Sabtu, 31 Maret 2018

BUKU MURAH HANYA ADA DI PAMERAN



Pada minggu terakhir di bulan Maret, di Karanganyar ada pameran buku. Sengaja saya datang ke pameran pada hari terakhir. Alasan saya karena pada hari terakhir tersebut, saya sudah terima honor mengajar.

Saya tidak memiliki waktu banyak untuk melihat-lihat buku yang dipajang di pameran. Selain waktunya beranjak malam, juga karena mendung menggantung. Sepertinya hujan segera turun.

Buku dengan harga murah untuk bahan bacaan yang saya cari. Pandangan saya langsung tertuju pada rak yang diberi tulisan 5000. Murah sekali, pikir saya. Aha, saya lebih kaget mendapatkan tumpukan Majalah Trubus yang masih disegel dengan harga 5000. Harga ini benar atau tidak? Meskipun edisi lawas, tapi kan masih baru, gress!

Saya kalap, 8 eksemplar Majalah Trubus saya ambil. Ingin rasanya pada tiap edisi saya ambil. Tapi saya cukup sabar. Sabar-sabar, masih ada kebutuhan lain. Harus beli gula, teh, susu buat anak dan masih banyak lagi.

Saya menuju kasir, menanyakan harga Majalah Trubus yang sebenarnya. Benar, harganya 5000. Alhamdulillah, kesampaian juga membeli Majalah Trubus. Selain majalah, saya mengambil beberapa buku yang harganya juga 5000, serba 5000.

Selesai membeli buku, saya menuju alun-alun Karanganyar tempat duo Fai menunggu saya. Rupanya, hujan datang dari arah barat. Saya dan anak-anak langsung pulang. Keluar dari alun-alun menuju rumah, hujan belum datang. Akhirnya, sampai rumah saya tidak sabar untuk membuka buku-buku yang saya beli.

Ada kepuasan tersendiri bila sudah membeli buku. Tidak terasa berat dengan 8 Majalah dan 6 buku, total saya mengeluarkan uang 70 rb rupiah. Setelah saya buka-buka, ternyata saya tidak salah memilih dan mengambil buku. Alhamdulillah.

Karanganyar, 31 Maret 2018

Kamis, 29 Maret 2018

TERBITKAN BUKUMU!




Bukan hanya penulis dan wartawan yang harus menerbitkan buku. Hampir semua professional harus menerbitkan buku. Apapun pekerjaan kita, kita tetap harus menerbitkan buku minimal satu buku.

Kita tidak perlu menulis lalu melamar ke penerbit mayor, berharap tulisan kita bisa diterbitkan. Kalau tulisan kita sederhana dan bisa membarikan manfaat untuk orang lain, mengapa tidak kita terbitkan sendiri (secara indie). Asal kita tahu penerbit yang memberikan harga murah/ongkos murah, kita bisa menerbitkan buku dalam jumlah terbatas.

Akan tetapi sebagian dari kita berpikiran kalau menerbitkan buku itu mahal. Kalau kita tidak sanggup untuk menerbitkan buku sendiri karena biaya cetak mahal, kita bisa membuat buku bersama teman, dua, tiga atau berapa orang. Lalu biaya cetak kita tanggung bersama. Tentu saja, kita bisa menjual buku yang kita cetak ini. Hasilnya, modal kita kembali dan kita benar-benar memiliki buku keroyokan alias antologi.

Jangan berkecil hati kalau buku yang kita cetak belum memiliki ISBN. Kalau kita ingin buku kita memiliki ISBN, tentu biaya cetaknya sedikit lebih mahal. Tapi percayalah, apa yang sudah kita keluarkan akan memberikan manfaat. Tentu saja kita puas karena telah memiliki buku.

Lantas bagaimana cara kita menulis agar bisa menjadi sebuah buku? Bagi yang sudah terbiasa menulis atau memang pekerjaannya menulis, bisa menulis secara cepat dengan kualitas baik. Dalam kurun waktu tertentu, tulisannya sudah bisa dijadikan buku dengan jumlah halaman tertentu. Untuk pemula atau orang yang belum terbiasa menulis maka menulis bisa dicicil.

Asal konsisten setiap hari menulis, pasti target bisa terpenuhi. Mencicil tulisan bisa dengan target jumlah paragraph/halaman, bisa juga dengan target waktu. Misalnya, setiap hari ditarget satu halaman, pada pagi hari satu-dua paragraph, siang satu paragraph, sore satu paragraph dan malam dua paragraph atau menyesuaikan.

Bisa juga dengan menulis pada pagi hari 15 menit, siang, sore dan malam masing-masing 15 menit atau menyesuaikan waktunya. Dengan target-target kecil ini, asal konsisten menulis, niscaya kita bisa membuat satu buku dengan tidak terasa berat bekerja (menulis).

Menjadi konsistensi menulis inilah yang paling berat. Biasanya, penulis pemula akan menggebu-gebu menulis pada awalnya saja. Di tengah perjalanan, rasa bosan menulis membuatnya berhenti menulis dengan alasan tidak ada mood, ide, atau tidak ada waktu.

Saya sendiri sampai sekarang berusaha untuk menulis setiap hari. Agar saya konsisten menulis setiap hari, maka saya harus mengisi blog setiap hari. Dengan demikian, saya harus membuka mata dan membuka telinga agar ada ide yang bisa saya tangkap. Prinsip saya, menulis adalah untuk berbagi. Saya kadang merasa kaget bila tulisan saya banyak yang membaca. Kalaupun pembacanya sedikit, saya tetap pada niat awal yaitu berniat untuk berbagi manfaat.

Saya tidak pernah berpikiran kalau dengan menulis, waktu saya banyak terbuang. Entah itu tulisan saya mendatangkan uang atau tidak, saya tetap menulis. Tuhan lebih tahu kapan waktunya menurunkan rezeki buat saya dari tulisan saya.

Kalau saya membuka-buka file, rasanya tulisan saya sudah cukup layak untuk diterbitkan dilihat dari jumlah halamannya. Mungkin saya perlu mengedit sedikit agar tulisan saya enak dibaca.

Ayo, menulislah di blog! Ayo, kumpulkan semua tulisanmu! Ayo, terbitkan bukumu!
Semoga bermanfaat.

Rabu, 28 Maret 2018

WARTAWAN HARUS MENERBITKAN BUKU

Mas Tiyan dan Pak Andri
Foto : dokumen Otiswara Heru


Memiliki teman guru sekaligus berprofesi sebagai wartawan, rasanya senang sekali. Ketika kami terlibat dalam suatu obrolan, ternyata pembicaraan kami bisa menyambung. Inilah kelebihan saya dalam menggiring seseorang untuk mengikuti topic pembicaraan yang saya inginkan.

Teman saya, sebut saja Pak Andri. Saya mengenal beliau belum lama, belum genap satu tahun. Pak Andri selain mengajar, juga menjadi wartawan. Tentu saja beliau bisa menulis sesuai tema yang sudah ditentukan. Dari bincang-bincang kecil ini, saya melontarkan satu pertanyaan yang cukup membuat beliau tersenyum.

“Pak Andri, sudahkah menerbitkan buku?”
“Belum, Bu.”
“Wah, Pak Andri harus menerbitkan buku. Paling tidak satu buku. Saya yakin tulisan panjenengan terdokumentasi dengan baik di file. Tulisan panjenengan sudah dibaca banyak orang (yang tayang di Koran). Kalau tulisan-tulisan tersebut diterbitkan dalam sebuah buku, tentu akan lebih bermanfaat.

Saya pernah membaca sebuah buku yang ditulis oleh mantan wartawan . Beliau bilang kalau teman-teman wartawan mengaku tidak bisa menulis (maksudnya menulis seperti penulis pada umumnya, khususnya penulis buku). Padahal wartawan memiliki kesempatan lebih banyak menulis apa yang bisa ditulis.

Tetap saja wartawan mengatakan tidak bisa menulis. Padahal tulisan-tulisannya menginspirasi banyak orang. Mantan wartawan tersebut tidak lelah mengajak teman-teman wartawan untuk menulis dan menerbitkan buku.”

“Belum punya pikiran ke arah menulis buku, Bu. Kalau video memang sudah saya dokumentasikan dan saya upload di youtube.”

“Berarti Pak Andri harus menerbitkan buku, dong. Dulu saya juga memaksakan diri untuk menerbitkan buku. Buku berisi tulisan sederhana, menurut saya biasa saja tapi menurut orang lain sangat membantu untuk belajar menulis. Menurut teman-teman, saya menjadi kompor lewat tulisan. Nah, ternyata tulisan saya bisa dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain.”

Obrolan kami tidak hanya sebatas pekerjaan sebagai guru. Dengan berbagi tentang menulis, rasanya saya mendapatkan teman sepaham dalam hal literasi di sekolah. Saya memang tidak sempurna, saya juga belum begitu baik menulis, tapi saya tetap bisa mengajak kebaikan.

Saya mengajak teman-teman yang sepaham dengan saya untuk menulis. Mengajak suatu kebaikan, lalu yang diajak melakukan kebaikan itu dengan ikhlas dan ikut mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan, ada pahala berlipat ganda.

Mas dan mbak wartawan, ayo membukukan tulisan Anda. Terbitkan dan distribusikan buku Anda, niscaya ilmu yang Anda miliki tidak akan hilang sia-sia. Karena memang “Wartawan Harus Menerbitkan Buku”.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 28 Maret 2018

Selasa, 27 Maret 2018

MENCARI TEMA KHUSUS UNTUK BLOG

Telaga Madirda
dok.pri


Setelah membuat dan menayangkan tulisan tentang pola jiplak Mbak Wilis, semangat saya untuk menulis kembali terbakar. Selama ini saya menulis bermacam-macam tema. Saya belum bisa menemukan passion saya sebenarnya ke arah mana. Bismillah, niat saya menulis kan untuk berbagi, maka tidak masalah saya mau berbagi tulisan dengan tema apa. Saya tidak menuliskan tema tertentu pada blog saya. Blog saya adalah blog gado-gado, keseharian sekali.

Kalau saya sedang blog walking, kadang saya iri pada sahabat blogger yang bisa menulis dengan tema tertentu. Misalnya, blog ini khusus untuk kuliner, wisata, parenting, pendidikan, kesehatan, keuangan/ekonomi dan lain-lain. Saya belum bisa seperti itu, menulis bagi saya adalah mengungkapkan perasaan.

Akan tetapi, saya bisa juga dipaksa untuk menuliskan tema tertentu. Tentu saja bahasa yang saya gunakan adalah bahasa saya, bahasa tutur, bahasa sehari-hari dan cenderung tidak ilmiah. Untuk keperluan lomba, saya juga memaksakan diri untuk menulis tema yang sudah ditentukan. Ternyata, semua bisa saya lakukan dengan hati yang lapang.

Ketika saya membuka blog milik mbak Wilis, blog tersebut berisi tentang menjahit dan mbak Wilis konsisten menulis tema jahit-menjahit alias dondom-mendondom (bahasanya campur aduk). Selain blog mbak Wilis tentang dunia menjahit, ternyata bisnis mbak Wilis juga masih seputar menjahit (membuat dan mendistribusikan pola jiplak).  Mbak Wilis memiliki latar belakang pendidikan yang pas dengan dunianya sekarang. Kuliah di Jurusan Tata Busana, membuat mbak Wilis bisa fokus untuk usahanya di bidang “tata busana”.

Saya menyadari, setiap kegiatan yang kita lakukan selalu ada konsekuensinya. Demikian juga dengan kegiatan menulis. Kalau tulisan saya baik dan berkualitas, maka konsekuensinya adalah tulisan saya dilirik orang dan saya dapat uang. Agar tulisan kita semakin berkualitas, tentu kita harus banyak memperbaiki diri. Kita harus banyak membaca agar wawasan kita bertambah dan dunia tidak terlalu sempit untuk ditulis.

Sampai saat ini, saya belum klik menemukan passion saya dalam menulis. Yang jelas, tulisan saya dibaca orang lain saja sudah suka sekali. Akan tetapi saya memang perlu mencari tema yang pas dengan perpaduan karakter dan pekerjaan saya.

Semoga bermanfaat

Senin, 26 Maret 2018

MEMBUAT LAUK DENGAN CEPAT UNTUK SARAPAN PAGI

Sop Komplit
dok.pri

Bagi Ibu-ibu bekerja di luar rumah, menyediakan sarapan pagi untuk keluarga harus dilakukan secara cepat. Lauk yang dibuat pun harus yang praktis dan tidak pakai lama (GPL = gak pakai lama).

Kita bisa menyediakan bahan untuk membuat lauk dan menyiapkannya di kulkas. Mau tahu lauk cepat masaknya untuk sarapan pada pagi hari?
Inilah lauk yang bisa disediakan di rumah untuk sarapan pagi:
1.    Tempe goreng (iris kecil-kecil)
2.    Tahu goreng (iris kecil-kecil)
3.    Telur ceplok (telur mata sapi)
4.    Telur dadar (bisa ditambah daun loncang)
5.    Telur dadar campur tahu
6.    Ayam goreng
7.    Nugget
8.    Abon ayam/sapi
9.    Bumbu pecel
10. Soto ayam
11. Sop ayam/rolade/sosis
12. Oseng-oseng kacang panjang
13. Oseng-oseng teri
14. Oseng-oseng soun
15. Mie goreng
16. Sambal korek/sambal bawang
Beberapa lauk di atas gampang dibuat/disediakan. Kalau Ibu-ibu memasak sendiri dan habis disantap anggota keluarga, tentunya hati menjadi puas.

Budayakan sarapan pagi   agar kita bisa beraktivitas dan menyelesaikan pekerjaan dengan semangat.

Karanganyar, 26 Maret 2018

Minggu, 25 Maret 2018

MEMANFAATKAN BOTOL BEKAS AIR MINERAL


Si kecil selalu mengikuti kegiatan olahraga Ayah. Kalau si kecil tidak waktunya namplek, dia akan mengumpulkan botol bekas air mineral. Biasanya, sampai di rumah akan disimpan sendiri.

Suatu hari, botol-botol tersebut dipotong. Bagian bawah lebih panjang daripada bagian atasnya. Katanya, botol yang sudah dipotong tersebut akan digunakan untuk wadah ikan cupang, seperti pedagang ikan.

Sebelum botol-botol tersebut digunakan untuk memelihara ikan cupang, saya menyimpannya di dalam kardus. Sayang sekali kalau botol-botol tersebut tidak segera digunakan. Saya minta izin pada si kecil untuk memanfaatkan botol-botol tersebut.


Beberapa manfaat dari botol bekas air mineral di antaranya adalah:

1. Untuk memelihara ikan cupang,
2. Untuk menyimpan pakan burung (palawija),
3. Untuk menyimpan pakan ikan,
4. Untuk tempat alat tulis, misalnya pensil, pulpen, penggaris dan lain-lain,
5. Untuk tempat sisir,
6. Untuk menyimpan kabel data,
7. Untuk menyimpan uang koin/kertas,

Sebenarnya masih banyak manfaat dari botol bekas tersebut. Anda bisa menambahkan lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat memelihara lingkungan.

* Foto : dokumen pribadi

JUALAN ALAT TULIS MURAH

dokumen pribadi

Kalau mudik naik bus, saya sering membeli arem-arem, tahu atau kacang rebus. Lima ribu rupiah bisa mendapatkan 3 macam makanan atau 3 buah makanan . Uang lima ribu rupiah bisa mengenyangkan perut. Kalau membayar sepuluh ribu rupiah, dapat 7 buah makanan.

Terakhir saya mudik, saya membeli dua buah arem-arem dan satu bungkus tahu seharga lima ribu. Di samping itu, saya juga ditawari alat tulis oleh pedagang asongan. Satu set alat tulis harganya sepuluh ribu rupiah. Terlalu murah!

Satu set alat tulis tersebut berisi rautan, karet penghapus, mistar, busur, segitiha, pulpen 5 buah, pensil 2B 4 buah dan 4 buah pensil HB.

Alhamdulillah, bagi saya ada pengiritan dan bisa membantu pedagang. Dalam perjalanan pulang, saya menyesal hanya membeli satu set saja. Seandainya saya membeli beberapa set, tentu bisa digunakan untuk si kecil.


Moga-moga mudik yang akan datang, saya bertemu pedagang asongan penjual alat tulis. Semoga bermanfaat dan salam literasi.

00000


BELAJAR MENJAHIT DENGAN POLA JIPLAK WILIS IDRATI

Pola Jiplak Wilis Idrati
dok.Wilis Idrati

Saya belajar menjahit bahkan mengikuti kursus menjahit tahun 2000. Oleh karena keinginan yang menggebu inilah, akhirnya saya bisa menjahit. Padahal waktu kursus, prosesnya baru tahap membaca dan menggambar pola, belum pada tahap menjahit.

Waktu itu saya bersikeras untuk segera menjahit. Alhamdulillah, saya tidak mengalami kendala yang berarti. Mulai membuat pola, menggunting kain dan menjahit, saya bisa melakukannya dengan rapi.

Untuk memasang saku rok, saya juga bisa. Tapi untuk membuat saku dalam, ini yang sulit. Sebenarnya bisa kalau saya mau terus mencoba.

