Rabu, 28 Agustus 2019

Terapi Kelereng Untuk Pasien Patah Tulang Lengan Atas



Sekitar 2 bulan yang lalu, Faiz (5 tahun 6 bulan) mengalami patah tulang tangan kiri (atas siku). Faiz menjalani operasi pada pagi hari. Setelah operasi keadaan Faiz sehat. Tangan Faiz dibalut perban elastis. Sore harinya, seorang perawat (terapis) datang. Saya tidak tahu namanya, sebut saja Mas Ahmad. Mas Ahmad mulai mengajak ngobrol Faiz. Mungkin karena takut atau malu, Faiz tidak mau menurut apa yang dicontohkan Mas Ahmad.
“Dik Faiz, tangan kiri digerakkan seperti ini.” Mas Ahmad membuka tutup jari-jarinya. Faiz diminta untuk membuka menutup jari-jarinya. Faiz mau memraktekkan. Alhamdulillah
“Dik Faiz, ikuti saya ya. Pegang hidung, mulut, telinga. Kalau tidak bisa dibantu tangan kanan.”
Ya Allah, belum mencoba Faiz sudah bilang sakit.
“Sakit, sakit Mama.”
Mas Ahmad berkata,”Ibu, bapak, nanti kalau di rumah tolong dibiasakan memegang hidung, mulut dan telinga. Kalau anaknya tidak mau atau bilang sakit, jangan dimanjakan ya. Tetap harus dipaksa supaya tangannya tidak kaku. Kalau nanti gerakan-gerakan tersebut tidak dilakukan tangannya bisa ceko (thuing, mendengar kata itu langsung saya membatin ah, mosok bagus-bagus kok ceko. Ya Allah berilah kemudahan buat anakku).
Selama dua minggu nanti memang gerakan yang dilakukan adalah memegang hidung, mulut, telinga, pundak. Tangan memang ditekuk, tidak boleh diluruskan. Supaya posisi tangan ditekuk selama dua minggu, maka tangan digendong.
Sampai di rumah, ternyata Faiz dengan kesadaran sendiri mau melakukan terapi. Saya tidak memaksa, biarlah dia melakukan semampunya. Dalam waktu dua minggu Faiz sudah bisa melakukan gerakan-gerakan minimal yang harus dilakukan sesuai anjuran terapis. Saat mandi, tangan/luka tak boleh dibasahi/kena air. Jadilah Faiz hanya dilap bagian atas. Sedangkan bagian bawah tetap diguyur air.
Dua minggu setelah operasi, Faiz melakukan kontrol ke rumah sakit. Kali ini perban elastis dilepas tetapi masih memakai gendongan tangan. Terapi yang dianjurkan adalah memindahkan benda misalnya kelereng dengan tangan kiri terutama memindah ke atas. Luka/tangan boleh kena air. Melakukan gerakan tangan secara bebas.
Tidak gampang ternyata sebab jari telunjuk Faiz kalau digerakkan masih sakit. Selain telunjuk masih sakit, telapak tangannya juga dingin, pergelangan tangan masih biru. Saya memotivasi Faiz. Ada satu hal yang saya syukuri, yaitu Faiz tetap mau makan dalam jumlah banyak.
Lama-kelamaan jari telunjuk bisa digerakkan dan tidak sakit lagi. Telapak tangan tidak dingin dan warna biru pada pergelangan tangan hilang. Faiz masih memakai gendongan tangan. Ketika saya amati, bila memakai gendongan tangan, Faiz bebas menggerakkan tangan kirinya. Tangan kirinya bekerja sama dengan tangan kanan tatkala bermain. Begitu kain gendongan dilepas, Faiz malah takut menggerakkan tangannya. Tangan kirinya ditekuk takut bergerak.  Ya sudah, terserah anaknya saja. Dia bisa mengukur kemampuannya. Kalau merasa nyaman gerakan terus berlanjut. Bila sakit, dengan sendirinya berhenti bergerak.

