Rabu, 27 Desember 2023

Jual Emas Untuk Uang Saku ke Tanah Suci



Beruntung, saya lebih suka menabung emas. Ketika mau berangkat haji, tapi tak punya uang saku maka jual emas saya lakukan daripada utang di koperasi atau menggadaikan tabungan emas.


Untuk membayar biaya tarwiyah dan membeli kuota 42 hari, saya mengandalkan uang hasil penjualan emas. Dari 10 gram emas yang saya jual, alhamdulillah laku Rp.9.960.000,00. Jumlah yang tidak sedikit. 


Beruntung sekali saya punya tabungan emas. Setelah pulang dari tanah suci, saya mulai menambah saldo tabungan emas. 

00000

Cukup Seratus Ribu Rupiah Bisa Buka Rekening Tabungan Haji



Banyak orang yang punya keinginan untuk naik haji. Namun, hanya ada sebagian orang yang mau membuka rekening tabungan haji dan menambah setoran. Sebagian yang lain tidak segera membuka rekening dengan berbagai macam alasan. Misalnya, belum ada uang, masih mengeluarkan biaya pendidikan anak-anak, belum punya rumah, dan lain-lain.


Alasan mereka belum mau membuka rekening tabungan haji tentu sah-sah saja dan hak mereka. Sebab, naik haji adalah urusan personal seseorang dengan Allah. 


Kadang orang juga tidak paham atau kurang memahami tentang tabungan haji. Mungkin orang menganggap berat menabung untuk haji karena harus mengumpulkan dana cukup besar tiap bulannya. Tenang, kawan! Menabung untuk haji, tidak harus rutin tiap bulan menyisihkan ratusan ribu atau jutaan rupiah. Bahkan untuk membuka rekening tabungan haji bisa dengan dana seratus ribu rupiah.


Saya masih ingat, bulan Januari 2012 saya ke bank untuk membuka rekening tabungan haji. Saya membaca brosur tentang tabungan haji. Oleh petugas diberi tahu bahwa untuk membuka rekening tabungan haji cukup dengan minimal seratus ribu rupiah. Untuk mendapatkan nomor porsi, saldo tabungan Rp.25.100.000,00. Sebesar 25 juta rupiah nanti langsung disetorkan sebagai setoran awal ONH. Sisanya seratus ribu rupiah mengendap di bank.


Agar saya tidak terlalu menganggap berat tiap akan menambah saldo maka saya umpamakan tiap hari nabung lima ribu rupiah. Sekarang lima ribu rupiah, seringan membeli teh nasgitel.


Beberapa orang yang saya temui bilang, nggak punya uang. Padahal kalau jajan atau makan di luar rumah, sekali makan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan ribu. Mereka juga punya kendaraan bagus, rumah bagus, pakaian bagus, dan lain-lain.


Bagi teman-teman yang penghasilannya cukup, segera buka rekening dan daftar haji. Bagi yang penghasilannya pas-pasan, tiap subuh berniatlah menabung semampunya (tiap hari). Kalau sudah ada niat, Allah akan memberi kemudahan untuk melunasinya.


Seratus ribu yang kita tabung hari ini, akan memancing adanya seratus ribu yang lain esok hari. Jangan merasa nggak punya. Jangan merasa nggak mampu. Jangan merasa tak mungkin bisa naik haji karena miskin. Sebab, yang bisa berangkat haji bukan mereka yang kaya raya, harta melimpah, sehat, punya jabatan dan lain-lain. Ketahuilah, yang bisa naik haji dan sampai baitullah adalah mereka yang diundang Allah secara langsung dengan cara yang tak disangka-sangka.


00000

Minggu, 24 Desember 2023

Baca Ayat Alqur'an Saat Naik Kereta



Perjalanan Palur-Yogyakarta dengan KRL menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Sudah beberapa kali, tiap perjalanan PP Palur-Yogyakarta saya membaca ayat Alqur'an dengan cara membuka web.


Alhamdulillah, lumayan. Beberapa ayat terbaca. Saya membaca tanpa mengganggu penumpang lain. Sebab saya membaca sangat pelan dan tertutup masker. Bisa dikatakan membaca sekadar menggerakkan bibir.


Beginilah cara saya agar bisa membaca Alqur'an dengan one day one juzm


00000

Jumat, 22 Desember 2023

Masjidil Haram Tak Pernah Sepi


Yakin, kalau kau tak rindu thawaf? Yakin, kalau kau tak ingin mengulang thawaf bersama pasanganmu? Yakin, kau tak ingin melaksanakan umrah?


Meskipun Masjidil Haram selalu penuh saat malam hingga pagi, tapi banyak orang yang rela berdesak-desakan hanya karena ketaatannya. Ketahuilah, Masjidil Haram nggak pernah sepi. Kalau kita lihat pada tayangan TV, di lantai satu selalu penuh menjelang azan. Lantai 2, 3, dan 4 juga demikian.


Percayalah, Allah akan memberikan ganjaran atas apa yang telah kita usahakan. Jangan berkecil hati. Meskipun selalu penuh, tapi kita tetap bisa mendekati Ka'bah. Kalau tak bisa menyentuh Ka'bah juga tak masalah. Sebab, menyentuh Ka'bah tidak wajib.


00000 

Selasa, 05 Desember 2023

Hafal Surat An Nasr Saat Orang Israel Disandera



Bedanya orang Palestina dan orang Israel saat disandera. Orang Palestina (bahkan anak-anak, perempuan, dan lansia) diperlakukan tidak manusiawi. Namun, mereka punya Allah. Kalaupun nyawanya harus melayang, mereka meninggal dalam keadaan syahid. 


Berbeda sekali perlakuan Palestina terhadap orang Israel yang disandera. Mereka (sandera) tetap hidup normal, perlakuannya baik. Bisa kita lihat saat gencatan senjata, mengembalikan sandera ke tempat asalnya. Disandera, lalu saat dikembalikan mereka melambaikan tangan, tersenyum bahagia. Jangankan manusia, anjing saja tetap diperlakukan dengan baik. Sebab orang Palestina tahu etika perang. Siapa yang harus diperangi, mereka tahu.


Salah satu hal menarik yang saya lihat dari video yang beredar. Mungkin karena sering mendengar orang-orang Palestina membaca Alqur'an, muraja'ah. Ayatnya dibaca diulang-ulang, sehingga orang Israel yang "disandera" lama kelamaan juga hafal.


Dua orang perempuan, anak-anak dan dewasa melantunkan ayat qur'an Surat An Nashr dengan fasih.

Bismillahir-rahman-nirrahiim

Idzaa jaa anashrullahi wal fat-h(u)

Wara aitan naasayadkhuluuna fii diinillahi afwaajaa(n)

Fasabbih bihamdi rabbika wastagfirh(u). Innahu kaana tawwabaa(n)

Artinya:

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

2. Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah

3. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat.

00000

Benar, karena agresi Israel ke Palestina, banyak orang yang menjadi mualaf.

Sabtu, 02 Desember 2023

Tiru Orang Palestina Baca Qur'an



Salut dengan anak-anak dan orang dewasa di Palestina. Mereka membaca Qur'an tak mengenal waktu. Dalam kondisi apapun mereka tetap melantunkan ayat-ayat Qur'an.


Tidak heran bila orang Palestina dalam keadaan tak sadar atau siuman yang diucapkan adalah ayat Qur'an yang telah dihafal di luar kepala. Waktu saya melihat salah satu video, remaja Palestina berjalan di atas reruntuhan mencari korban yang sengaja akan dilenyapkan penjajah berdua murajaah. Masya Allah.


Saya benar-benar terinspirasi. Meskipun masih dalam taraf belajar konsisten membaca Qur'an, saya berusaha untuk selalu meluangkan waktu. Rasanya malu bila dalam keadaan merdeka, kenyang, berada di tempat terlindung dari panas dan hujan, nyaman tidak mau membaca Qur'an.


Alhamdulillah, bisa membaca Qur'an tiap hari. Kadang sehari satu juz. Selain baca Qur'an, membaca zikir.


Saya cerita pada seorang teman. Awalnya dia tanya tentang kegiatan saya sehari-hari. Rupanya dia tertarik. Paling tidak satu juz dibaca selama 2 hari.


Sungguh, membaca Qur'an hati menjadi tenang, damai, tenteram, tidak kemrungsung, dan bisa semeleh. Semoga bisa istiqamah dan sekeluarga bisa melakukan.

Rabu, 29 November 2023

Musim Hujan Waktunya Menanam


Musim hujan, waktunya menanam. Sebenarnya menanam tanaman terutama sayuran dan kebutuhan dapur, tidak hanya saat musim hujan saja. Kapan pun bisa menanam. Ingat, siapa menanam, akan memanen. 


Sepulang dari tanah suci, saya bercita-cita bisa menghasilkan rupiah dari menanam sayuran. Tentu saja dimulai dari skala kecil. Memanfaatkan tanah yang ada dan meluangkan waktu.


Beberapa waktu yang lalu sengaja saya menyemai tanaman tomat dari bijinya. Selain tomat, ada daun bawang, dan cabai. Kali ini yang sudah besar dan mulai berbunga adalah pohon tomat. Ada beberapa polibag berisi pohon tomat. 


Air cukup, pupuk alami tersedia, media tanam melimpah. Tunggu apa lagi? Yuk, menanam! Mumpung musim hujan. Kalau kebanyakan air bisa juga tanaman cukup ditaruh di pinggiran rumah.


Kalau Anda mau mencoba menanam sayuran, pilih bibitnya nggak nggak perlu beli atau harganya terjangkau. Kangkung, bayam, daun loncang, sawi hijau, cabai dan tomat.


Kalau bisa panen cabai, lumayan lo. Bisa mengurangi uang dapur. Sebab harga cabai sepedas rasanya.


00000

Jumat, 17 November 2023

Cara Membuat Timus


Beberapa hari yang lalu, saya diberi timus ungu oleh teman. Saya jadi ingat masa kecil dulu, makan timus hangat-hangat.


Saya jadi pingin buat timus sendiri. Setelah matang, ternyata suami dan anak saya juga suka. 


Yuk, buat timus sendiri!


Bahan

1. 0,5 kg ubi

2. 2 sendok makan tepung maizena

3. 1 sendok makan tepung tapioka.

4. Gula pasir (bagi yang suka manis)

5. Minyak goreng


Cara memasak:

1. Kupas ubi, cuci, lalu potong kecil-kecil.

2. Kukus ubi sampai empuk, lalu angkat.

3. Selagi masih panas, lumatkan ubi.

4. Taburkan tepung maizena dan tepung tapioka pada ubi lalu uleni.

5. Ambil adonan dan bentuk sesuai selera.

6. Goreng dengan api sedang sampai kecokelatan.

7. Angkat lalu tiriskan.


Timus ini makanan alami tanpa bahan pengawet. Rasanya mantap dan tidak eneg.

Selasa, 14 November 2023

Ujian Menghadapi Anak



Setiap orang ingin memiliki anak yang penurut. Namun, sebagian keluarga diberi anugerah anak super. Tidak mau menurut apa yang dikatakan orang tuanya.


Itulah ladang amal bagi orang tua yang memiliki anak super nggak nurut. Bikin emosi? Ya. Sebisa mungkin anak diluruskan sejak dini. Tidak dibiarkan bila anak marah, ngamuk  dan tidak menurut. Asal cara menasihatinya tidak dengan kekerasan baik fisik maupun verbal.


Yang paling utama adalah didoakan menjadi anak shalih dan shalihah.

Jumat, 03 November 2023

Menjaga Kemabruran Haji


Ada perasaan bahagia bila bisa berkumpul kembali dengan jemaah haji satu kloter terutama satu rombongan. Saya selalu ingat masa-masa ketika berada di Mekah dan Medinah bersama teman-teman. 


Rombongan 2 kloter 59 SOC 2023 mengadakan silaturahmi tiap 2 bulan sekali. Tuan rumah bergiliran. Kebetulan pada rombongan kami, dalam acara silaturahmi ini ada pengumpulan kas yang besarnya 10.000 rupiah per jemaah tiap 2 bulan sekali. Tidak ada arisan atau kegiatan menabung.


Acaranya pengajian saja dan membaca Alqur'an 10 ayat. 


Berbeda lagi dengan IPHI Ranting Lalung. Di ranting, pengajian diadakan tiap 35 hari sekali jatuh pada hari Jum'at Pon. Tiap datang ada iuran kas sebesar 15.000 rupiah. Ada juga kegiatan menabung, tapi saya tidak ikut. Iuran kas hanya dibayarkan saat datang. Kalau tidak datang, pertemuan berikutnya tidak perlu membayar kas dobel. 


Di ranting, ada kegiatan membaca Alqur'an bersama-sama dan pengajian diisi oleh ustadz/ah.


Silaturahmi ini diadakan untuk menjaga kemabruran haji. Alhamdulillah, dengan kegiatan silaturahmi ini saya dan suami tambah saudara, tambah ilmu, dan tambah rezeki.


IPHI Ranting Lalung anggotanya bukan hanya jemaah haji, tapi jemaah umrah juga bergabung.


00000

Rabu, 01 November 2023

Baca Alqur'an One Day One Juz



Saya belajar membaca Alqur'an mulai kelas 4 SD. Waktu itu belajar membaca Alqur'an dimulai dengan membaca buku khusus (bukan buku Iqra'). 


Kalau metode Iqra' memakai a ba ta tsa, sedangkan buku kami memakai alif ba' ta' tsa' jim dan seterusnya. Pada masanya, buku kami mudah dipelajari dan anak-anak SD mudah memahami.


Setelah dewasa dan mengenal metode Iqra', saya membantu adik-adik kecil yang mengaji di masjid. 


Oleh karena sudah lama belajar membaca Alqur'an, alhamdulillah setiap hari bisa membaca beberapa ayat atau lembar. 


Kebiasaan di tanah suci yang hanya melakukan ibadah dan ibadah terbawa di rumah. Sekarang membaca Alqur'an tidak lagi beberapa ayat atau beberapa lembar halaman. Saya targetkan one day one juz dengan dicicil setelah salat 5 waktu. Tambah beruntung bila sekali duduk bisa menyelesaikan satu juz. Alhamdulillah.


Yang penting berupaya dan istiqamah membaca Alqur'an.


00000



Minggu, 22 Oktober 2023

Tabungan Ternak Dan Uang Belanja dari Berkebun



Dari judul tulisan maksudnya adalah untuk mencukupi hidup sehari-hari bisa menjual hasil kebun. Ini berlaku untuk mereka yang bukan dari golongan ASN atau karyawan swasta. Namun, berjualan tak melulu dari hasil kebun. Bisa saja berjualan makanan, minuman, sembako, kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain. 



Nah, untuk tabungan, sederhananya adalah tabungan ternak. Hewan ternak yang dipilih bisa ayam, bebek, (dan unggas lainnya), kelinci, kambing, sapi, dan lain-lain. 


Bagi mereka yang belum pernah praktik, biasanya tidak percaya dan mendebat. Kalau yang sudah pernah melakukan keduanya pasti setuju dengan tulisan ini. 


Saya jadi ingat orang-orang zaman dulu. Di antara mereka sukses dari berkebun (bertanu) dan beternak. Meskipun bukan pegawai, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai sarjana. Mereka bisa membeli tanah, emas, dan lain-lain.


Saya hanya mengajak. Ayo, menanam sayuran dan tanaman lainnya. Panen lalu jual. Ayo beternak lele, ayam, marmut, kelinci, kambing, atau hewqn lainnya. Kalau sudah cukup umur dan beranak pinak, juallah. Uangnya ditabung. Atau kembangkan dan biarkan hingga jumlahnya banyak. 


Bagi teman-teman yang ASM, tidak dilarang berkebun dan beternak.


00000

Sabtu, 14 Oktober 2023

Umrohku Sangat Berkesan



Hari Jum'at kemarin saya kedatangan tamu, teman mengajar saat di Tunas Muda. Obrolan kami random. Apa saja menjadi bahan pembicaraan. Namun, saya ingin cerita kami adalah sesuatu yang bisa diambil hikmah. Bukan cerita asal cerita.


Teman saya pernah menjalankan ibadah umroh bersama anak laki-lakinya. Beberapa tahun yang silam, saat akhir bulan puasa hingga beberapa hari setelah idulfitri mereka berada di tanah suci.


"Dulu umrohku biasa saja. Nggak ada kesan seperti cerita banyak orang. Kalau mbakyuku dan bapak, bulan September kemarin umroh, ceritanya istimewa. 


Apakah karena satu rombongan jalan sendiri-sendiri dan terkesan ada ngegap. Yang ngegap adalah orang-orang terpandang dan para pejabat. Bertegur sapa saja tidak. Kalau ketemu cuma tersenyum.


Kalau mbakyu saya dan suami, mereka bantu-bantu jamaah orang tua. Bapak juga menceritakan senang untuk ketiga kalinya ke tanah suci."


"Bu, tiap orang tidak mengalami kejadian yang sama di tanah suci. Berangkat bareng, tidur bareng, makan bareng, ke Masjidil Haram bareng. Tapi pengalaman kita beda dengan orang lain.


Contohnya saya dan suami. Berangkat bareng, di sana makan bareng, jalan-jalan bareng, suami punya pengalaman mendampingi lansia dan saya juga punya pengalaman bantu-bantu lansia, tapi pengalamannya beda. Suami tidak mengalami apa yang saya alami atau sebaliknya. 


Kami ambil hikmah. Setiap perjalanan kami terkandung pengalaman yang amat mengesankan. 