Dari kursus menjahit inilah, syukur Alhamdulillah, saya bisa membuat baju seragam sekolah sendiri. Hanya saja setiap mau membuat baju, saya harus membuat pola baru. Tahap membuat pola inilah yang membuat saya agak malas. Apalagi sekarang badan saya melar sana-sini. Tentu saja saya harus membuat, menghitung dan menyesuaikan pola.

00000

Saya lupa, sepertinya ada yang mengajak bergabung dengan FB mbak Wilis Idrati. Saya pikir, ini adalah kesempatan baik untuk saya. Mbak Wilis pemilik FB ini ternyata menjual pola jiplak. Sebelum membeli pola jiplak, saya mengikuti FB dan membaca komen-komen.

Kelebihan FB di sini adalah memberikan tutorial secara gratis step by step. Saya bersorak, inilah kursus gratis yang saya cari. Hehe.

Sekarang saya sudah memiliki 2 buah pola jiplak. Saya membeli pola secara online di shopee. Meskipun belum saya praktikkan, setidaknya bila saya mau membuat baju, sudah tidak mengalami kesulitan untuk membuat pola.

Keinginan segera menjahit baju seragam memang ada, tapi kesibukan mengajar dan menulis kadang membuat saya menunda-nunda untuk menjahit baju. Padahal ada kain yang harus segera dijahit.

Kalau ada keinginan pasti ada jalan keluar. Saya ingin bisa menjahit seperti dulu lagi. Saya harus meluangkan waktu, kalau tidak meluangkan waktu, saya akan selalu beralasan REPOT. Kapan tidak repotnya?

00000

Pola Jiplak

Pola Jiplak adalah Pola baju instan yang dibuat dengan sistem komputer dan dicetak diatas bahan vynil banner. perlembar sudah tersedia 5 sampai 6 size sekaligus. garis saling menumpuk namun beda warna. tinggal jiplak pola sesuai kebutuhan size dengan memperhatikan size chart dan kode garis size pada lembaran pola. praktis, hemat dan awet.

Sejarah Pembuatan Pola Jiplak (Menurut mbak Wilis Idrati)
Nama Pola Jiplak sebenarnya spontan keluar begitu saja dari mulut saya. Spontan gak pake mikir  .
Begini sejarah munculnya pembuatan Pola Jiplak ini. sebelum Pola Jiplak ini, saya juga melayani jasa pembuatan pola. Pola handmade, bikin satu satu. Suatu hari ada pelanggan yang kebetulan ingin order pola gamis untuk anak-anaknya. Nah, karena anaknya beliau ini ada beberapa beliau meminta keringanan apakah bisa polanya dijadikan satu kertas tapi dengan beberpa ukuran dan dengan harga yang lebih murah.

Sebenarnya ingin sekali saya memenuhi permintaan si ibu dengan menurunkan harga polanya. Tapi nyatanya saya tak sanggup hehehe.. Karena tenaga yang diperlukan untuk membuat polanya sama saja, mikir dan ngitung2nya juga sama. Hanya kertasnya yang lebih irit dan itupun harganya tidak seberapa.

Mulai dari situ tu saya kepikiran gimana caranya saya bisa jual harga pola dengan harga seminim mungkin dan saya pun tidak terlalu capek dalam proses pembuatannya, adil kan… 

Sampai postingan ini diturunkan, ada beberapa seri pola jiplak yang saya buat :
·         Pola Jiplak Gamis Umbrella Dewasa
·         Pola Jiplak Gamis Umbrella Anak
·         Pola Jiplak Gamis Terusan Simpel A line
·         Pola Jiplak Blus dan Kemeja Wanita
·         Pola Jiplak Kemeja Pria Dewasa
·         Pola Jiplak Koko Dewasa
·         Pola Jiplak Kemeja Anak Laki- laki
·         Pola Jiplak Setelan Koko Anak
·         Pola Jiplak Setelan Piyama
·         Pola Jiplak Kulot , dan
·         Pola Jiplak Rok

Contoh pola jiplak

00000

Ada satu kelebihan yang patut saya acungi jempol untuk mbak Wilis. Mbak Wilis konsisten dan tidak terpengaruh rengekan pelanggan yang ingin dibuatkan pola jiplak baju seksi. Kalau mbak Wilis mau membuat dan menjual pola jiplak baju seksi, bisa jadi laris manis lo.

Ternyata mbak Wilis berkonsentrasi  mengajak kita-kita yang bergabung di halamannya untuk menjahit pakaian syar’i. Menurut saya ini sangat luar biasa.

Sebenarnya, membuat baju seksi, baju tidur dan lain-lain, bisa dilakukan dengan cara memodifikasi, mengurangi atau menambahkan dari pola jiplak buatan mbak Wilis.

Ada keuntungan bila memiliki dan menggunakan pola jiplak Mbak Wilis, yaitu bahannya awet, tidak mudah rusak karena dicetak di atas vinil.

00000

Ala bisa karena biasa. Semoga kebiasaan saya menjahit di masa yang lalu, bisa saya lakukan sekarang. Dengan menjahit baju sendiri, tentu ada pengiritan di sana-sini. Penghematan ongkos jahit inilah bisa digunakan untuk membeli kain dan kembali dijahit.

Ada yang ingin belajar menjahit secara mandiri? Yuk, bergabung dengan Mbak Wilis Idrati. Miliki dan gunakan Pola Jiplak Wilis Idrati.

Sumber bacaan:
www.wilisidrati.com.
Foto : Wilis Idrati

Karanganyar, 25 Maret 2018   

Sabtu, 24 Maret 2018

BUBUR MUTIARA JAJANAN MURAH MERIAH

Bubur mutiara susu putih
dok.pri


Pulang dari menjemput si kecil, saya membuat bubur mutiara. Membuat bubur mutiara sendiri, harganya lebih murah dan lebih bersih.

Saya hanya memerlukan satu bungkus mutiara Cap Kucing dan air untuk merebusnya. Mula-mula 2 gelas kecil air dimasak sampai mendidih. Setelah mendidih, mutiara dimasukkan dan diaduk sebentar lalu api dikecilkan. Sesekali diaduk sampai bagian bawah untuk mencegah gosong/kerak.

Setelah mutiara kelihatan bening, api dimatikan dan bubur didinginkan lebih dahulu. Waktu memesak bubur mutiara, saya tidak menambahkan gula/pemanis. Jadi bubur mutiara rasanya tawar.

Agar bubur terasa nikmat untuk disantap, saya memakai susu kental manis putih pengganti kinca santan dan gula jawa. Di samping karena tidak menyiapkan santan, saya mencoba sesuatu yang baru. Biasanya bubur mutiara disajikan bersama kinca santan gula jawa.

Rasanya memang mantap! Lebih mantap bila disajikan dingin. Satu bungkus mutiara harganya dua ribu rupiah dan satu saset susu kental manis harganya 1500 rupiah. Bubur mutiara ini bisa dimakan untuk 4 orang. Dengan catatan, bubur mutiara dimakan seperti mengkonsumsi dawet memakai mangkok dawet.

Kalau saya bisa membuat, tentu Anda juga bisa membuat bubur mutiara versi Anda sendiri. Selamat mencoba!

Karanganyar, 24 Maret 2018

ORANG BAIK LEBIH DISAYANG ALLAH

Pak Santo (alm) baju putih lengan hitam merah
dok.pri

Saya mengenalnya mungkin belasan tahun yang silam. Orangnya sabar, ramah dan terkesan tidak grusa-grusu dalam bekerja.

Saya bekerja sama di MGMP Kimia (SMK) Kab. Karanganyar sudah lama. Saya hafal betul beliau.

Ada yang membuat saya mewek ketika November 2016. Beliau datang ke kantor saya sembari bilang, "bu ima, njenengan kok belum konfirmasi dan belum masuk grup TMM Kimia?"
"Memangnya ada apa pak Santo? Saya tidak tahu sama sekali tentang yang njenengan maksud."
"Kita, dapat undangan diklat di Semarang untuk memperbaiki nilai UKK."

Akhirnya Pak Santo menghubungi Grup TMM dan meminta pada adminnya untuk memasukkan saya di grup. Dengan mengirimkan alamat email, saya mendapatkan undangan dari Malang.
"Bu Ima mau berangkat sendiri atau bareng kami?"
"Bareng saja pak. Biayanya manut." Saya berbinar.