Selama sebulan terapi memindahkan kelereng ke tempat yang tinggi atau memindah benda-benda kecil dengan cara memungut (tidak gampang lo!). Saya juga menyuruh Faiz untuk melakukan gerakan senam ringan, tujuannya ingin tahu apakah tangannya sudah bisa diluruskan. Lagi-lagi saya tidak memaksa. Rupanya dengan kemauannya sendiri, lumayan bisa diluruskan. Untuk keberhasilan-keberhasilan yang dilakukan saya selalu memberikan acungan jempol lalu memeluknya seraya mengucapkan,”Alhamdulillah.”
Sebulan terapi kelereng, lalu kontrol lagi. Alhamdulillah, perkembangannya bagus. Ketika dirontgen lagi, hasilnya bagus. Kali ini terapinya agak berat. Memindahkan bola voli dengan cara melempar. Wah, saya tidak berani mengajari yang satu ini. Kebetulan sang Ayah yang guru olahraga di rumah ada bola voli dan bola sepak. Ini jatahnya sang Ayah.
Pagi hari, Faiz sudah teriak-teriak girang main lempar bola voli bersama Ayah. Alhamdulillah, ternyata semua berjalan dengan lancar. Kini saya tak lagi mencemaskan Faiz dalam keadaan tidur. Maklum, anak kecil tidurnya tak terkendali gerakannya. Apalagi kalau tidur tak mau diselimuti. Apa yang ada di sekitarnya, tanpa disadarinya dilemparkan begitu saja. (Karanganyar, Januari 2016)
(Sebelumnya saya sampaikan terlebih dahulu, Faiz anak saya yang kedua pada minggu keempat bulan November mengalami patah tulang lengan kiri (di atas siku). Tanggal 26 November 2015 menjalani operasi pemasangan pen. Saat akan pulang, Faiz diminta banyak latihan memegang hidung, telinga kiri, kanan dan memegang mulut.
Dua minggu kemudian (8 Desember 2015), ketika kontrol, dokter menyarankan untuk memberikan latihan memindahkan kelereng ke tempat yang lebih tinggi (latihan meluruskan tangan) dan gerak bebas. Tanggal 8 Januari 2016, kontrol yang kedua disarankan oleh dokter untuk latihan melempar bola voli/bola basket. Pada saat kontrol ini Faiz juga diminta untuk foto Rontgen. Ternyata posisi pen dan tulang sudah baik. Dua bulan berikutnya, tanggal 7 Maret 2016, kontrol lagi dan dokter mengatakan pen bisa dilepas).

Selasa, 27 Agustus 2019

Tips Keuangan Yang Bisa Bikin Orang Kaya



Memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran ternyata memiliki nilai positif. Dengan pencatatan yang sederhana akan diketahui pada akhir bulan mengalami defisit atau memiliki saldo meski besarnya tidak seberapa. Agar tiap akhir bulan memiliki saldo cukup besar, masalah keuangan harus dicermati. Bila pada akhir bulan memiliki saldo cukup besar, maka uang tersebut bisa untuk ditabung sebagai tambahan.

Ada beberapa hal yang bisa bikin orang kaya, bahkan kaya raya. Contohnya, berhenti membeli kopi, jus, minuman siap saji, bikin bekal sendiri di rumah, jangan keseringan belanja online maupun di mall, supermarket, atau swalayan, dan jangan sering jajan di luar.

1.    Berhenti membeli kopi
Nongkrong menjadi gaya hidup orang zaman sekarang. Berlama-lama di kafe atau tempat ketemuan untuk sekadar ngobrol dan membeli kopi memang sangat mengasyikkan. Namun, di balik kesenangan sesaat, kantong bisa jebol, keuangan cepat menipis. Kebiasaan membeli kopi di luar bisa diganti dengan ketemuan dengan teman atau relasi di rumah saja. Di rumah tetap bisa menikmati kopi, bahkan lebih murah. Meskipun kopi yang dibuat di rumah tak senikmat bila beli di tempat nongkrong, tapi setidaknya bisa mengurangi pengeluaran.

2.    Berhenti membeli jus dan minuman siap saji
Udara panas seperti saat ini, bawaannya ingin minum sebanyak-banyak. Minum jus dan minuman siap saji memang menyegarkan. Jus dan minuman cepat saji bisa disiapkan dan dibuat sendiri di rumah. Langkah ini merupakan usaha mengurangi pengeluaran. Mengusahakan berhenti membeli jus dan minuman siap saji di luar adalah langkah yang bijak.

3.    Bawa bekal dari rumah
Makanan yang dimasak di rumah selain lebih sehat juga lebih hemat. Membawa bekal dari rumah untuk dibawa ke tempat kerja atau bepergian akan memangkas pengeluaran. Tentu saja tips irit ini bisa membuat kaya raya. Sederhana saja, karena meski kelihatan repot tapi sisi positifnya bisa menjadi pertimbangan.

4.    Jangan sering berbelanja online
Zaman sekarang adalah zaman serba praktis dan instan. Bila mau membeli barang, tidak perlu ke suatu tempat. Selain menghemat waktu, harga barang juga bisa lebih murah. Bila barang dan harga sudah cocok dengan keinginan, tinggal transfer uang, beres,
Namun, kemudahan dan sifatnya praktis ini tidak disadari bisa menguras kantong. Sebab, tidak perlu ke mana-mana, sambil melakukan aktivitas, kegiatan belanja tetap bisa jalan. Kalau tidak bijak, bisa-bisa uang habis sebelum waktunya. Sebab itulah, jangan sering berbelanja online. Jangan mudah tergiur harga diskon atau iming-iming mendapat voucer. Bila bisa menyetop berbelanja online, maka keuangan bisa aman dan bisa memperkaya diri.

5.    Kurang berbelanja di mall, supermarket atau swalayan
Sama dengan di atas, kurangi jalan-jalan ke mall, supermarket atau swalayan. Tujuannya adalah agar tidak tergoda untuk berbelanja. Jangan tergiur diskon besar-besaran. Bijaklah berbelanja. Berbelanjalah barang-barang yang memang dibutuhkan dan sudah tercatat sebelumnya. Mengurangi berbelanja, berarti mengamankan uang.

6.    Jangan sering jajan di luar
Sesekali jajan di luar tidak masalah. Namun, bila jajan sudah menjadi kewajiban maka segera insyaf. Agar tidak sering jajan di luar, maka kurang jalan-jalan atau keluar rumah bila tak ada sesuatu yang penting atau darurat. Dengan mengurangi jajan di luar maka sudah melakukan penghematan. Tahu sendiri kan sebuah slogan Hemat Pangkal Kaya.

Minggu, 18 Agustus 2019

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia D3 Angkatan 1990 IKIP Negeri Yogyakarta


Setelah sekitar 20-an tahun berpisah karena saya dan teman-teman harus kembali ke kampung halaman dan bekerja, kini saatnya ingin kembali bertemu dengan teman-teman seangkatan. Tahun 1990, saya dan teman-teman kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Kimia D3, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Adapun nama-nama mahasiswa Kimia D3 adalah sebagai berikut:
1.    Sumarsono
2.    Aih Suciati
3.    Fathikah
4.    Surahmi
5.    Zanuarto Ambar Suryono
6.    Sapta Pramana
7.    Achmad Muhari
8.    Rohmad Widianto
9.    Sunarni
10. Noer Ima Kaltsum
11. Sugiarti
12. Mardiyanti
13. Darwati Kartikasari
14. Nindarsari
15. Ali Rosyidi (Muhammad Ali)
16. Sopyantara
17. Muryani
18. Anastasia Sri Utami
19. Sri Rejeki (almh)
20. Eni Juaeni
21. Siti Yuhanah
22. Tri Haryati
23. Siti Fathonah
24. Nur Khasanah
25. Petrus Totok Irawan (mengundurkan diri)
26. Mulyaningsih

Di antara kedua puluh enam orang ini, saya dan teman-teman masih mencari keberadaan dan informasi dari:
(Muhammad) Ali
Ahmad Muhari
Darwati Kartikasari (MTs Ma'arif NU 01 Banjarnegara)
Sunarni
Muryani

Semoga dalam waktu dekat saya dan teman-teman bisa mengetahui informasi tentang teman-teman di atas.

Sebenarnya saya mau mengunggah foto bersama yang ada, tapi karena ada teman yang sekarang sudah berhijrah memakai jilbab, maka saya tidak bisa menampilkan foto bersama tersebut.


Selasa, 13 Agustus 2019

NIKMAT SEHAT MAHAL HARGANYA



Seperti biasa, bila mendapatkan daging kurban, tidak semua saya simpan/masak sendiri. Agar tidak eneg lihat daging kurban, sebagian besar saya berikan kepada kerabat yang tinggal di desa. Nah, pulangnya saya selalu diberi cilok karena kerabat saya jualan cilok.


Tadi malam saya ke rumah kerabat dan mendapatkan berita kalau salah satu anaknya beberapa hari yang lalu operasi. Sebut saja adik Ganteng. Waktu lahir, di kaki kanan adik Ganteng terdapat tanda lahir yang biasa disebut toh.


Setelah adik Ganteng agak besar, sekarang kelas 6 SD, "toh" tadi ikut membesar dan cukup mengganggu. Di sekolah dia diolok-olok temannya. Setelah konsultasi dengan dokter di Solo, diputuskan untuk dioperasi. Tadi malam, saya lihat anaknya tiduran. Dia malu-malu menerima tamu setahun sekali ini datang.


Bila telah melihat suatu peristiwa, keadaan, dan lain-lain, yang cukup menguras air mata, saya hanya bisa bersyukur atas keadaan keluarga saya. Alhamdulillah diberi sehat. Alhamdulillah diberi rezeki yang seperti mata
air di musim kemarau. Alhamdulillah diberi umur panjang. Alhamdulillah bersyukur setelah mendapatkan nikmat dan musibah.


Nikmat sehat mahal harganya. Bahkan kita tidak bisa menghitung2 nikmat sehat tersebut. Kita hanya bisa menyebut beberapa nikmat sehat, tapi tidak bisa semua nikmat-nikmat.


Bersyukur atas nikmat sehat

Selasa, 06 Agustus 2019

Buku Hijrah Journey Najmu Books Publishing



Judul Buku      : Hijrah Journey
Penulis             : Lelly Fitriana, dkk
Penerbit           : Najmu Books Publishing
Cetakan Pertama         : Juli 2019
Tebal               : x + 183 halaman
ISBN               : 978-623-7339-00-7