Sabtu, 23 April 2016

Bekali Jajanan Agar Anak Tak Mengambil Milik Temannya

Gambar 1. Bekal Anak Sekolah
dok.pri
Seorang anak membawa pulang beberapa makanan kecil. Sang Ibu tidak merasa membekali anaknya jajanan, dan kebetulan makanan tersebut membuat anaknya batuk. Ibu dari anak tadi komplain pada sekolah tempat anaknya belajar.
Kata-kata Ibu tersebut kurang lebih menyalahkan pihak sekolah yang memberikan jajanan pada anaknya. Jajanan yang tidak sehat, yang menyebabkan anaknya sakit. Guru-guru mendapatkan kesempatan untuk angkat bicara. Selama ini guru-guru sudah mengingatkan pada si Anak untuk tidak mengambil milik temannya. Ternyata si Anak hobinya mengambil makanan milik temannya tanpa minta izin terlebih dahulu.

Ibu tadi merasa tidak terima kalau anaknya dikatakan mengambil milik temannya. Ibu tadi bersikeras kalau anaknya diberi oleh orang lain, bukan mengambil dengan tanpa minta izin terlebih dahulu. Meskipun dijelaskan dengan berbagai pendekatan, Ibu tadi tetap tidak mau kalau anaknya dikatakan mengambil milik temannya.
Pertanyaannya, apakah anaknya diberi bekal jajanan dari rumah? Menurut guru-guru yang mengajar, si Anak memang tidak pernah membawa bekal jajanan ke sekolah. Memang di sekolah ada pembagian kudapan atau makanan berat pada jam istirahat. Akan tetapi biasanya anak-anak juga membawa makanan kecil dan minuman dari rumah sesuai dengan kesukaannya.
Mungkin karena Anak tadi tidak dibawakan bekal sama sekali, sedangkan dia ingin makan juga maka dia mengambil tanpa minta izin. Kemungkinan seperti itu. Sekali dua kali ada anak yang kehilangan jajanan, mereka laporan pada gurunya. Lama-kelamaan gurunya menyelidiki, dan ternyata si Anak tadi yang sering mengambil jajanan milik temannya. Ketika ditegur, si Anak mengelak.
Karena Ibu dari si Anak tetap tidak mau anaknya dipojokkan, maka pihak sekolah memberikan saran untuk membekali jajanan untuk anaknya agar tak lagi mengambil jajanan milik temannya.
Bagi Ibu-ibu yang memiliki putra-putri, keponakan atau cucu yang masih belajar di TK atau SD, biasakan anak dibekali makanan/jajanan/minuman dari rumah. Sekali tempo kenalkan makanan pada anak-anak, agar anak tidak penasaran kalau belum pernah mencoba. Bukan berarti kita mengajarkan boros. Kita hanya mengenalkan saja, satu atau dua kali anak mencicipi makanan yang baru. Tujuannya agar anak mengenal dan merasa tidak berbeda dari temannya. Kalau anak ingin makan jajanan, sementara dia tidak membawa bekal sama sekali, anak tidak bisa bertukar makanan atau berbagi. Kalau membawa jajanan meskipun hanya satu macam, dia bisa saling tukar jajanan sedikit dengan temannya.
Prinsipnya, jangan biarkan anak kita tidak membawa bekal makanan, agar anak tak mengganggu temannya. Tentunya makanan/jajanan yang sehat saja.

Karanganyar, 23 April 2016