Baru saya tahu, ternyata surat undangan dari Malang sudah ada di tangan vijay beberapa hari. Saya tahu dari Pak Kapoor. Bagi saya, sungguh terlalu, Vijay memberi tahu saat waktunya mendesak. Bisa jadi, kalau saya tidak menunjukkan email, Vijay tidak menyodorkan surat dari Malang.
Rasanya saya mau bilang #Kamfreett

Alhamdulillah, dua kali perjalanan ke semarang, saya bisa menumpang Pak Santo. Waktu pulang dari Semarang berbarengan rombongan pengendara MOGE, Pak Santo bilang,"Mas, mas. Ini jalan milik bersama. Aku juga butuh lewat jalan ini. Jalan ini bukan milik mbahe." (kurang lebih begitu)

Waktu ke Semarang yang kedua, perjalanan kami lebih cepat sebab tidak tersesat. Pak Santo bilang,"Maksudku yang kemarin lewat kiri. Kok lewat kanan. Ndilalah kok ya sampai pelabuhan." Kami tertawa bersama. 

Kemarin sore di grup MGMP Kimia ada berita lelayu. Pak Santo meninggal dunia setelah pingsan. Beliau mengikuti pertandingan persahabatan bulutangkis.

Belum ada sebulan yang lalu kami baru saja menyiapkan naskah soal USBN. Kami berkumpul di laboratorium kimia. Kami membuat soal sambil reuni. Seperti biasa, kalau lama tidak ada pertemuan MGMP, biasanya setelah selesai acara, kami ngobrol bareng.

sepertinya semua biasa saja. tidak ada sesuatu yang aneh. Malah ada guru yang mengirim foto kegiatan, lalu saya kirimkan ke Jurnalisme Warga. Jelas, di situ foto yang kelihatan jelas Pak Santo karena duduknya di depan.  

Beberapa hari yang lalu, saya juga kami di grup WA mengirim pesan dan saling komen. Ada satu kegiatan yang belum sempat terwujud, yaitu mengadakan studi banding atau kunjungan ke industri. Rupanya pertemuan MGMP tersebut adalah pertemuan terakhir saya dengan Pak Santo. 

Semua terjadi begitu cepat. Orang baik, lebih disayang Allah. Bagaimanapun kita sebagai sahabat, akan tetapi teman sejati tetaplah hanyalah AMAL.

Semoga amal perbuatan beliau diterima dan diampuni fosa-dosanya. Selamat jalan sahabatku, semoga Allah menempatkan di tempat yang terbaik.

Jumat, 23 Maret 2018

KETUA MGMP KIMIA (SMK) KAB. KARANGANYAR MENINGGAL DUNIA

Pak Santo (alm) Berbaju putih lengan hitam merah
dok.pri

Berita lelayu yang saya terima lewat pesan WA, sungguh sangat mengejutkan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal perbuatannya serta menempatkan Almarhum di tempat yang terbaik, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Kami, segenap pengurus dan anggota MGMP Kimia (SMK) Kabupaten Karanganyar turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Susanto ( 50 tahun ). 

Saya masih ingat, November 2016 yang lalu. Saya dan teman-teman MGMP Kimia melaksanakan Diklat selama beberapa hari di Semarang. Waktu itu kami diberi tumpangan oleh Bapak Susanto. Selama perjalanan berangkat, di Semarang, lalu pulang ke Karanganyar, banyak kemudahan-kemudahan yang kami dapatkan. Kami tidak dapat membalas kebaikan Bapak Susanto. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat, amin. 

dok.pujiatin


Selamat jalan sahabatku, selamat jalan Bapak Susanto.

Rabu, 21 Maret 2018

BERSAMAMU SELAMA 19 TAHUN

Kita - dokumen keluarga



Bersamamu selama 19 tahun. Rasanya baru kemarin ijab qobul, ternyata sudah 19 tahun. Selama ini pula Allah menjaga hatimu dan hatiku. Selama ini, bersamamu kita besarkan anak-anak penuh kasih sayang.

Hari ini, Allah memberikan hadiah, anugerah yang tak bisa aku lupakan. Kamu dan anak-anak tidak sehat, tapi tetap semangat menjalani kegiatan sehari-hari.

Selamat ulang tahun ayah. Kita akan selalu bersama, seperti yang pernah kita ucapkan. Membesarkan, mendidik anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Kita,
21 Maret 1999 – 21 Maret 2018
Kita,
Dan anak-anak dalam bahagia
Kita,
Dalam doa dan ibadah
Kita,
Selalu bersama

Karanganyar, 21 Maret 2018

Jumat, 16 Maret 2018

KEMBALI MENANAM SAYURAN GARA-GARA MAJALAH TRUBUS




Tahun 2004-2006, saya sempat membeli Majalah TRUBUS  rutin tiap bulan dengan membeli eceran. Oleh karena harga majalah melambung tinggi, saya beralih berinvestasi buku bacaan. Sesekali membeli majalah Trubus lawas.

Hari ini, saya dipinjami teman Majalah Trubus. Saya jadi kangen, ingin menanam sayuran lagi. Memang tidak perlu menanam sayuran langsung di sawah, cukup dalam pot saja. Kalau dulu saya menanam sayuran dalam jumlah banyak karena memang untuk komersial, sekarang tidak lagi. (Alasannya klise: tidak ada waktu untuk turun ke sawah. Hehe)

Untuk saat ini, saya menanam sayuran hanya untuk dikonsumsi sendiri. Selain itu agar halaman rumah ada tanaman hijau biar segar dan tidak gersang. Kemarin, saya baru mulai menanam daun loncang dan bawang merah. Untuk daun loncang, saya minta pangkal loncang dari Mbak Kantin. Dan bawang merahnya baru mencoba satu umbi.

Sepertinya, mereka (tanaman tersebut) kerasan berada di pot dan tampak hijau. Mungkin besok pagi saya harus mulai menanam sayuran yang lain, sayuran umur pendek.

KARANGANYAR, 16 Maret 2018

Kamis, 15 Maret 2018

PIRING DAN GELAS TUMPUK DI TENGAH



Sebenarnya, sudah lama saya menerapkan menumpuk piring dan mengumpulkan gelas menjadi satu di satu tempat. Bisa jadi, piring dan gelas saya tumpuk di tengah meja, atau di pinggir tempat duduk lesehan.

Kebiasaan ini saya lakukan agar pandangan kita terhadap suatu tempat menjadi nyaman. Selain itu, kita dengan mudah untuk memindahkan/menyingkirkan piring dan gelas kotor di tempat semestinya. Bahkan untuk piring, biasanya sisa makanan saya jadikan satu, sendok dan garpu juga dijadikan satu.

Bila berada di warung makan, pegawai atau pramusaji akan mudah mengambil dan pekerjaannya lebih cepat selesai ketika membersihkan meja. Dengan demikian kita juga akan dilayani secepatnya.

Ketika saya di sekolah, di ruang guru biasanya guru-guru memesan makan pagi atau makan siang di kantin. Setelah selesai makan, saya akan mengumpulkan sisa makan dan menumpuk piring lalu saya letakkan di tempat yang mudah terjangkau. Dengan demikian, pengelola kantin tidak repot mengambil piring dan gelas.

Ketika mau makan di kantin, setelah anak-anak jajan waktu istirahat, dengan refleks saya akan mengumpulkan kertas bungkus nasi, sendok dan gelas lalu saya taruh di dalam ember yang telah disediakan.

Pengelola kantin hafal, lalu akan mengucapkan terima kasih. Berikutnya, ketika Bapak/Ibu guru yang lain akan makan di kantin, tempat sudah bersih dan terasa nyaman.

Suatu ketika ada seorang teman yang bilang,”Kok repot-repot ta bu. Biar mbak Kantin saja yang membersihkan.”
Bagi saya, saya suka dan dengan senang hati ikhlas membersihkan meja yang akan saya pergunakan untuk makan. Kalau ada orang yang mengatakan membersihkan meja, piring dan gelas adalah tugas mbak Kantin, ya silakan.

Saya pernah dengan sengaja pada saat istirahat, makan di kantin sekolah. Ketika saya melihat ada beberapa siswa yang telah selesai makan akan meninggalkan meja, saya mengingatkan dengan halus.

“Mas, sendoknya dikumpulkan di atas piring kotor ini. Kertasnya dijadikan satu lalu buanglah di tempat sampah yang telah disediakan. Hanya butuh satu menit, setiap anak membersihkan mejanya. Masih ada yang keberatan untuk melakukan tumpuk ditengah  meja?

Cobalah, biasakanlah, nanti hasilnya kita sendiri yang akan menikmati.
Bila suatu saat kita masuk warung makan, piring gelas tidak beraturan berada di atas meja dan meja ada sedikit tumpahan air, bagaimana perasaan kita? Anggap saja di rumah sendiri, bersihkan tempat yang awalnya sudah bersih.

Jangan lupa, pasangan dan anak-anak juga diberi tahu dan membiasakan diri untuk membersihkan tempat makan dengan cara tumpuk di tengah.

Semoga bermanfaat.