Senin, 26 Desember 2016

Jangan Abaikan Kesehatanmu [Cerita Gagal Ginjal]

Beberapa hari yang lalu, saya diberi tahu adik ipar kalau adik isterinya masuk rumah sakit dan menjalani cuci darah. Saya kaget, masih muda (39 tahunan) sudah cuci darah. Memang sakit apa? Sebelumnya, apa keluhannya? Menurut saya pasti si mbak itu merasakan sakit sudah lama. Tapi ternyata saya keliru. Katanya si mbak itu biasa saja hanya saja berat badannya turun drastic.
Si mbak dibawa ke rumah sakit karena mukanya sudah membiru. Pucat, kurus kering! Bahkan keluarga besar dari isteri ipar saya juga kaget. Katanya belum juga diketahui penyakitnya kok sudah diminta untuk cuci darah.
Singkat cerita, si mbak sudah menjalani cuci darah. Dalam satu minggu ini sudah dua kali menjalani cuci darah. Ternyata si mbak terserang penyakit pengerutan ginjal dan ginjal tidak berfungsi.
Biasanya kalau orang yang ginjalnya bermasalah, gejala awal sudah tampak. Penderita juga merasakan gejala-gejala tersebut. Menurut cerita adik ipar, si mbak biasa saja. Memang, dari fisik sudah ada perubahan. Awalnya si mbak gemuk. Lambat laun tubuhnya semakin kurus. Mestinya si mbak juga punya keluhan. Tapi mungkin dianggap biasa. Sehingga ketika diminta untuk cuci darah, penyakitnya bertambah yaitu darah tinggi (barangkali shock).
Seorang teman dulu kakak iparnya juga memiliki masalah dengan ginjalnya. Gejalanya jelas, dan keluhannya juga sesuai. Jadi ketika diminta untuk cuci darah, saudara teman saya sudah siap. Tapi sayang, umurnya juga tidak panjang. Akhirnya beliau berpulang setelah hampir satu tahun menjalani cuci darah berkali-kali.
Semoga adik dari isteri ipar saya bisa lebih sehat lagi. Bisa merawat anak-anaknya bersama suami tercinta. Semoga si mbak tabah dan sabar.
Nah, setiap penyakit selalu disertai gejalanya. Maka jangan abaikan hal-hal kecil yang tidak biasa/reaksi dari tubuh kita. Kesehatan kita harus tetap kita perhatikan. Jangan abaikan kesehatan kita. Mengenali gejala penyakit lebih dini akan lebih mudah untuk menyikapinya.  Harta benda masih bisa kita cari, tapi kesehatan tetap nomor satu.

Karanganyar, 26 Desember 2016