Mungkin njenengan juga punya pengalaman mengesankan tapi njenengan anggap biasa."


"Bisa jadi begitu ya, Bu."

"Ya iyalah. Mosok 14 hari di tanah suci ndak ada pengalaman yang mengesankan?"


00000


Bersyukur, dari Asrama Haji Donohudan sampai pulang ke rumah, sampai sekarang masih lekat dalam ingatan, pengalaman yang mengesankan.


Jumat, 13 Oktober 2023

Honor Jon Koplo Cair



Saya masih berbunga-bunga bila tulisan saya dimuat di Solopos. Terakhir tulisan Ah Tenane dimuat setelah pulang dari tanah suci. Kadang saya tidak begitu memperhatikan sudah cair atau belum honor dari Solopos.


Suatu saat, saya cek tabungan saya. Alhamdulillah, ada transferan dari Solopos. Kadang honor dari tulisan receh ini bikin berbunga-bunga. Sungguh! Lumayanlah, 75.000 rupiah. Kalau dikumpulkan bisa untuk menambah uang saku ke tanah suci. Semoga diberi umur panjang agar bisa kembali umrah. Amin.

00000

Kamis, 12 Oktober 2023

Bertambah Shalih Setelah Berhaji

Di Mina Ujian dimulai


Setiap insan ingin berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Demikian pula para jemaah haji. Jemaah haji yang telah pulang dari tanah suci sebagian menunjukkan perubahan yang signifikan.


Ada yang sebelum menunaikan ibadah haji, salat di rumah tidak berjemaah, tidak rutin membaca Alqur'an, sedekah ala kadarnya, dan amalan lain yang tidak begitu mencolok. Namun, orang tersebut ingin istimewa saat berangkat haji dan setelah pulang.


Alhamdulillah, pengalaman di tanah suci benar-benar bisa mengubah perilaku dan perbuatan seseorang menjadi lebih baik. Amal perbuatannya dijaga, lisannya dijaga, matanya dijaga, dan semua yang akan dilakukan benar-benar yang bermanfaat.


Sepulang berhaji semakin shalih. Salat berjemaah di masjid, berpuasa sunah, dzikir panjang, baca qur'an, lisannya baik, kepergiannya keluar rumah hanya untuk sesuatu yang diridhai Allah. Masya Allah! Allah menggerakkan hati dan niatnya untuk kebaikan.


Ternyata berubah menjadi lebih baik melalui proses yang panjang, lewat pengalaman spiritual yang tidak semua orang mengalaminya. Tentu saja setiap jemaah haji yang telah pulang ke tanah suci bisa istiqamah dalam beribadah. 


Semoga Allah memudahkan melewati perjalanan panjang ini. 


00000


Silaturahmi Setelah Pulang dari Tanah Suci

 


Pulang dari tanah suci, kembali melakukan aktivitas seperti sebelumnya, termasuk bekerja. Namun, ada sesuatu yang tetap bila dilakukan agar bisa berkumpul kembali dengan teman-teman jemaah haji lainnya. Tentu saja tetap bersilaturahmi agar persaudaraan makin kokoh.


Untuk pertama kalinya sepulang dari tanah suci, kami teman seregu menjalin silaturahmi. Kami bareng-bareng mencoba kuliner olahan kambing di Warung Sate Mbah Ali Mojogedang.


Sebetulnya acara ini dibuat oleh suami dalam rangka memperingati tanggal lahir saya, 2 September. Alhamdulillah, tahun 2023 ini usia saya tentu sudah tak muda lagi. Syukur, Allah masih memberi nikmat sehat dan panjang umur.


Bulan Oktober 2023 ini, silaturahmi dengan teman-teman Rombongan 2 Kloter 59 SOC akan diselenggarakan di rumah ketua rombongan, Bapak H. Sunarno. Semoga acaranya berjalan dengan lancar.


00000

Minggu, 08 Oktober 2023

Mengapa Ingin Kembali ke Tanah Suci?

Zam-zam Tower, kami di lantai 4

Kita sering mendengar orang bolak balik ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Bagi sebagian orang akan mengatakan bahwa bolak balik umrah dan haji hanya menghamburkan uang. Daripada bolak balik untuk haji dan umrah, akan bermanfaat kalau uangnya disedekahkan pada fakir miskin yang lebih membutuhkan, menyantuni anak yatim, membantu kerabat  dan lain-lain.


Dahulu, saya dan suami punya keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji bareng. Bisa berangkat ke tanah suci, salat langsung di depan Ka'bah atau berada di Masjid Nabawi adalah mimpi besar yang segera ingin kami wujudkan. 


Ternyata setelah sampai di tanah suci, rasanya mau kembali ke tanah air kok eman-eman. Ingin balik lagi ke Mekah dan Madinah. Setelah menjalankan thawaf wada' lalu akan kembali ke hotel, air mata bercucuran. "Ya Allah, undang kami kembali ke sini bersama anak-anak."


Demikian pula saat meninggalkan kota Madinah, mata ini membasah. Ya Nabi, kami akan kembali ke Masjid Nabawi. Masjid yang adem dan menentramkan jiwa. Nangis, mewek, semedhot, kelara-lara. Rasanya seperti cengeng. Saya dan suami merasakan sendiri, hati ini terpaut dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 


Siapa yang pernah berhaji dan umrah, tapi tak ingin balik lagi ke tanah suci? Pasti kepingin balik lagi.


Jadi, kalau ada orang yang bolak balik ke tanah suci untuk berhaji dan umrah, saya tidak akan bilang lebih baik uangnya untuk ini untuk itu. Sebab, saya dan suami merasakan sendiri betapa kami rindu ke Baitullah dan Masjid Nabawi.


00000

Senin, 25 September 2023

Arbain di Masjid Nabawi

 


Rukun Islam kelima adalah Naik haji di tanah suci bagi yang mampu. Bagi jemaah haji Indonesia, selain menunaikan ibadah umrah dan haji juga menunaikan ibadah salat di Masjid Nabawi. Nah, bagi jemaah haji reguler diberi waktu yang cukup di Madinah. Sekitar 9 hari.


Kesempatan di Madinah ini tentu tidak akan disia-siakan. Jemaah haji bisa melaksanakan salat wajib 5 waktu di Masjid Nabawi selama 8 hari tanpa putus yang dinamakan salat Arbain. Salat Arbain adalah salat 40 waktu.


Ada lagi ziarah ke Raudhah, Makam Baqi (bagi perempuan cukup di luar), ziarah ke masjid-masjid sekitar Masjid Nabawi, misalnya Masjid Quba, Masjid Bilal, dan lain-lain. Sebagai orang Islam tentu sangat bangga bila bisa berziarah ke tempat-tempat bersejarah. 


Kembali ke salat Arbain. Saya dan teman-teman saling support agar bisa salat wajib berjemaah 5 waktu selama 8 hari tidak putus. Bila ada yang mengantuk,  maka yang lain "memaksa" membangunkan. Kami berangkat ke masjid bersama.  Biasanya sampai di masjid terpisah mencari shaf yang masih kosong. Pulangnya tidak bersama-sama. 


Oleh karena jaraΔ· hotel dengan Masjid Nabawi dekat, maka setelah salat subuh, zhuhur, dan asar kami langsung pulang. Setelah magrib kami tidak pulang. Jadi, setelah salat magrib kami tetap berada di masjid. Yang kami lakukan adalah zikir, tadarus, atau beristirahat menunggu Isya.


Sepulang dari salat isya' waktu menunjukkan pukul setengah 10. Kami langsung tidur agar keesokan harinya bisa bangun lebih awal dan salat tahajud di Masjid Nabawi. Senang rasanya bisa berlama-lama di masjid.


Kini, saya merasakan kangen yang luar biasa. Semoga Allah memudahkan saya dan keluarga untuk ke tanah suci untuk berhaji dan umrah kembali. Amin.


00000

Sabtu, 23 September 2023

Berdoa di Tanah Suci Pohon Durian Berbuah Lebat

 


Pulang dari tanah suci, saya dan suami ditanya anak gadis, "Lupa nggak doanya?"

"Doa yang mana?"

"Duriannya berbuah."

"Sudah. Ayah juga sudah."

Beberapa hari setelah berada di rumah, suami memanggil kami untuk keluar rumah.

"Lihat, duriannya berbunga."

Alhamdulillah, setelah belasan tahun menunggu, dan setelah minta pada Allah langsung di tanah suci, Allah mengabulkan doa kami.

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustai? Mintalah pada Allah, apa yang kita mau. Tidak usah pekewuh. Jujur saja. Mintanya nggak usah tanggung-tanggung.

00000

Jumat, 22 September 2023

Sedekah Dryfood Buat Meong


Suka binatang, itu pilihan. Saya dan keluarga kecil bukan termasuk penyayang kucing. Namun, kami juga tidak membenci kucing. Jadi, kalau ada kucing nggak akan kami hardik. Kami membiarkannya.

