Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2018

BIJAK MENGGUNAKAN AIR


Di daerah Kabupaten Gunungkidul, masih banyak yang kekurangan air bersih saat musim kemarau. Kalau mata air di rumah alias sumur mulai mengering, warga mulai mendatangkan air dengan cara membeli. Satu tangki air harganya Rp. 150.000,00.

Beberapa orang yang sempat saya tanyai, mereka mengatakan bahwa air adalah barang berharga saat musim kemarau panjang. Untuk mendapatkan air, mereka harus rela menjual barang berharganya. Tidak jarang warga menjual ternaknya untuk sekadar membeli air.

Mendengar penjelasan warga Gunungkidul yang mengalami kesulitan air, saya jadi merenung. Di Karanganyar tempat saya kini bermukim, saya belum pernah mengalami kekeringan atau tidak mendapatkan air sama sekali. Kebetulan saya menggunakan air PAM karena tidak memiliki sumur. Bila air PAM macet, biasanya karena ada perbaikan saluran air. Seandainya air PAM mati, masih ada sumur tetangga yang bisa diambil airnya secara gratis.

Saya dan keluarga terbiasa bijak menggunakan air. Artinya, kami tidak boros menggunakan air. Air kami gunakan seperlunya saja. Kami sadar, nun jauh di sana banyak orang kekurangan air. Mereka harus mengeluarkan rupiah untuk mendapatkan air bersih.

Kini hujan mulai turun, meskipun belum merata. Betapa bahagianya bila hujan mulai turun. Sebagian warga yang merindukan air sangat antusias untuk mengumpulkannya dan memindahkan air hujan ke dalam wadah-wadah. Bak mandi, tempayan, ember, tendon dan lain-lain diisi sampai penuh.

Bila Anda pernah punya pengalaman kekurangan air atau mengalami kekeringan, apakah akan boros dalam menggunakan air? Langkah tepat menggunakan air adalah memakai air secukupnya. Masih banyak orang yang belum bisa menikmati air secara maksimal.

Yuk, bijak menggunakan air.   

Senin, 22 Oktober 2018

MENGURANGI SAMPAH DARI RUMAH

Sampah merupakan masalah yang harus segera mendapatkan penanganan. Masalah sampah bukan hanya masalah pada setiap kelompok kecil, tapi sudah secara nasional. Bagaimana cara mengatasi masalah sampah?

Kita mulai dari lingkup kecil, yaitu rumah tangga. Setiap rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk memperlakukan sampah sebagaimana mestinya. Dari setiap rumah memisahkan sampah organik dan anorganik. 

Sampah organik bisa dikubur di dalam luang yang telah kita buat di sekitar rumah. Terjadinya pembusukan sampah beberapa minggu, berubah menjadi kompos. Sampah anorganik dipisah dari rumah. Kertas dan plastik ditempatkan dalam wadah tersendiri. Sampah anorganik kering ini, bisa dijual atau didaur ulang. 

Dengan demikian, setiap rumah tangga hanya menghasilkan residu sedikit. Kalau sampah dari rumah sudah tidak dapat dimanfaatkan, maka sampah inilah yang akan kita buang di tempat pembuangan sampah. 

Yang menjadi masalah besar adalah sampah plastik. Kita bisa mengurangi sampah plastik dengan cara menggunakan kembali plastik yang masih bisa kita pakai, menolak pemberian plastik dari pedagang karena kita sudah membawa wadah sendiri.

Yuk, cintai lingkungan kita mulai dari rumah. Yuk, kurangi sampah dari rumah.

Sabtu, 19 Mei 2018

GERAKAN SOSIAL MENGUMPULKAN BARANG BEKAS HARI SABTU



Saya memiliki kebiasaan mengumpulkan barang-barang bekas di rumah. Barang-barang tersebut saya kumpulkan dalam  karung. Sebelumnya, saya memilah-milah terlebih dahulu. Kertas dan plastik saya pisahkan pada dua wadah yang berbeda. Tujuannya adalah agar saya gampang untuk mencari kembali barang yang saya butuhkan.

Dalam kurun waktu tertentu, saya biasanya memanggil seorang Bapak Tua (pengais barang bekas/rongsok) yang sering lewat depan rumah. Barang bekas yang sudah saya kumpulkan, langsung saya berikan kepadanya. Hanya dengan diberi barang bekas saja, Pak Tua sangat berterima kasih.

Beberapa hari yang lalu, di sekolah anak saya ada tugas untuk setiap siswa. Siswa dari kelas I sampai kelas VI, tiap hari Sabtu wajib mengumpulkan barang bekas. Barang bekas yang dimaksud adalah kardus, botol plastik (kaca), kertas (Koran, majalah, kertas-kertas selain kardus).

Barang-bekas ini, setelah terkumpul akhirnya diberikan kepada salah seorang nenek yang biasa mencari barang bekas di sekitar sekolah. Kegiatan ini dinamakan “GERAKAN  SOSIAL MENGUMPULKAN BARANG BEKAS HARI SABTU”. Setiap anak bebas mengumpulkan jenis barang bekas dan tidak ditentukan jumlah minimalnya.

Bagi orang tua siswa, kegiatan ini sangat positif karena memotivasi anak untuk berbagi kepada sesama. Selain itu, pengumpulan barang bekas juga memotivasi anak untuk secepatnya membersihkan rumah dari barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Kegiatan sederhana ini bila dilakukan secara rutin, akan berpengaruh dalam kehidupan sosial anak. Anak terbiasa mengulurkan tangannya dengan cara yang sederhana. Tidak selalu berbagi diartikan dengan harta benda yang banyak. Sekiranya memiliki harta yang berlebih, memang kita wajib memberikan sebagian dari harta kita kepada orang lain. Akan tetapi kalau tidak memiliki harta berlebih, bukan lantas kita tidak bisa berbagi.

Seminggu sekali mengumpulkan barang bekas, rasanya bukan sesuatu yang memberatkan. Anak juga senang melakukan kegiatan ini karena anak tidak merasa sendiri diberi tugas untuk mengumpulkan barang bekas tiap hari Sabtu.

Mengumpulkan barang bekas tiap hari Sabtu? Siapa takut! Ayo, suburkan GERAKAN SOSIAL MENGUMPULKAN BARANG BEKAS HARI SABTU!

Sabtu, 12 Mei 2018

MERAPI BERAKTIVITAS LAGI

Merapi beraktivitas lagi
tiba-tiba dia datang
asap mengepul membumbung tinggi
tanpa  tanda-tanda

semoga bukan karena pengalihan isu
tapi apakah merapi mengetahui tentang teroris

merapi beraktivitas sewaktu-waktu
tak ada kaitannya dengan politik apapun
biarkan merapi beraktivitas
yang penting kita sudah menjaga alam

semoga hanya hujan abu
yang sampai di sekitar rumahku
bukan material panas
atau lahar dingin
seperti dahulu

Minggu, 25 Maret 2018

MEMANFAATKAN BOTOL BEKAS AIR MINERAL


Si kecil selalu mengikuti kegiatan olahraga Ayah. Kalau si kecil tidak waktunya namplek, dia akan mengumpulkan botol bekas air mineral. Biasanya, sampai di rumah akan disimpan sendiri.

Suatu hari, botol-botol tersebut dipotong. Bagian bawah lebih panjang daripada bagian atasnya. Katanya, botol yang sudah dipotong tersebut akan digunakan untuk wadah ikan cupang, seperti pedagang ikan.

Sebelum botol-botol tersebut digunakan untuk memelihara ikan cupang, saya menyimpannya di dalam kardus. Sayang sekali kalau botol-botol tersebut tidak segera digunakan. Saya minta izin pada si kecil untuk memanfaatkan botol-botol tersebut.


