Minggu, 01 April 2018

KEBAYA BROKAT MODERN MERAH MARUN




Beberapa bulan terakhir, Faiq sibuk mempersiapkan USBN dan UNBK. Untuk materi (pelajaran) Faiq sudah kembali aktif untuk mengikuti les. Fisik dan mental serta spiritual juga tidak kalah penting untuk disiapkan.

Selain mempersiapkan diri untuk menghadapi USBN dan UNBK, Faiq juga bersiap-siap untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Sampai sekarang, Faiq belum mantap memilih jurusan. Katanya, masih bingung. Padahal sejak kelas XI saya sudah memberikan gambaran dan mengarahkannya.

Sebulan setelah UNBK, pengumuman kelulusan akan disampaikan. Biasanya, pada saat pengumuman kelulusan ini sekaligus dilaksanakan penyerahan kembali siswa dari sekolah kepada orang tua. Dengan demikian, saat pengumuman kelulusan orang tua hadir bersama anaknya.

Untuk siswi, pakaian saat penerimaan surat kelulusan adalah pakaian tradisional. Tentu saja kebaya dan kain jarik perpaduan yang khas dan klasik. Kali ini, Faiq dan teman-teman putri sekelasnya sepakat memakai dress code warna merah marun.

Pada saat libur Hari Nyepi beberapa waktu yang lalu, saya mudik ke Yogyakarta. Saya dan Faiq tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencari pakaian warna merah marun yang pas. Saya dan Faiq memutuskan untuk melihat-lihat di Pasar Beringharjo.

Saya kaget, ternyata model kebaya zaman now sangat bervariasi. Akan tetapi saya tetap menyarankan pada Faiq untuk mencari kebaya brokat dengan model tidak terlalu kekinian. Pertimbangan saya adalah kebaya yang sudah dibeli tidak hanya dipakai sekali saja karena bersifat musiman. Kalau bisa, kebaya dipakai sampai kapan pun. Lebih baik lagi kalau Maminya juga bisa pinjam (o…o…o).

Cukup lama kami berpindah dari satu kios ke kios yang lain. Pasar Beringharjo bukan pasar yang sempit. Apalagi pas liburan, terlalu padat pengunjungnya. Baik masyarakat Yogyakarta maupun dari luar kota berkunjung ke Malioboro dan sekitarnya, termasuk Pasar Beringharjo.

Alhamdulillah, kami menemukan kios penjualan pakaian tradisional di lantai 2. Berhubung kepadatan pasar yang luar biasa, dan kebetulan saya kelelahan dari Karanganyar, saya tidak sempat memotret-motret.

Faiq memilih kebaya yang diinginkan. Pilihan jatuh pada kebaya warna merah marun, dengan model sedikit modern. Saya juga merasa cocok dan harganya sangat terjangkau. Satu potong kebaya harganya Rp. 160.000,00 alias 160K   dan tidak bisa ditawar. Setelah kami buka-buka di internet, ternyata kebaya dengan harga 160K tadi adalah harga pada umumnya/tidak mahal.
(Saya jadi ingin menjahit sendiri saja ni!)

Setelah membayar, perjalanan kami lanjutkan ke warung makan bakso. Puas telah mendapatkan kebaya dan kenyang makan bakso, kami lantas pulang ke rumah Ibu. Sampai di rumah langsung membersihkan diri dan bersiap untuk makan-makan dalam rangka ulang tahun kakak saya nomor 2.

Nah, bagi Anda yang ingin mengenakan kebaya modern, kalau mau yang praktis lebih baik membeli kebaya yang sudah jadi saja. Akan tetapi kalau menginginkan model suka-suka, ya menjahitkan ke penjahit professional adalah langkah yang tepat.

Semoga bermanfaat. Ayo, gunakan produk lokal!