Selasa, 29 Januari 2019

[JON KOPLO] REZEKI NUMPLAK


Cerita lucu ini dimuat di Solopos, Sabtu, 26 Januari 2019. Ada sedikit suntingan agar tulisannya tambah manis. Oya, judulnya berubah menjadi REZEKI NUMPLAK


AH TENANE
TELANJUR KIRIM
Oleh: Noer Ima Kaltsum
Pagi itu, Lady Cempluk mendapatkan telepon dari orang yang mengaku Jon Koplo. Koplo adalah teman satu kantor yang sudah resign, lalu mengajar di tempat lain. Koplo bilang kalau dia menemukan dompet berisi uang puluhan juta dan perhiasan. Lanjutnya, dia mau berbagi uang dan perhiasan hasil temuannya itu dengan Cempluk. Cempluk yang lugu dan polos merasa mendapatkan rezeki nomplok.
Koplo meminta Cempluk agar jangan sampai orang lain tahu tentang ini. Akhirnya, dengan tergopoh-gopoh Cempluk meninggalkan ruang kantor dan menjauh dari teman-temannya untuk melanjutkan pembicaraan.
Tak lama kemudian, Cempluk pamit pada atasannya mau ke konter. Dia beralasan kalau anaknya yang mau ujian CPNS di Jakarta minta dikirimi pulsa. Cempluk menuju konter terdekat lalu minta diisikan pulsa ke empat nomor dengan nominal @Rp. 100.000,-.  Genduk Nicole, penjaga konter mengisikan pulsa ke empat nomor hape. 
Setelah mengisi pada nomor terakhir, Genduk bilang, “Bu Cempluk, kemarin ada orang yang minta diisikan pulsa ke beberapa nomor dan ternyata kena tipu. Jangan-jangan Ibu juga kena tipu.”
“Enggaklah, mbak. Dia temanku yang nyuruh ngisi pulsa.”
“Benar-benar teman sampeyan atau ngakunya teman sampeyan?”
Blaik, Cempluk baru sadar. Ternyata dia ditipu orang yang mengaku Koplo. Benar juga kata Genduk. Dengan muka abang ireng, dia balik ke kantor. Siang harinya dia cerita ke teman-teman.
“Aku dihipnotis!”
“Bukan dihipnotis, tapi karena kamu tergiur uang puluhan juta dan perhiasan. Kalau yang nelepon nomornya asing, mbok ya nggak usah ditanggapi. Ealah, mau untung malah buntung.”
“Aku mau ke rumah Koplo, mau ngecek kalau yang nelepon dia atau bukan. Kupikir nomornya ganti baru.”
“Nggak usah ke sana. Kamu nanti malah kisinan. Koplo kan nggak tahu apa-apa. Nggak makan nangka kok kena pulutnya”
Cempluk menyesali uang empat ratus ribu rupiah lenyap dalam waktu sekejap gara-gara terhipnotis omongan orang yang tak bertanggung jawab. (SELESAI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar