Rabu, 23 Agustus 2017

KESALAHAN SESEORANG BERSOSMED


Saya biasa membaca status teman di FB atau membaca pembicaraan teman-teman yang ada di grup WA. Bagi saya membaca saja sudah cukup. Seandainya saya tak sependapat dengan teman maka saya menghargai perbedaan itu. Saya tidak mau memaksakan agar teman mengikuti pendapat saya. Kalau saya tidak mau dipaksa dengan mengikuti mereka, tentu mereka juga melakukan hal yang sama dengan saya.
Orang lain menuliskan status, biasanya tulisan itu dilatarbelakangi suasana hati atau pengalaman penulis status. Kalau status tersebut ternyata “kebetulan” pas dengan keadaan kita, bukan berarti mereka nyindir atau nyinyirin kita. Jangan ge er dulu. Tahan untuk memberikan komentar miring atau negative. Bersikap netral dan tak mudah terpancing adalah langkah yang bijak.
Kalau membaca status teman, membaca argument teman yang sedang berselisih paham, dalam hati saya akan bilang ya mangga mawon kalau itu pendapat panjenengan semua. Kita boleh beda kok. Berbeda juga tidak dilarang.
Saya menghindari debat kusir dan tidak mudah terpancing, santai saja! Dengan perbedaan, hidup kita penuh warna. Kalau tidak sependapat lantas kita marah-marah dalam berkomen, itu merupakan salah satu kesalahan kita bersosmed. Sosmed milik orang banyak. Suka-suka mereka maau menulis apa. Kalau kita tak mau berbeda pendapat, dan tidak mau membaca status orang lain, maka langkah paling tepat adalah jangan bersosmed.
Hanya itu yang saya sampaikan, tidak usah banyak-banyak. Terima kasih. Selamat malam semua.

Karanganyar, 23 Agustus 2017