Ketika di rumah kakak saya ada kucing dan saya sering ke rumah kakak, mau tidak mau harus berdamai dengan kucing. Akhirnya, saya dan anak-anak ikut merawat kucing-kucing tersebut.

Anak gadis, F1, sekarang juga punya kegiatan rutin yakni memberi pakan kucing. Ternyata tidak sebatas kucing di rumah. Bila bertemu kucing di jalan, F1 juga memberinya pakan. 

Kata F1, sedekah pada kucing lebih ikhlas lo. Sebab, tidak ada pamrih sama sekali. Tidak saling membalas pemberian.

F1 sekarang menyiapkan makanan kering atau dryfood di dalam tas untuk kucing. Siapa tahu ketika lewat suatu tempat melihat kucing. 



Semoga bermanfaat.

00000

Kamis, 21 September 2023

Menulis Buku Perjalanan Haji dan Umrah



Setiap mendengar ada teman, saudara, kerabat, bahkan orang tua sendiri mau berangkat haji dan umrah, rasanya ikut bahagia. Saya sendiri gemetaran ketika ada panggilan berangkat haji. Bagaimana tidak? Saya menunggu giliran selama 11 tahun.


Ketika mau berangkat, selama perjalanan, dan selama di tanah suci, saya sering membagikan pengalaman tersebut di dunia maya. Tujuan saya murni untuk betbagi pengalaman dan memotivasi teman-teman dan saudara-saudara. Seandainya ada yang menilai dalam membagikan prngalaman ada unsur riya atau pamer, itu hak mereka. 


Akhir tahun 2011 sampai awal tahun 2012, saya sibuk ke puskesmas, kantor Kemenag, dan bank. Beberapa teman tahu kesibukan saya tapi tidak tahu dengan apa yang saya lakukan. Setelah semua urusan telah selesai dan saya mendapatkan nomor porsi, saya bercerita soal mendaftar haji. Respon mereka positif.


Dari berbagi pengalaman mendaftar haji ini ternyata bisa menginspirasi. Teman-teman bilang kalau saya dan suami "berani" meninggalkan segala kemewahan dunia dan memilih untuk mendaftar haji. Mereka tahu bagaimana rumah dan keseharian saya. Bagi orang lain mungkin mengutamakan mempercantik rumah, beli motor, atau mobil daripada untuk daftar haji.


Tahun 2023 saya dan suami berangkat haji. Ada kenalan yang kaget, "Kok bisa berangkat haji?"

Saya malah lebih kaget lagi. Namun, saya memilih menjawab, "haji itu panggilan. Undangan berhaji juga merupakan misteri. Allah memanggil kami. Ya, harus berangkat."


Agar pengalaman berhaji bisa memotivasi bagi orang lain, maka perlu saya tuliskan dalam bentuk buku. Semoga bermanfaat. Mulai sekarang mencicil. Minimal menuliskan judul dan biodata penulis. Hahaha 


00000

Kamis, 14 September 2023

Di Muzdalifah Kita Berpisah



Dulu kita merencanakan untuk selalu bersama dalam melakukan semua kegiatan atau manasik haji di tanah suci. Ternyata setelah berada di lapangan hal itu tidak mungkin 100% terlaksana. 


Hal yang sampai sekarang masih kuingat adalah ketika kita diuji dengan keterlambatan datangnya bus yang membawa jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Hari semakin siang, panas semakin menyengat. Persediaan minuman menipis. 


Kita menunggu bus. Kita sepakat untuk berpisah di Muzdalifah. Aku mendampingi bapak-bapak lansia. Kau juga demikian. Mengapa kita tidak berempat saja, tidak berdua-berdua? Dengan berpisah lebih mudah untuk bergerak.


Dan benar! Aku dan lansia yang kudampingi mendapatkan bus sebelum jam sebelas. Sementara kamu berdua jam setengah satu baru mendapatkan bus. Ternyata perpisahan kita adalah langkah yang tepat.


Alhamdulillah, berpisah di Muzdalifah hanya sementara. Sebab, setelah berada di Mina kita bisa selalu berdua untuk melempar jamarat.


00000

Minggu, 10 September 2023

Umroh Bersama Mama



Saya ingin anak-anak bisa ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji dan umrah saat mereka masih belia. Paling tidak umrah dahulu bila ingin ke tanah suci lebih cepat.


Suatu hari saya bertanya pada F2, anak kedua. Bila suatu saat mendapatkan kesempatan menjalankan umrah sendiri, sudah siapkah? Atau bila suatu hari Mama dapat rezeki mendapatkan 2 tiket umrah gratis, sudah siapkah berangkat? Jawabnya: kalau dengan Mama, aku siap. Kalau tidak dengan Mama ya paling tidak dengan orang yang aku kenal. Atau bironya dapat dipercaya. Bironya tidak yang bohong atau ngapusi.


"Berarti kamu siap, ya Iz?"

"Insya Allah."

"Alhamdulillah. Semoga bisa secepatnya ke tanah suci."

00000


Obrolan receh yang memotivasi agar bisa secepatnya menjalankan umrah dan haji. Bismillah.

Jumat, 08 September 2023

Olahan Tahu dan Bakso




Yuk, masak gampang, praktis, dan biaya murah.


Bahan

1 siung bawang putih

1 buah bawang merah

2 buah cabai rawit merah

Garam

Penyedap rasa

Merica

Air

Minyak sayur

1 buah tahu putih

5 butir bakso

Wortel

Daun bawang 

Seledri

Sawi putih


Prosedur:

1. Panaskan air 100 ml (boleh lebih), tambah minyak sayur, bamer, baput, cabai, bakso dan tahu. Masak sampai mendidih lalu kecilkan apinya.

2. Tambahkan sayuran. Tutup pancinya.

3. Kalau sayuran sudah layu, tambahkan garam, merica, dan penyedap rasa.

4. Matikan apinya.

5. Hidangkan.


Bila disantap pakai nasi, bisa untuk 2 porsi. Namun, bila tak pakai nasi, bisa disantap untuk satu orang.


Kalau saya mending buat berdua. Aku dan kamu.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Kamis, 17 Agustus 2023

Menikmati Subuh di Masjidil Haram Bersama Suami

 


Selama di Mekah, tidak setiap hari saya dan suami ke Masjidil Haram untuk melaksanakan salat wajib. Di samping karena jarak hotel dan Masjidil Haram jauh, juga karena saya harus menghemat energi dan menjaga kondisi tubuh. 


Bila telah tiba di Masjidil Haram, kami harus berpisah mencari shaf. Shaf laki-laki berbeda dengan shaf perempuan. Agar bila mudah kembali bersama maka WC 3 adalah titik kumpul favorit.


Namun, ketika saya dan suami punya kesempatan untuk salat di Masjidil Haram, maka waktu kami gunakan dengan sebaik-baiknya. Betul-betul kami nikmati akhir malam dan subuh untuk berlama-lama berzikir dan berdoa.


Salat tahajud, lalu zikir, salat lagi, baca ayat qur'an, salat, zikir lagi dan seterusnya. Di depan Ka'bah hati nyes tenang, tenteram, dan damai. Tak ada yang mengganggu. Apalagi bila berada di tempat di mana askar tak lagi mengusik. 


Di depan Ka'bah seakan komunikasi dengan Sang Pencipta tak ada pembatasnya, padahal di depan saya banyak orang yang sedang thawaf.


Bila salat subuh telah ditunaikan dan doa telah tuntas dipanjatkan, saya harus  meninggalkan Masjidil Haram. Saya harus menemui "kekasih" saya di WC 3 (titik kumpul). Setelah bertemu, kami harus berjalan menuju terminal untuk mendapatkan bus yang akan membawa pulang.


00000

Sabtu, 12 Agustus 2023

Bolehkah Umroh Sebelum Menunaikan Ibadah Haji?


Ada seorang kenalan bertanya  "Bolehkah saya umroh sebelum menunaikan ibadah haji?" Jawabannya adalah boleh.

Tahun 2012, 6 Januari saya dan suami mendaftar haji. Pegawai kemenag dan bank memberikan perkiraan keberangkatan kami. Lama tunggu sekitar 8 tahun. Bisa maju, bisa juga mundur. Artinya, perkiraan berangkat tahun 2020. 

Tahun 2019, saya dan suami mendapat panggilan dan tawaran untuk mengikuti bimbingan manasik haji. Sebab, saya dan suami masuk kuota pemberangkatan tahun 2020. 

Saat mengikuti bimbingan di salah satu KBIH, beberapa pemateri mengajak dan menyarankan pada kami para jemaah haji tahun 2020 untuk "mengajak" saudara, kerabat, teman, atau tetangga untuk mendaftar haji (bukan umroh). Bila sudah mendaftar haji, tapi umur belum sampai dan meninggal sebelum bertngkat maka jemaah tersebut telah mendapatkan pahala "haji" karena selain niat juga sudah melakukan aksi. 

Setelah mendaftar haji, sambil menunggu "berangkat", jemaah bisa berumroh. Yang penting daftar haji dulu.

Namun, sekarang daftar tunggu makin panjang dan masa tunggunya bisa lama. Dengan pertimbangan umur dan kesehatan, sekarang saran  dari KBIH adalah jemaah yang penting seumur hidup minimal satu kali ke tanah suci.

Mumpung sehat, segera berangkat. Tidak harus menunggu kalau sudah mendaftar haji, lalu umroh.

Saya sampaikan ke kenalan, "umroh dulu. Jangan sampai maunya berhaji dulu, antrean panjang, umur nggak nyampai."

Kalau sudah sampai Mekah lalu berdoa, minta pada Allah agar dimudahkan segala urusan. 


00000


Jumat, 11 Agustus 2023

Menjaga Kemabruran Haji


Suatu hari saya dan suami kedatangan dua orang kenalan. Alhamdulillah, mereka adalah orang-orang yang sederhana meskipun sudah bolak balik ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Maklum, mereka memang "petugas" dan "pendamping".

Pengalaman mereka sudah tidak diragukan lagi. Rupanya mereka akan kroscek pada kami. Apa yang kami lakukan di sana, terkait ibadah sosial. Kalau ibadah secara personal malah tidak ditanyakan.

"Pak Bud, pripun? Kebiasaannya di sini juga dilakukan/dipraktikkan di sana, apakah mengalami kendala?"

"Alhamdulillah, kemampuan memijat tetap saya praktikkan. Siapa pun yang membutuhkan, saya bantu."

"Istrinya protes atau tidak?"

"Nggak, Pak. Sebab, sejak dari rumah kami memang bersepakat untuk membantu orang sesuai dengan kemampuan kami masing-masing." Jawab saya dengan lugu.

"Nah, kemarin itu sudah menjadi isu nasional kejadian di Muzdalifah. Bagaimana dengan njenengan berdua?"

"Di Muzdalifah, saya dan istri sepakat untuk berpisah "

"Maksudnya?"

"Karena kondisi saat itu tidak memungkinkan kami ke mana-mana harus berdua. Kami sepakat, saya mendampingi lansia dan istri juga mendampingi lansia. Kami tidak mungkin akan berempat. Lebih baik berpisah dan mencari "jalan keluar" dari Muzdalifah berdua berdua. Dengan seperti ini, alhamdulillah istri dan lansia yang didampingi lebih duluan mendapatkan bus yang membawa ke Mina. Sekitar jam 11-an. Sedangkan saya dengan bapak lansia sekitar jam setengah satu baru mendapatkan bus. Tetap bersyukur karena sampai Mina masih cukup waktu."

"Syukurlah, panjenengan masih sempat memikirkan orang lain. Muzdalifah adalah ujian bagi semua orang, sifat orang kelihatan saat di Muzdalifah."

Ujian? Ya, Muzdalifah adalah tempat ujian sesungguhnya. Saat itu bekal air habis. Kalaupun masih ada tentu jumlahnya terbatas. Air kran diminum juga tak masalah. Panas matahari benar-benar terik. Tidak ada pohon dan tenda di tengah tanah lapang yang luas. Hanya ada tenda tenda kecil tempat untuk antre menunggu bus.

Di Muzdalifah banyak orang sudah tidak peduli dengan yang lain. Namun, bagi saya dan suami, Muzdalifah adalah ladang amal. Kami hanya mendampingi, ikut mengantre menunggu bus agar lansia-lansia segera bisa ke Mina. Suhu udara sekitar 45 dersel, bukanlah suhu yang sejuk dengan angin sepoi sepoi. Suasana panas, hati panas, pikiran kemrungsung, panik, dan lain-lain.

"Pak Bud, haji mabrur itu bukan sebatas di tanah suci khatam baca Qur'an berkali-kali, tiap hari tahajud dan salat di Masjidil Haram, umroh sunnah tak terhitung, dapat mencium hajar aswad, menyentuh pintu Ka'bah, Multazam, maqam Ibrahim, salat di Hijr Ismail. Mabrur itu seberapa banyak kita bermanfaat bagi orang lain, tetap istiqamah melakukan salat berjemaah atau melakukan amalan secara rutin, khususnya setelah kita kembali ke tanah air."

Benar juga, bila mabrur hanya sebatas ini dan itu, kasihan orang lanjut usia, dissabilitas, dan orang yang mendampingi lansia yang terbatas bisa ke Masjidil Haram.

Menjaga kemabruran, ya di tanah air inilah apa yang bisa kita perbuat.

00000

Buka Rekening Tabungan Haji


Seorang kenalan menceritakan keinginannya untuk naik haji. Saya antusias mendukungnya. Saya sarankan untuk segera menabung di bank khusus tabungan haji.

"Tapi suamiku nggak mau nabung. Katanya kalau uangnya sudah cukup, dia akan mendaftar haji langsung."

"Ya, nggak apa."

"Kemarin aku ke bank syariah dan membuka rekening tabungan haji. La kok ditanya suaminya mana?"

"Kamu kan perempuan, bersuami pula. Kalau perempuan naik haji kan dengan muhrimnya. Maksudnya suami ditanyakan itu kelak mau berangkat berdua atau tidak."

"O, gitu ya."

"Yang penting ada niat, lillahi ta'ala, action. Actionnya ya segera nabung atau ngumpulin uangnya."

"Nambah saldonya tiap bulan nggak perlu banyak, kan?"

"Kalau uangnya belum cukup banyak, saranku nggak usah dibawa ke bank dulu. Sebab, ngantre kita lama, cuma mau nabung sedikit. Sayang waktunya. Mending dikumpulkan di rumah dulu, lalu dibawa ke bank."

"Makasih atas sarannya, ya."

"Sama-sama."

Tiap orang akan diuji. Ujiannya macam-macam. Ada yang pasangan suami istri yang sefrekuensi. Ada yang istrinya lebih sholeh dari suaminya atau sebaliknya. Tak apa, yang penting aqidah tetap terjaga.

Ada yang pasangan suami istri sudah klik untuk menunaikan ibadah haji. Ada yang istrinya sudah siap, sedangkan suaminya belum. Atau sebaliknya. Yang penting sabar dan berdoa, semoga Allah memudahkan kita untuk menunaikan ibadah haji dan umroh.

Jangan lupa, nabung untuk berhaji dan umroh ya.

00000

Kamis, 10 Agustus 2023

Bila Sudah Berniat Segera Buka Rekening Tabungan Haji

 


Rukun Islam kelima adalah haji. Naik haji bagi yang mampu. Mampu di sini artinya mampu secara finansial, kesehatan, dan perjalanan aman. Siapa pun bisa menunaikan ibadah haji asal Allah memanggilnya untuk berangkat ke tanah suci. 

Ada orang yang hidupnya sederhana, cukup, bahkan tergolong pas-pasan, namun bila Allah telah berkehendak, bisa saja orang tersebut segera menunaikan ibadah haji. Entah karena mendapat hadiah atau sebab lain.

Bagi teman-teman yang ingin segera ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, bisa segera membuka rekening tabungan haji. Silakan datang ke bank syariah (jangan konvensional). Setoran awal tidak memberatkan kok, tergantung aturan bank yang berlaku saat ini.

Tambahlah saldo secara rutin. Semampunya saja. Kalau bisa menabung dalam jumlah besar, silakan. Namun, bila jumlahnya sedikit, sebaiknya uang dikumpulkan dulu di rumah. Tujuannya agar waktu antre kita lebih bermakna bila kita menyetorkan uang tabungan dalam jumlah banyak.

Yang penting niat beribadah haji ini segera direalisasikan dengan menabung. Insya Allah nanti dimudahkan dan rezeki dicukupkan untuk membayar setoran awal ONH sebesar 25 juta rupiah. 

Jangan bilang masih banyak utang, kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak-anak masih banyak sehingga menunda menabung di bank.

Ini hanya sebagai ajakan, bukan memaksa. Dulu tahun 2012 saya dan suami juga "berani" membuka rekening tabungan haji. Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat ke tanah suci.

Jadi, niat saja belum cukup, harus dibarengi dengan aksi.

00000


Minggu, 06 Agustus 2023

Jemaah Haji Reguler Perlu Membawa Beras




Jemaah haji tahun 2023 mendapatkan makanan pagi, siang, dan sore/malam. Makanan terjamin enak. Namun, kadang ada sedikit error dalam memadupadankan antara nasi, sayur, dan lauk untuk sarapan pagi. Contoh salah satu menu sarapan pagi: nasi kuning lauk kering kacang dan teri.  (Misalnya, nasi kuning, kering kacang dengan secuil telur kan Indonesia banget, kayak mau ulang tahun gitu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚). Sarapan pagi dengan menu: nasi uduk lauk oseng tempe (cenderung seperti bacem, pedas enggak manis juga enggak).

Kalau siang lauknya berlimpah, seperti ayam goreng, ayam bumbu kecap, ayam bumbu rica, patin, daging sapi, dan lain lain. Nah, kalau protein hewani berlimpah, biasanya dikumpulkan kemudian esoknya dibuat makanan lagi agar nafsu makannya bertambah. Remake. 

Tiga hari terakhir, suplai makanan agak tersendat. Maka dari pihak pemerintah mengambil solusi, selama 2 hari pagi sarapan berupa paket indomi dalam wadah sejenis popmi, dan 2 buah roti selai. Siang dan sore hari ada nasi dan lauk. Hari ketiga tidak ada logistik. Sebab itulah rombongan sepakat untuk menanak nasi yang ramah lansia.

Sayangnya, dari tanah air sudah diberi tahu bahwa makanan terjamin dan tidak bakal kekurangan. Kenyataannya di lapangan, tanggal 7, 14, 15 Dzulhijah tidak ada suplai makanan. Mau tidak mau harus beli nasi lewat katering atau jalan keluarnya memasak nasi dan lauk ramai-ramai.

Kalau pakai katering, satu porsi sarapan dengan lauk standar protein hewani jemaah haji harus mengeluarkan uang 15 riyal. Ada juga yang per porsi harganya 20 riyal.

Untuk pengiritan sana sini, langkah cerdasnya adalah memasak bareng-bareng. Dana diambilkan dari iuran rombongan. Alhamdulillah, semua bisa teratasi dan makanan benar-benar ramah lansia.

Pesan untuk teman-teman yang akan berangkat haji tahun 2024 tetap bawa beras ya, setidaknya bawa 1 kg. Bawa 1,5 kg lebih aman. Masaknya pakai mejikom. Mejikom bisa dibeli di tanah suci. 

Selain beras, apa saja yang harus dibawa? Nantikan tulisan berikutnya.

00000

Sabtu, 05 Agustus 2023

Kembali ke Baitullah



Bagi teman-teman yang sudah menunaikan haji dan umrah, saya yakin pasti mereka ingin kembali ke Baitullah. Sebab, sebelum mereka ke tanah suci saja sudah rindu Baitullah, apalagi sudah pernah berhaji dan umrah.

Bila daftar tunggu untuk menunaikan ibadah haji cukup lama, sementara ada cukup uang maka umrah bisa segera dilaksanakan tanpa harus menunda lagi. Teman-teman nanti akan "tuman" alias ketagihan untuk berlama-lama di Baitullah. 

Di Baitullah hati lebih tenteram, tenang, dan damai. Hati terpaut. Tiap mulut melantunkan doa, ada tetes air mata. 

Untuk itu, segeralah ke Baitullah bila secara finansial teman-teman mampu. Setelah mendaftar umrah, juga ikut bimbingan manasik umrah. Semoga semuanya lancar.

Rabu, 21 Juni 2023

Makanan yang Perlu Dibawa Saat Naik Haji Reguler



Alhamdulillah, tahun 2023 ini jemaah haji Indonesia mendapatkan makan tiga kali dalam sehari. Menunya juga enak-enak, tapi sayangnya padu padannya kurang greget. Misal pagi hari nasi kuning lauknya kering kacang dan teri. Siangnya sudah cocok, malqm hari menunya sedikit aneh. Hari berikutnya, pagi hari menu sarapan nasi uduk lauknya oseng tempe bumbu kecap. 

Meskipun sudah ada daftar menu untuk seminggu, tetap saja kalau buka kotak aluminium foil rada kaget juga. Maka salah satu cara agar makannya tetap lahap adalah makanan/lauk kering yang dibawa dari tanah air dieksekusi. Biasanya sambal pecel tak pernah ketinggalan. Ada juga abon, kering tempe, serundeng, sambal terasi/tomat, kecap dan mi instan atau mi gelas. 

Bagi Anda yang akan naik haji pada tahun yang akan datang, mangga bisa dibaca. Siapa tahu bermanfaat.

Lauk kering:
Kering tempe mix kacang atau teri, abon ayam/sapi, serundeng ori/pedas, sambal pecel, tempe keripik, rempeyek, dan makanan kering kesukaan ya.

Makanan/camilan:
Biskuit, enting-enting, keripik jagung  onde-onde mini, slondok.

Minuman instan:
Jahe, susu jahe, energen, kopi, teh, gula pasir, gula jawa, dan lain-lain. 

Permen:
Kopiko, relaksa, kiss, permen jahe, atau permen kesukaan. 

Makanan/camilan dan permen selain dikonsumsi sendiri juga bisa disedekahkan saat berada di Masjidil Haram atau masjid terdekat.

Saya selalu bawa tas ransel kecil berisi bikuit dan permen. Makanan tersebut saya bagikan pada orang yang saya temui.

Suatu hari saya berjemaah di masjid dekat hotel. Ketika pulang, saya berbagi permen pada perempuan berkulit hitam. Tiba-tiba ada laki-laki berkulit bersih menunjuk permen yang saya beriksn pada perempuan tadi. Buru-buru saya ulurkan 2 buah permen. Laki-laki itu memberi kode kurang. Maka saya berikan 2 buah lagi. Dia tersenyum memberi isyarat terima kasih.

Dari pengalaman itu, saya sarankan untuk membawa camilan atau permen dalam jumlah banyak untuk berbagi. Berbagi tidak membuat kita miskin. Berbagi membuat kita lebih kaya. 

00000

Selasa, 20 Juni 2023

Berhaji Bawa 6 Stel Baju, Begini Cara Gonta Ganti Pakaian


Barang bawaan jemaah haji sangat dibatasi, beratnya sehingga harus pandai memadupadankan pakaian yang dikenakan. Saya hanya membawa 6 stel pakaian, dan 5 buah kerudung. Gamis putih 1 potong, 1 stel atasan dan bawahan putih, 1 potong kaos putih, 3 gamis, 1 daster, 2 kerudung hitam, 2 kerudung putih, dan 1 kerudung cokelat ukuran jumbo. 

Karena jumlah pakaian terbatas, maka harus pandai mengatur agar pakaian cepat dicuci, dikeringkan lalu dipakai lagi, alias ringgo (garing dinggo). πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Di hotel Namma Mawaddah disediakan mesin cuci. Mesin cuci yang tak pernah berhenti beroperasi karena jemaahnya banyak. Tempat cuci pakaian di lantai Restorasi paling ujung.

Saya mengakali, agar nggak lama antrenya. Cuci dan bilas pakaian di kamar mandi lalu mengeringkan pakaian di tempat pencucian. Setelah dikeringkan, pakaian yang besar dihanger lalu digantung di dalam kamar mandi. Cucian yang kecil, dijemur di dalam kamar ditempelkan pada gordin jendela disemat pakai peniti. Dengan cara demikian, maka tak perlu menunggu lama kering dan hemat barang bawaan. Hahaha.

Ini ternyata dilakukan jemaah secara turun temurun. Semoga cara ini bermanfaat bagi Anda yang kelak akan menunaikan ibadah haji. Namun, ini hanya berlaku di Mekah. Sebab hotel di Madinah, menurut info tidak ada fasilitas mesin cuci. Yo wis rapapa. 



Sabtu, 17 Juni 2023

Setiap Jemaah Haji Memiliki Ujian Sendiri-sendiri

 


Setiap jemaah haji pasti diuji. Ujiannya satu orang dengan yang lain berbeda. Ada yang diuji dengan kesehatannya, pasangannya, dengan orang tuanya, dengan temannya, dan lain-lain.

Saya diuji dengan kesehatan atau badan saya. Selama di tanah suci, tensi tinggi padahal ketika di tanah air selalu normal dan baik-baik saja. Evaluasi: mungkin beberapa terakhir sebelum berangkat saya kecapaian, kurang tidur, banyak tamu yang datang, capai membersihkan rumah, dan lain-lain.

Solusi: tidak memaksakan fisik untuk mengeluarkan tenaga lebih besar. Saya membatasi salat di Masjidil Haram. Sebab, aktivitas menuju Masjidil Haram berjalan dengan cepat. Tidak ada orang yang berjalan santai seperti melakukan rockpot. Berjalan cepat dengan tetap memperhatikan orang-orang tinggi besar di sekitar. 

Saya diuji dengan terpisah dari suami di Masjidil Haram. Solusi: tetap bergandengan tangan kecuali sedang salat.

Saya diuji dengan "ketidaknyamanan dengan seseorang". Solusi: tidak jidal. Tetap rendah hati dan tidak sombong, tidak merasa punya power, mengalah saja. Apapun bentuk gesekan, cukup mengalah dan beristigfar. 

Saya berada di kamar yang isinya 4 orang. Tiga orang selain saya adalah  Ibu S (68 tahun) dan anaknya (46 tahun) serta kakak (73 tahun). Di kamar lain ada anak laki-laki dari ibu (68 tahun) dan suami dari anak (46 tahun). Jadi, teman sekamar saya ini berlima dalam satu keluarga besar. Teman sekamar tersebut, yakni Ibu S, pinginnya ke Masjidil Haram terus. 

Suatu pagi, anak perempuan dan suaminya berangkat ke Masjidil Haram. Anak laki-laki dan ibunya juga ke Masjidil Haram, sedang kakak yang usianya 73 tahun tinggal di hotel. Saya ke Masjidil Haram, suami tidak karena piket untuk mengambil konsumsi dan ikut senam kloter 59.

Singkat cerita setelah tiba di terminal, saya turun lalu ikut menggandeng tangan kanan  Ibu S. Tangan kiri Ibu S digandeng anak laki-lakinya. Ternyata kami thawaf di lantai dasar. Alhamdulillah, kami bisa dekat dengan Hijr Ismail tapi kemudian menjauh agar saat azan subuh bisa salat di belakang. Thawaf, salat Subuh dan Shuruq telah kami tunaikan dengan lancar.

Sampai di hotel, ternyata pasangan suami istri anak dari Ibu S juga tiba. Setelah sarapan, teman saya bercerita bagaimana dia dan suami bisa berdoa di Hijr Ismail, memegang Multazam, dan berdoa sesuai hajatnya. Saya mendengarkan. Saya hanya bilang, "alhamdulillah saya, ibu S dan adik njenengan bisa dekat dengan Hijr Ismail tapi terus menjauh."

"Buk, pokoknya besok suatu saat aku ajak sampai di depan Ka'bah."

Saya merasa menyesal lalu beristigfar, karena  membocorkan telah sampat di putaran dekat dengan Ka'bah. Seharusnya saya diam. Namun, Ibu S bilang, "terima kasih ya, Bu. Sudah menggandeng saya selama thawaf, menemani ketika salat Subuh."

"Sama-sama."

Teman saya bertanya, "tadi tongkatnya nggak dibawa?"

Saya balik bertanya, "ketika  thawaf di lantai dasar, njenengan lihat orang thawaf pakai tongkat atau tidak?"

"Lihat seorang bapak-bapak memakai thawaf."

"Hanya seorang atau banyak orang?"

"Seorang."

"Saya tadi lihat seorang perempuan memakai kruk. Kruk mengenai kaki saya, juga seorang. Menurut njenengan, kalau Ibu S pakai tongkat kira-kira repot atau tidak dengan kondisi penuh berdesakan?"

"Kayaknya tidak bisa."

Saya tak perlu berdebat. Begitulah, nggak mungkin kita bawa tongkat. Toh tanpa tongkat, Ibu S juga bisa menyelesaikan thawaf. 

Setelah selesai membicarakan pengalaman thawaf tadi, saya menyingkir. Beristigfar. Tak terasa air mata saya menetes. Siapa saya? Apa hubungan saya dengan Ibu S? Tentang tongkat, bukan kewajiban saya untuk membawakannya. Saya beristigfar dan, "Ya Allah, mudahkan urusan saya."



Pagi tadi, saya ke Masjidil Haram bersama suami. Ibu S dan anak laki-lakinya juga ke Masjidil Haram. Saya dan suami bergandengan menuju lantai 4, beratapkan langit. Saya dan suami tidak melakukan thawaf. Menunggu Subuh dengan salat tahajud, berdoa, dan berzikir. Selesai salat Subuh kami langsung pulang, tidak menunggu Shuruq.

Singkat cerita kami tiba di hotel. Ibu S juga sudah berada di hotel. Saya bertanya pada ibu S, "Ibu tadi juga thawaf di lantai 1?"

"Tidak. Penuh banget. Sampai masjid langsung cari tempat salat seperti kita kemarin, Bu."

"O, njih."

Sudahlah, simpulkan sendiri. 

Jadi, ujian pasti akan datang pada kita dan bentuknya macam-macam. Kuncinya istigfar.

00000


Jumat, 16 Juni 2023

Sandal Yang Berputar

 


Dari tanah air, saya dan suami membawa cukup alas kaki. Jadi, kalau ada yang ngecek koper kami pasti akan memberi komentar  "arep dodolan sandal pa?" Tiap orang punya pemikiran berbeda. Dan, saya juga termasuk orang aneh dan nyleneh.

Pada hari pertama berada di Masjidil Haram, seperti yang saya bagikan sebelumnya saya diberi sandal oleh petugas PPIH. Sorenya ketika di hotel suami bilang pada saya, "Mi, sandalku kuberikan pada jemaah haji di lantai bawah. Aku minta sandal lainnya."

Saya heran campur gemas. Hahaha. Di koper suami juga banyak sandal lo. Kok ya kudu njaluk punya saya.

Saya ambilkan sandal yang ada. "Wis rapapa. Artinya sandal dari petugas haji tadi bisa diberikan ke orang lain."

Kemarin sore, pas makan bareng tiba-tiba sandal suami tidak ada dan yang tersisa adalah sandal milik seseorang dengan inisial S. Karena berada di hotel yang penduduknya juga tetangga sendiri di Karanganyar dan sekitarnya maka saya wara-wara di grup rombongan tentang sandal. Hanya sekadar sandal. Di tanah suci sangat berarti lo teman-teman. Kalau di tanah air, apalagi di desa; nyeker itu hal yang biasa. Namun, jangan sekali-sekali nyeker di siang hari di jalan di tanah suci. Bisa-bisa masuk rumah sakit, apalagi yang mengidap diabetes.

Alhamdulillah, di mushala sandal suami ketemu. Akhirnya sandal dengan inisial S dibawa suami ke mushala. Semoga bertemu dengan pemiliknya. Amin.

Begitulah, siapa mempermudah urusan orang, maka Allah akan memudahkan urusannya. 

Sudah 2 hari, di tas punggung saya isi sandal jepit. Siapa tahu nanti ada yang memanfaatkan. Berbagi itu indah.

00000

Hari Pertama di Masjidil Haram Terpisah dari Suami



Skenario Allah membuat saya semakin bersyukur. Sebab, hari pertama saya menginjakkan Masjidil Haram, saya terpisah dari suami. Namun saya yakin, Allah akan memberi pertolongan dan mempertemukan saya dengan suami.

Ceritanya begini, teman-teman. Saya tidak melakukan umrah bersama teman-teman sebab saya ragu-ragu dengan keluarnya sedikit lendir keruh (bukan fleks). Saya memutuskan untuk bersih dan mandi besar terlebih dahulu. Yang penting saya harus menjaga niat berihram dan menjauhi larangannya.

Tanggal 13 Juni jam 3 Waktu Arab Saudi, saya diantar suami naik ke lantai atas untuk melakukan thawaf. Suami tidak bisa mengantarkan/mendampingi di lantai 1. Sebab suami tidak memakai kain ihram. 

Saya melakukan thawaf sendiri, sedangkan suami menunggu salat Subuh dan Shuruq. Setelah putaran ketujuh, saya tak lagi menemukan suami. Saya melanjutkan perjalanan, melakukan sai sendiri. Setelah bertanya pada jemaah haji Indonesia, saya melaksanakan Sa'i dari bukit Shafa ke Marwa dan sebaliknya sebanyak 7 perjalanan. 

Selesai sa'i, saya membuka hp. Suami mengirim foto. Captionnya: saya di sini. (Tidak ada keterangan itu shafa atau marwa). Di shafa dan marwa semua ada askar. Jadi, ini shafa atau marwa? Sebab, foto yang diambil tentu akan sama gambar dan posisi askar. Saya menelepon suami. Dia bilang dari Marwa ambil jalan ke kanan ke pintu keluar. Saya menurut. Keluar dan terus berjalan tanpa menggunakan sandal. Saya terus beristigfar dan membaca shalawat. Ya Allah, mudahkan urusan saya.

Saya tetap tidak menemukan suami. Kembali suami mengirim foto. Dia akan mengibarksn jaketnya. Saya bilang, saya tidak paham. Saya minta suami untuk kembali ke Marwa. Sambil menunggu, seorang petugas PPIH mendekati saya.

"Saya dari Kabupaten Karanganyar. Tadi umrah sendiri. Saya terpisah dari suami. Insya Allah nanti bertemu di Marwa."
"Sandal ibu?"
"Dibawa suami. Saya tidak membawa tas."
Petugas PPIH memberi sepasang sandal swallow hijau.
"Terima kasih."
"Ibu sudah sarapan?"
"Belum."
Saya diberi roti berisi cokelat.
"Ibu di sini saja jangan berpindah tempat."

Akhirnya petugas yang ramah tersebut meninggalkan saya. Tak lama kemudian, suami memberi kode. Saya menuju pintu keluar bukit Marwa. Saya lihat suami berbincang dengan seseorang. Setelah orang tersebut pergi, saya memeluk suami. Alhamdulillah. 

