Minggu, 26 Mei 2024

Faiz Jutawan Cilik Yang Kini Remaja


Sengaja saya menggunakan pose foto yang tak lazim sebab Faiz tidak mau difoto bila sedang beraktifitas.


Faiz adalah anak saya kedua. Sejak kecil cita-citanya adalah peternak. Alhamdulillah, di usianya yang masih belia cita-cita tersebut sudah tercapai.


Bagi anak-anak seusianya mungkin menjadi peternak bukanlah cita-cita bergengsi. Ketika kelas 5, saat anak-anak diminta untuk mengungkapkan cita-cita di depan kelas, Faiz ingin memiliki peternakan luas dan punya beberapa bus untuk disewakan. Teman-temannya tertawa, mengejek. Namun, Faiz tetap tenang dan tak mau ambil pusing.


Kembali pada peternakan. Alhamdulillah, sejak kelas 3 sampai kelas 7 ini Faiz memiliki beberapa ekor kambing. Kambing-kambing tersebut dititipkan pada perawat dengan sistem bagi hasil. Selain dijual, Faiz memanfaatkan kambing jantannya untuk berkurban. Tahun ini adalah tahun ketiga Faiz menyembelih hewan kurban hasil ternak sendiri.


Selain kambing, Faiz juga memelihara kelinci. Meskipun belum pernah menjual hasil beternak kelinci tapi sudah bisa memanfaatkan kotoran kelinci untuk pupuk.


Sekarang Faiz bukan anak kecil lagi. Dia mulai beranjak remaja. Baru saja Faiz mendapatkan bagi hasil penjualan kambing sebesar satu juta rupiah. Semoga rezeki Faiz berkah melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk keperluannya. Sekarang bukan lagi jutawan cilik, melainkan remaja sukses beternak. Amin.

00000

Kamis, 02 Mei 2024

Salatlah Meski Terpaksa



Saya bilang pada seorang remaja putra, "salatlah 5 waktu. Luangkan waktumu paling tidak 5 menit untuk salat dan berdoa. Subuh salat jam berapa?"

Anak itu tersenyum lalu menggeleng.

"Magrib dan Isya salat nggak?"

"Tidak."

"Jadi, kapan kamu salat?"

"Di sekolah, Zuhur dan Asar."

"Berarti kalau libur sekolah nggak salat?"

"Nggak."

"Di rumah yang salat siapa?"

"Ibuk."

"Kakak?"

"Nggak."

"Bapak?"

"Nggak."

"Ya Allah. Siapa yang mendoakan bapak dan ibu kalau kamu dan kakak nggak mendoakan? Siapa yang mendoakan kamu kalau kamu sendiri tidak berdoa. Mulai hari ini salatlah 5 waktu meski terpaksa."

"Kalau tiap rakaat cuma baca Al Fatihah boleh nggak?"

"Boleh. Itu salat minimalis. Tapi ya mosok kamu nggak akan baca surat-surat pendek? Kamu salat kok buru-buru mau ngapain? Ngegame saja 2 jam berturut-turut betah, pegang hape sampai tidur padahal hape tetap menyala kamu lakukan. Salat cuma sebentar saja ditinggalkan. Salatlah meski terpaksa. Terpaksa masuk surga tak apa daripada masuk neraka secara suka rela."

Remaja 18 tahun itu memandang saya. Selain salat, saya juga mengingatkan untuk membaca Al Qur'an. Berat? Tidak bagi orang yang takwa.


00000