Senin, 04 Agustus 2014

Endhog abang, Khas pada Hari Raya di Kota Yogyakarta


Gambar 1. Mengenang masa kecil, bersama saudara beli endhog abang
Endhog abang adalah nama lain telur yang diberi warna merah. Dahulu endhog abang menggunakan telur bebek. Endhog abang adalah makanan khas di Kota Yogyakarta, dijual pada Hari Raya Idhul Fitri, Idhul Adha dan Sekaten (di Alun-Alun Utara).
Telur bebek direbus lalu kulitnya diberi warna merah dengan cara dicelupkan (bukan pewarna tekstil). Setelah itu ditusuk dengan bambu (seukuran tusuk sate kambing). Bagian atas dan bawah diberi hiasan kertas rumbai-rumbai. Kalau sekarang hiasannya memakai kertas daur ulang atau mungkin plastik mika berwarna.
Endhog abang yang sekarang kebanyakan dijual bukan telur bebek, melainkan telur ayam. Penggunaan telur ayam, dikarenakan telur bebek semakin mahal. Bila menggunakan telur ayam, harganya terjangkau.
Dulu waktu saya masih kecil, biasanya selain endhog abang, pedagang juga menyediakan mainan tradisional yaitu payung dari kertas, mainan dari bambu yang diputar menimbulkan bunyi othok-othok (sayangnya tidak sempat memotret contohnya), wayang dari kertas dan lain-lain.
Biarpun kini ada banyak jenis makanan yang tersedia di rumah, tapi rasanya tidak afdol kalau belum membeli endhog abang. Kalau sudah beli, sampai di rumah anak-anak dan keponakan juga akan saling berebut. Padahal setelah telur dibuka, meraka tahu hanya telur biasa. Hehe.

Gambar 2. Mbak Lichah, kakak saya berhasil mendapatkan endhog abang

Gambar 3. Menunggu waktunya shalat Idh di Lapangan Minggiran, kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta
Sampai sekarang kalau mudik saat lebaran, saya akan tersenyum melihat perjuangan kakak saya untuk mendapatkan endog abang.
Karanganyar, 4 Agustus 2014