Beberapa manfaat dari botol bekas air mineral di antaranya adalah:

1. Untuk memelihara ikan cupang,
2. Untuk menyimpan pakan burung (palawija),
3. Untuk menyimpan pakan ikan,
4. Untuk tempat alat tulis, misalnya pensil, pulpen, penggaris dan lain-lain,
5. Untuk tempat sisir,
6. Untuk menyimpan kabel data,
7. Untuk menyimpan uang koin/kertas,

Sebenarnya masih banyak manfaat dari botol bekas tersebut. Anda bisa menambahkan lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat memelihara lingkungan.

* Foto : dokumen pribadi

Rabu, 15 November 2017

CARA MEMBASMI TIKUS YANG AMAN


Rumah yang berada di sekitar sawah, sering kemasukan tikus-tikus dari sawah. Kalau di dalam rumah terdapat cukup pangan, sudah pasti tikus akan kerasan tinggal di rumah itu. Saking kerasannya, tikus akan beranak-pinak dan berkembang dengan cepat.
Tikus sangat mengganggu kesehatan. Urin, kotoran, juga bangkainya tidak baik bagi kesehatan tubuh kita. Banyak kasus yang diakibatkan oleh urin dan kotoran tikus. Selain itu, tikus juga merupakan musuh kita karena suka mengerat alias ngrikiti apa saja yang sekiranya mampu untuk dirusak. Selain kayu, pakaian adalah barang yang diincar tikus. Pada setiap rumah yang terlanjur kemasukan tikus, maka  pernah mengalami pakaian terkoyak-koyak karena tikus.
Orang akan melakukan segala cara untuk mengusir/menangkap hidup-hidup atau membunuh tikus. Menangkap tikus bisa dilakukan dengan kawat jebakan, lem tikus, atau dengan alat jebakan lainnya. Kalau ingin menangkap dalam kondisi mati, biasanya tikus diracun.
Apabila tikus yang diracun ini mati dan segera ketahuan, mungkin tidak menimbulkan masalah bau. Akan tetapi kalau tikus yang mati ini tidak ketahuan, maka aroma bangkai akan tercium.
Beberapa waktu yang lalu, suami membeli racun tikus. Di rumah kami yang berada di tengah sawah, populasi tikus yang banyak, sangat mengkhawatirkan. Sebenarnya banyak cara yang sudah kami tempuh. Akan tetapi hasilnya belum maksimal.
Racun tikus yang digunakan oleh suami adalah mereknya adalah Mao Wang dalam kemasan plastic warna hijau. Racun ini berupa beras yang sudah diberi racun berwarna pink. Butiran beras yang tidak banyak ini, ditaruh di tempat yang biasa untuk lewat/bermain tikus (dapur). Ada 6 titik di dapur yang diberi racun tikus beras pink ini. Pada saat melakukan aksi menaruh racun, kami berusaha untuk menutup pintu dapur. Agar tikus tidak bebas keluar masuk pintu dapu menuju ruang tengah.
Selama tiga hari, kami mendapatkan tikus dalam kondisi mati sebanyak 12 ekor. Semua ditemukan di dapur. Tiga di antaranya sudah tercium bau tak sedap. Ukuran tikus yang mati ada yang besar, menengah dan kecil. Setelah hari ketiga itu, tikus tak kelihatan lagi menggoda kami. Mungkin tikus-tikusnya sudah habis. Atau yang lain meninggalkan rumah kami karena dirasa tidak aman lagi.
Dengan demikian, kami bisa bernafas lega dan mengucap bye bye tikus. O ya, oleh karena sangat berbahaya, maka racun tikus ini dipastikan jauh dari jangkauan anak-anak. Simpan racun ini di tempat yang aman. Anak-anak tidak boleh memegang kemasan secara langsung, baik tertutup maupun terbuka.