Rabu, 29 Juni 2016

Serunya Berbagi Ilmu

Kemuning, Sumber Inspirasi
dok.pri
Serunya Berbagi Ilmu
Saya masih perlu belajar, karena belajar tak mengenal waktu. Belajar berjalan seumur hidup, tak ada batasan waktunya. Demikian juga belajar menulis. Belajar menulis bisa dilakukan secara otodidak, namun akan menjadi lebih baik kalau belajar langsung dengan ahlinya.
Dalam menulis, saya belajar dari membaca buku, membaca majalah, Koran, blog dan lain-lain. Bila ada kesempatan bertemu dengan ahlinya menulis, saya akan berusaha untuk mengikuti pertemuan tersebut. Apapun akan saya lakukan, saya rela mengorbankan waktu dan tenaga khusus untuk menimba ilmu.
Selama ini sudah ada beberapa orang yang saya temui, yang ahli menulis di bidangnya. Mereka adalah penulis yang bergabung di IIDN Solo. Alhamdulillah, penulis yang bergabung di IIDN Solo merupakan dermawan yang membagikan ilmunya sesuai bidangnya masing-masing. Saya mendapatkan ilmu dari sahabat penulis secara gratis, tidak membayar sedikit pun.
Meskipun saya mendapatkan ilmu dari banyak orang tentang menulis secara gratis, bukan berarti saya tidak serius menulis. Saya sangat serius menjadi penulis. Buktinya untuk mengasah kemampuan saya menulis, saya mengikuti lomba. Dengan mengikuti lomba menulis, kualitas tulisan saya semakin teruji. Kalah menang dalam lomba itu biasa. Saya selalu mengakui kehebatan penulis lain yang memenangkan lomba.
Oleh karena saya sering mendapatkan ilmu menulis secara gratis, maka saya juga harus membagikan ilmu yang sudah saya peroleh dengan suka cita. Saya bersyukur bilamana apa yang sudah saya bagikan lewat tulisan dapat bermanfaat untuk orang lain.
Menulis di blog ternyata membuat saya banyak belajar. Pertama belajar memasang foto. Kalau ukuran fotonya terlalu besar, saya harus bisa menyesuaikan/mengubah foto. Ada ilmu baru yaitu mengubah ukuran foto. Saya memerlukan waktu cukup lama mengubah ukuran foto ini. Sekarang, saya bisa dengan mudah memosting tulisan dengan foto manis.
Yang kedua memasang link hidup. Membuat link hidup itu gampang, tapi perlu belajar juga. Setelah mencoba berulang kali, barulah saya mantap dan yakin kalau bisa membuat link hidup.
Yang ketiga memasang banner. Kalau yang ini masih saya pelajari. Memang saya sudah berhasil memasang banner, tapi masih perlu belajar.
Pengalaman belajar memasang foto dan membuat link hidup ini ternyata sangat bermanfaat bagi teman-teman saya yang menanyakan cara memasang foto dan link hidup. Meskipun tanya jawab antara saya dan teman saya di fb tidak melalui tatap muka, nyatanya intruksi yang saya sampaikan bisa dipahami. Suatu kebahagiaan buat saya karena saya bisa menyebarkan manfaat meskipun jumlahnya belum seberapa.
Jangan beranggapan dengan membagikan ilmu maka ilmu kita akan berkurang. Justeru karena banyak berbagi ilmu inilah ilmu kita semakin bertambah. Dan yang penting berbagi ilmu itu seru banget. Buktikan sendiri saja kalau tidak percaya.