Kamis, 23 Februari 2017

Penulis Senior Juga Ada Saatnya Merasa Jenuh

Beberapa hari yang lalu, saat Kopdar IIDN Solo, ada anggota yang beberapa waktu terakhir jarang menulis/mengisi blognya. Padahal blognya sangat ditunggu-tunggu pembaca. Menurut pengakuan sang teman, beliau sedang tidak mood alias macet. Penulis senior dengan jam terbang yang tinggi saja mengalami kejenuhan dan kemacetan dalam menulis apalagi penulis pemula.
Bagi penulis pemula seperti saya ini, sering dilanda rasa jenuh. Hanya karena komitmen untuk menulis setiap harilah yang membuat saya tetap menulis. Kalau sudah jenuh menulis, biasanya saya membaca-baca tulisan seorang penulis yang berkaitan dengan dunia penulisan. Dengan seperti itu, maka semangat menulis akan muncul lagi.
Suatu saat, saya juga akan memotivasi diri sendiri dengan hal yang berupa materi. Virus matrenya keluar. Kalau saya tidak menulis, tidak berkarya, tidak kirim naskah ke media, lalu kapan tulisan saya akan muncul di media? Kalau tulisan saya tidak muncul di media, kapan saya dapat honor atau dapat uang?
Mau tidak mau atau dengan kata lain meskipun dengan terpaksa, saya harus menulis. Menulis itu sudah merupakan kebutuhan. Kalau orang lain masih merasa terpaksa menulis, lain halnya dengan saya. Kakak saya sendiri juga heran, kok saya bisa menulis setiap hari? Jawab saya waktu itu karena saya memiliki komitmen untuk menulis setiap hari.
Pada awalnya memang berat tapi karena sudah menjadi kebiasaan, jadi semua bisa berjalan. Kadang-kadang, walaupun mata berat dan sudah mengantuk, setidaknya saya menulis judul dan satu alenia pembuka dulu. Hal itu saya lakukan agar saya segera menyelesaikan tulisan.
Sebenarnya banyak yang ingin dituliskan. Tapi kalau sudah berhadapan dengan laptop, sering yang sudah ada dalam angan-angan tidak mau muncul. Jadi, begitu banyak ide yang bertebaran saat kita melakukan aktivitas selain menulis, begitu mau diwujudkan dalam bentuk tulisan, entahlah ide-ide tersebut tiba-tiba pergi satu per satu.
Itulah kesempatan untuk mengumpulkan serpihan ide yang masih tersisa. Mumpung masih ada semangat menulis. Lalu, bagaimana bila merasa jenuh dan bosan dalam menulis? Berhenti sejenak! Tidak perlu memaksakan diri. Carilah udara segar, keluar rumah bersepeda mengelilingi perumahan atau bersepeda di sekitar sawah.
Jangan terlalu lama dalam berhenti menulis ini. Kalau sudah cukup mendapatkan penyegaran, segera menulis lagi. Tidak akan ada orang yang memaksa-maksa kita untuk menulis. Tidak ada orang yang dengan ikhlas/suka rela menunggu mood kita datang. Ayo, segera menulis lagi. Bosan dan jenuh, tidak ada yang melarang tapi jangan keterusan.

Karanganyar, 24 Februari 2017