Tidak ada debat. Kami saling mengevaluasi perjalanan dan drama di hari pertama saya menginjakkan kaki di Masjidil Haram. Kata suami, "Aku nggak panik. Aku yakin pasti akan ada pertolongan." Istigfar dan istigfar.

Ada rasa bahagia setelah menyelesaikan thawaf dan sa'i. Potong rambut bisa saya lakukan di hotel.

Saya maklum. Suami tipe orang yang suka membantu orang lain. Suami tipe percaya bahwa istrinya bisa mengatasi masalah. Jadi, dia merasa tidak harus mendampingi dan memastikan saya thawaf dan sa'i, sehingga saya dibiarkan mandiri. 

Saya juga tidak menyalahkannya. Karena sejak awal sudah tahu dan percaya bahwasanya suami adalah orang pilihan yang mendampingi saya dan keluarga sampai di surga. Bersama sesurga.

Saya jadi tahu. Thawaf di lantai 2 jaraknya lebih jauh dan memakan waktu yang banyak. Kuncinya adalah terus lantunkan doa dan zikir. Toh, 7 putaran akhirnya bisa diselesaikan. 

00000

Episode selanjutnya adalah tentang sepasang sandal jepit. Sandal jepit yang berputar.

Kamis, 15 Juni 2023

Sensasi Melaksanakan Umrah Sendiri



Tanggal 12 Juni 2023 sekitar pukul 3 waktu Arab Saudi, jemaah haji kloter 59 telah sampai di Bandara King Abdul Aziz. Syukur alhamdulillah, saya dan suami menangis ketika pesawat mulai berjalan di atas landasan. Terima kasih suamiku, kau telah memenuhi janjimu untuk menunaikan ibadah haji bersamaku. 

Ada sedikit kesulitan ketika cek visa secara online. Sebab, seperti pada perekaman biometrik pembuatan bio visa saudi, sidik jari sulit terdeteksi. Tetap tenang, Im! Suami yang sudah lolos menunggu di depan. 

Selanjutnya kami bebersih dan wudu untuk berniat umrah. Labaika umrata.

Dari bandara menuju hotel naik bus 48. Kami salat subuh sendiri-sendiri di dalam bus. Lalu menikmati sarapan pagi. Transit di suatu tempat. Beberapa orang penduduk setempat naik bus untuk membagikan paket sedekah/hadiah.

Beberapa saat setelah tiba di hotel, jemaah kloter 59 bersiap ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Saya tidak ikut karena keluar lendir/fleks yang meragukan. Sabar, menunggu bersih.

Alhamdulillah  dari magrib, isya', dan sebelum subuh bersih. Saya ikut suami yang akan salat tahajud dan subuh di Masjidil Haram. 

Oleh karena suami tidak memakai pakaian ihram, maka hanya bisa salat/thawaf dilantai 2 dan 3. Bagi laki-laki yang akan thawal di lantai 1 harus memakai kain ihram. Jadi, saya dibawa suami ke lantai 2. Saya thawaf sendiri. Sedangkan suami menunggu subuh sambil berdoa. Setiap berputar, saya sempatkan melirik tempat suami duduk. Lega rasanya melihat keberadaan suami. Pada putaran ketujuh mendekati lampu hijau, saya tak memperhatikan keberadaan suami. Akhirnya thawaf 7 putaran selesai. 

Saya salat 2 rakaat, lalu menepi. Minum air zam-zam. 

"Yah, posisiku di dekat lampu hijau dekat pintu besar. Ke mana aku harus berjalan menuju tempat sai?"

"Keluar pintu lalu ke kanan."

Setelah bertanya pada jemaah haji kota lain, saya mulai sai pelan-pelan. Sepi. Doa saya panjatkan. Saya nikmati prosesi umrah ini dengan hati tenang. Setelah melangkah 7 putaran untuk thawaf dengan jarak yang lumayan lebih jauh, saya menggunakan sisa energi dengan baik untuk 7 perjalanan Shafa-Marwa dan sebaliknya. 



Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan umrah (belum tahalul) sendiri secara mandiri. Ternyata mengikuti bimbingan manasik haji memang perlu  Tidak ada yang menemani, bahkan saya terpisah dari suami. Karena miskomunikasi, cukup lama saya mencari suami. 

Bukannya saya bingung tapi karena saya belum tahu medannya saja. Beruntung saya tidak berjalan jauh dari Marwa. Saya bertemu Petugas PPIH Indonesia. Beliau memberi saya sandal jepit dan roti untuk sarapan. Akhirnya saya bertemu suami setelah terjadi drama yang cukup panjang. Hanya satu kuncinya, yaitu sabar dan banyak istigfar. 

Umrah wajib yang sangat mengesankan.

Drama panjang dilanjutkan pada tulisan berikutnya.

00000

Senin, 12 Juni 2023

Berpacu Dengan Waktu di Asrama Haji Donohudan



Hari Sabtu, 10 Juni 2023 pagi saya dan suami ke makam bapak dan ibu mertua untuk mendoakannya. Di atas makam cukup kami taruh bunga kertas dan daun tanaman hias. Saya dan suami memang melakukan sesuatu yang tak lazim bagi kebanyakan orang.

Oleh karena saudara-saudara saya datang sehari sebelumnya, saya menyiapkan menu favorit keluarga yaitu tongseng kambing. Setelah sarapan, saya rebahan. Sebab beberapa hari kurang tidur.



Alhamdulillah, saya dan suami diantar anak-anak dan saudara-saudara di Masjid Madaniyah. Seperti pada umumnya, isak tangis para calon jemaah haji dan kerabat mewarnai pelepasan kami. Kami menuju Asrama Haji Donohudan. 



Karena datang sampai asrama "kemruputen" dan petugas belum ada, jadi bus mencari tempat parkir untuk menunggu jam 16.00 WIB. Jadi, nunggu 1 jam ya.

Setelah petugas siap, mulailah para jemaah kloter 59 yang terdiri dari jemaah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri antre untuk cek kesehatan dikelompokkan dalam 8 rombongan.



Saat cek kesehatan, saya harus tes urine untuk tahu hamil atau tidak. Sebab saya masih subur tapi sudah 3 bulan tidak haid. Hasilnya, tara..... negatif. Syukur alhamdulillah.

Semua jemaah haji mendapatkan sepaket dalam tas berisi botol air minum, oralit  masker, multivitamin, handsanitizer, dan lain-lain. Tentu saja tambahan barang ini menambah muatan koper hahaha. Alhamdulillah, tidak kurang-kurang sangu mulai dari kemenag, kabupaten, RS PKU, Asrama Haji. Masihkah nggak bersyukur?

Di asrama haji berpacu dengan waktu. Sebelum magrib makan malam dengan menu lebih dari cukup. Selain itu ada kudapan yang bisa dibawa ke kamar untuk ngemil. 

Karena musafir, jadi kami tidak mandi sore/malam. Biarpun berkeringat, anggap saja latihan di Armina. Anehnya tidur bareng 10 orang, semua biasa saja. Yang ada yang merasa bau. 

Maunya setelah Isya bisa bobok manis, ternyata baru saja mata terpejam ada panggilan berkumpul di ruang makan untuk menerima gelang haji dan pernyataan tarwiyah. Saya ditinggal teman-teman sekamar. Kata mereka, saya pulas banget tidurnya. Jadi, mereka tidak membangunkan saya. Mesakke. Hahaha. 

Dengan kriyip-kriyip saya menuju ruang makan. Suami sudah menunggu.

Ketika memasangkan gelang, kami digoda-teman-teman. Cie cie. "Dibelikan gelang termahal". Saya dan suami terkekeh.

Selesai mengenakan gelang, saya kembali ke kamar. Semua rebahan. Jam sebelas malam lebih, ada panggilan melalui pengeras suara. Kali ini kami harus datang membawa tas paspor. Selain menerima paspor, kami juga mendapat living cost sebesar 3.030.000 rupiah. Alhamdulillah. Uang tersebut untuk membayar dam dan keperluan lainnya untuk rombongan.

Jam 12.00 malam saya benar-benar tidur dan bisa bangun untuk salat tahajud. 

Pagi hari mandi besar untuk berihram. Setelah makan siang, kami salat berjemaah zuhur dan asar dijamak qashar. Kami meninggalkan kamar. Waktu cepat berlalu. Kami menuju ruang muzdalifah untuk cek in dan bordingpass. Jadi, di asrama haji datang petugas dari bandara.

Setelah selesai urusan dengan dokumen perjalanan penerbangan, kami menuju bandara. Alhamdulillah, saya bersyukur akhirnya terbang menuju baitullah. 

"Suamiku, terima kasih. Kau telah mewujudkan cita-cita naik haji bersamaku seperti yang kau ucapkan awal bertemu di Dusun Kandangan, Margodadi, Sayegan, Sleman."