Sabtu, 19 Mei 2018

GERAKAN SOSIAL MENGUMPULKAN BARANG BEKAS HARI SABTU



Saya memiliki kebiasaan mengumpulkan barang-barang bekas di rumah. Barang-barang tersebut saya kumpulkan dalam  karung. Sebelumnya, saya memilah-milah terlebih dahulu. Kertas dan plastik saya pisahkan pada dua wadah yang berbeda. Tujuannya adalah agar saya gampang untuk mencari kembali barang yang saya butuhkan.

Dalam kurun waktu tertentu, saya biasanya memanggil seorang Bapak Tua (pengais barang bekas/rongsok) yang sering lewat depan rumah. Barang bekas yang sudah saya kumpulkan, langsung saya berikan kepadanya. Hanya dengan diberi barang bekas saja, Pak Tua sangat berterima kasih.

Beberapa hari yang lalu, di sekolah anak saya ada tugas untuk setiap siswa. Siswa dari kelas I sampai kelas VI, tiap hari Sabtu wajib mengumpulkan barang bekas. Barang bekas yang dimaksud adalah kardus, botol plastik (kaca), kertas (Koran, majalah, kertas-kertas selain kardus).

Barang-bekas ini, setelah terkumpul akhirnya diberikan kepada salah seorang nenek yang biasa mencari barang bekas di sekitar sekolah. Kegiatan ini dinamakan “GERAKAN  SOSIAL MENGUMPULKAN BARANG BEKAS HARI SABTU”. Setiap anak bebas mengumpulkan jenis barang bekas dan tidak ditentukan jumlah minimalnya.

Bagi orang tua siswa, kegiatan ini sangat positif karena memotivasi anak untuk berbagi kepada sesama. Selain itu, pengumpulan barang bekas juga memotivasi anak untuk secepatnya membersihkan rumah dari barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Kegiatan sederhana ini bila dilakukan secara rutin, akan berpengaruh dalam kehidupan sosial anak. Anak terbiasa mengulurkan tangannya dengan cara yang sederhana. Tidak selalu berbagi diartikan dengan harta benda yang banyak. Sekiranya memiliki harta yang berlebih, memang kita wajib memberikan sebagian dari harta kita kepada orang lain. Akan tetapi kalau tidak memiliki harta berlebih, bukan lantas kita tidak bisa berbagi.

Seminggu sekali mengumpulkan barang bekas, rasanya bukan sesuatu yang memberatkan. Anak juga senang melakukan kegiatan ini karena anak tidak merasa sendiri diberi tugas untuk mengumpulkan barang bekas tiap hari Sabtu.

Mengumpulkan barang bekas tiap hari Sabtu? Siapa takut! Ayo, suburkan GERAKAN SOSIAL MENGUMPULKAN BARANG BEKAS HARI SABTU!