Minggu, 03 Juli 2016

Teman Dunia Maya dan Silaturahmi Membawa Berkah #3


Bertemu Mbak Agustina Purwantini, IIDN Yogyakarta      dok.pri

Teman Dunia Maya dan Silaturahmi Membawa Berkah #3
Bertemu dengan teman SMA selain mbak Iput, itu sangat membahagiakan. Apalagi teman saya yang satu ini adalah teman akrab mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 SMA. Kebetulan besok hari Jumat, 8 Juli 2016 akan diadakan reuni kelas 3A1 angkatan ’90 SMA Tirtonirmolo di rumah teman saya yang satu ini. Teman saya tersebut bernama Mas Edi Yulianto.

Mas Edi memiliki usaha Laundry. Kebetulan hari ini pekerjaannya lumayan banyak, menjelang cuti lebaran (apa iya? Itu hanya dugaan saya saja). Selain usaha tersebut, Mas Edi juga memiliki usaha menyewakan kamar kos. Rumah Mas Edi berada di lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (sebelah barat ring road barat). Lumayanlah, beliau memiliki 11 kamar dan terisi penuh. Wah-wah, bolehlah dihitung-hitung omzetnya per bulan.

Tadi sempat mau dilontarkan tiap satu kamar menghasilkan uang berapa juta per tahun. Tapi saya takut mendengarkan. Biasalah, setelah bergabung dengan Ibu-ibu penulis yang sebagian besar matre (eh, tiap teman penulis yang saya kenal memang jadi kena virus matre), saya kena imbasnya. Jadi setiap ada yang menyebut bilangan angka dengan satuan rupiah, hati saya bergetar lalu kaget bukan main. Hah (begitu kira-kira). Oleh karena itu tanpa menyebut bilangannya saya sudah bisa memperkirakan.

Kita tinggalkan cerita dengan Mas Edi ini. Setelah pulang, saya mendapatkan pesan lewat sms dari mbak Agustina Purwantini. Kurang lebih bunyinya : mbak kapan silaturahmi ke rumahku?

Mbak Agustina adalah teman yang saya kenal di dunia maya. Awalnya saya mengenal di komunitas IIDN Yogyakarta (lewat FB) tetapi saya belum pernah bertemu. Maklum saya belum pernah mengikuti kopdar di IIDN Yogyakarta. Selain bertegur sapa lewat komen di FB, ternyata kami juga berhubungan lewat Blog. Alhamdulillah, setelah berbasa-basi, saya jadi tahu ternyata rumah mbak Agustina  tidak jauh dari rumah orang tua saya di Yogyakarta. Rumah saya di Dukuh, Gedongkiwo sedangkan mbak Agustina di Bugisan (dekat sekali).

Hari ini saya ingin mewujudkan pertemuan yang sudah lama saya agendakan. Bismillah, singkat cerita bersama 2 anak saya yang imut-imut saya meluncur ke rumah mbak Agustina. Tidak terlalu sulit mencari rumah mbak Agustina, dan kami bertemu layaknya dua sahabat yang telah berpisah sekian lama. Padahal ini adalah pertemuan pertama. Masya Allah, dunia ternyata begitu sempit setelah ada kemajuan teknologi.

Pertemuan pertama diawali dengan membicarakan komunikasi kami lewat FB dan aktivitas kami masing-masing di blog. Oleh karena saya menulis blog kebanyakan berisi tentang gaya hidup dan cerita kehidupan sehari-hari, dengan mudah mbak Agustin menyimpulkan bahwa yang saya tulis benar-benar apa adanya. Terutama tentang anak saya si Thole.

Mbak Agustina bilang, saya menulis tentang Thole sesuai yang dia lihat hari ini. Dia mengatakan saya orang luar biasa menghadapi si Thole yang tingkahnya terlalu over. (wah, berarti saya lulus dan mendapat predikat simbok idaman Thole, hehe).
Kami juga bercerita seputar kegiatan di IIDN Solo dan IIDN Yogyakarta. Tidak lupa, kami ngrumpi tentang sahabat-sahabat saya di IIDN Solo. Saya colek satu persatu ya, halo : mbak Candra, mbak dokter Istiati, Uti Astuti, mbak Nurhas, mbak Hana, mbak Arinta, dan mbak Zu. Untuk yang lain saya perkenalkan, yang saya sebut mbak Arinta, mbak Puji, mbak Zaki, mbak Rozee, bu Yuni, mbak Nurul. Dan yang lain, maaf kalau saya lupa nggak menyebut. Mbak Agustina mengenal kakaknya mbak Candra yaitu mbak Cahyaningrum.

Buku Karya mbak Agustina Purwantini dok.pri

Untuk blogger yang dia kenal, dia menyebut Pakde Abdul Cholik. Katanya Pakde itu produktif banget. Salut dia dengan produktivitas Pakde (Pakde, jangan tersipu ya. Dan mohon maaf, puasa-puasa gini kok kami ngrasani (dari Yogya ngrasani Negeri Jombang. Sungguh, kami membicarakan yang baik-baik loh)

Dari Jawa Timur, yang kami bicarakan dan menjadi sumber inspirasi adalah Bapak Ngainun Naim. Terima kasih Pak Ngainun atas ilmu yang ditularkan melalui medsos dan buku. Satu lagi, mahasiswa IAIN Tulungagung yang juga produktif menulis, saling bertegur sapa. Dia mbak Eka Sutarmi yang baru saja pulang dari Negeri Gajah Putih.

Masya Allah, ternyata menimba ilmu tidak selalu antara guru dan murid bertatap muka. Dan inilah buktinya!

Dunia penulis dunia yang penuh dengan misteri. Bahkan penulis dianggap orang asing yang tak memiliki apa-apa. Ada juga yang menganggap penulis sebagai pengangguran. Kadang penulis juga diremehkan. Tapi saya tak pernah peduli dengan apa yang diomongkan mereka kepada saya. Mungkin orang lain tidak memahami dunia saya. Dunia saya adalah yang aneh dan unik. Biarkan saja mereka bicara apa, yang penting saya tetap menulis dan bisa berbagi.

Sayangnya pertemuan kami hanya sebentar saja. Maklum di Thole mengajak pulang saja. Pertemuan ini ditutup dengan pemberian buku dari mbak Agustina untuk saya. Terima kasih mbak, semoga bermanfaat. Insya Allah kita bertemu lagi. Sebelum pulang, mbak Agustina kedatangan tamu anggota IIDN Yogyakarta, bernama mbak Yosi. Saya sempat berkenalan dengan mbak Yosi. Akhirnya saya meninggalkan rumah mbak Agustina.

Yogyakarta, 3 Juli 2016