kalah penting adalah selalu berbuat baik pada orang lain.

5.      Ringan bertilawah quran
Kini waktuku di rumah banyak. Aku bisa setiap saat membaca quran. Targetku adalah sehari satu juz dan bisa khatam quran selama sebulan. Bila tidak bisa semalam membaca satu juz, maka kuusahakan untuk membaca beberapa halaman setelah selesai salat wajib.  Selain membaca quran, semoga bisa menambah hafalan surat-surat pada juz 30.

6.      Salat tarawih dan salat malam terjaga
Salat tarawih adalah salat sunah yang dikerjakan pada malam hari saat bulan Ramadan. Seperti tahun sebelumnya, aku juga melaksanakan salat tarawih secara rutin, hanya saja harapanku kali ini adalah surat yang kubaca lebih banyak lagi karena hafalan suratku semakin banyak. Bila bangun pada malam hari, aku berharap bisa menjalankan salat tahajud.

7.      Melakukan ibadah dengan konsisten dan istikamah
Menjadi konsistensi dan tetap istikamah dalam menjalankan ibadah ternyata tidak gampang. Namun, semua itu tetap bisa dilakukan asal aku memiliki niat yang kuat. Yang penting aku melakukan semua itu tidak hanya bersemangat di depan dan bosan setelah itu. Untuk itu aku akan melakukan rutinitas itu sedikit demi sedikit dan mengerjakan dengan ringan tanpa beban agar terjaga ibadah yang telah aku lakukan.

Aku berharap bisa melakukan ibadah selama Ramadan 2019 dengan baik dengan istikamah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kami sekeluarga.

Sumber bacaan: www.kompasiana.com/noerimakaltsum