Selasa, 07 Januari 2020

Buku Antologi Mendekap Rindu Baitullah




Tunjangan profesional periode tahun 2011 milik saya dan suami telah cair. Saldo tabungan hanya cukup untuk mendaftarkan satu orang ke Depag sebagai calon jemaah haji. Saya ikhlaskan dana yang ada untuk suami mendaftarkan diri ke Depag. Namun, suami bilang, “Aku akan berangkat ke tanah suci bersamamu.”
“Uang kita tidak cukup. Ayah mendaftar dahulu, kalau ada rezeki lagi nanti aku menyusul.”
“Kita cari pinjaman dulu agar dapat mendaftar dan berangkat bersama-sama.”
“Nanti pemberangkatannya mundur lagi. Daftar tunggunya lebih lama lagi.”
“Mami, aku sudah berkomitmen akan menunaikan ibadah haji bersamamu, bagaimanapun caranya. Selama ini, di sini kita sudah melakukan semuanya bersama-sama. Mencari nafkah, membangun rumah, membesarkan anak-anak, berbakti pada orang tua, suka dan duka kita lewati bersama."
(cuplikan buku Mendekap Rindu Baitullah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar