Kamis, 05 September 2019

Puisi Tak Harus Puitis


Beberapa waktu yang lalu, aku mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh Kamar Kata. Salah satu narasumbernya adalah mas Yuditeha. Kebetulan mas Yuditeha memberikan materi tentang tulisan non fiksi.

Nah, waktu beliau menyampaikan penulisan puisi, aku dibuat bengong. Kenapa? Apakah karena aku terpana melihat beliau? Bukan! Mas Yuditeha menyampaikan membuat puisi tidak harus menggunakan kata-kata puitis bahkan terlalu puitis. Kata-kata lempeng aja nggak apa-apa. Beliau memberikan contoh.

Kenapa tidak kudu kata-kata puitis? Karena tidak semua orang bisa menggunakan kata-kata puitis, memilih diksi, dan lain-lain. Dah tulis saja, sambil belajar.

Banyak orang yang memiliki potensi menulis cerpen dan puisi tapi tidak mau memulai karena mereka merasa tidak bisa merangkai kata-kata puitis.

Yuk, menulis puisi. Bebas saja. Nulisnya lempeng juga nggak papa. Kalau sudah selesai nulis, endapkan 1 x 24 jam. Besok dibaca lagi. Ada yang janggal nggak. Ada yang aneh nggak. Kalau ada, ya tinggal direvisi.

#berbagiinspirasi
#catatanimapenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar