Rabu, 27 Januari 2016

Pastikan Dokumentasi Masuk Daftar Acara Piknik

Gambar 1. Kamera dan laptop
dok.pri
Jaman sekarang sangat berbeda dengan dahulu kala (kala sekali). Ketika saya remaja, yang namanya foto itu sangat berharga. Satu kali jepretan, konon menghabiskan uang sekian ribu rupiah. Filmnya mahal, cuci cetak tidak murah belum lagi kalau hasilnya blur. Ngalamat deh kenangan manis berlalu begitu saja.
Oleh karena itu setiap ada acara penting termasuk piknik selalu dokumentasi masuk daftar yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan filmnya saja akan membeli yang banyak isinya. Karena satu rol film ada yang berisi 12, 24 dan 36. Biasanya untuk acara ramai-ramai akan memilih isi 36. Itu saja fotonya tidak asal jepret-jepret seperti sekarang. Benar-benar moment yang penting saja yang diambil gambarnya.
Ya, itu tadi berhitung di ongkos. Oleh karena itu anak-anak remaja jaman dulu kala sekali malah enggak berlebihan (sekarang bahasanya lebay). Enggak mengumbar foto seenaknya. Kalau ada lawan jenis yang naksir dan minta dikasih foto saja, yang bersangkutan tidak mau memberi. Kalau sekarang beda banget. Sedikit-sedikit cekrek, orang di sungai lagi buang hajat saja dicolong gambarnya (kebangeten).
Sekarang sudah berubah, sebagian orang mau foto tidak perlu nunggu fotografer amatir yang keliling kampung datang. Sekarang tinggal ambil hape, pasang aksi lantas jepret. Selesai deh. Tak perlu susah-susah, mau ambil gambar yang bagus tinggal pilih, tak perlu dicetak, tinggal kirim/diupload semuanya beres.
Untuk acara nonformal sih silakan asal cekrek-cekrek. Tapi untuk acara formal dan sangat penting, tentu saja dokumentasi tidak bisa ditinggalkan. Mengapa demikian? Dokumentasi berupa gambar-gambar kegiatan adalah bukti fisik yang sangat penting. Jangan lupa untuk memasukkan dokumentasi dalam daftar yang tidak boleh ditinggalkan. Jangan sampai kegiatan penting ini hanya mengandalkan dokumentasi dari orang-orang secara pribadi lalu dikumpulkan.
Bila tak ada kamera digital, maka solusinya bisa meminjam atau menyewa. Apa jadinya bila kegiatan itu penting tanpa dokumentasi? Rasanya hambar.
Contoh kegiatan penting acara sekolah yaitu kunjungan industry lalu dilanjutkan piknik. Apalagi pikniknya ke Bali, wow gitu. Nggak bawa kamera? Rugi loh. Di Bali kan lain-dari yang lain. Coba kalau gak ada dokumentasi sama sekali, gak ada bukti fisik kalau kita sudah sampai sana (Bali). Rugi kan…. (tapi saya juga belum pernah ke bali sama sekali).
Gambar 2. Parangtritis (1987-1988)
dok. Julius Eri Ratmanto
Sekali lagi, jangan lupa dokumentasikan setiap momen penting. Kalau kita tak pandai menulis, foto-foto itu bisa bercerita.
Karanganyar, 27 Januari 2016