Kamis, 12 Juni 2014

Sembunyi di Balik Nama

Setelah menulis dan ingin mempublikasikan tulisan kita, kadang kita ragu-ragu mau memakai nama asli atau nama samaran. Tergantung kepentingan kita. Suatu saat kita ingin tampil sebagai diri kita sendiri. Maka kita akan percaya diri memakai nama asli kita.
Akan tetapi boleh-boleh saja kita memakai nama samaran, bukan nama asli kita. Bersembunyi di balik nama (memakai nama samaran) tidak ada yang melarang. Bagi yang menggunakan nama samaran pasti memiliki tujuan tertentu. Mungkin penulis tidak ingin identitasnya diketahui orang lain.
Nama kadang juga membawa hoki. Suatu hari ada orang yang bercerita bahwa selama ini mengirimkan naskah/tulisan tidak pernah dimuat di media. Orang ini berinisiatif menggunakan nama samaran. Ternyata setelah nama aslinya bersembunyi dan yang digunakan adalah nama samaran, tulisan-tulisannya bisa dimuat. Jadi, nama juga membawa hoki atau membawa rejeki.
Usut punya usut sewaktu menggunakan nama asli di setiap tulisan, orang ini kurang “berani”  menuliskan hal-hal yang bersifat bisa menyinggung atau menyindir orang lain. Setelah menggunakan nama samaran, keberanian muncul untuk menuliskan sesuatu yang yang memiliki nilai jual. Menulis tanpa beban, menulis tanpa memiliki rasa takut.
Biasanya untuk kepentingan akademis, orang akan mencantumkan nama asli di setiap tulisannya. Kadang kita akan memakai nama asli kita pada setiap tulisan kita. Suatu saat kita boleh menggunakan nama samaran. Kata orang, bersembunyi di balik nama samaran akan lebih aman, lebih percaya diri.
Semua kembali pada masing-masing penulis. Mau menggunakan nama asli atau nama samaran, tidak ada yang melarang.

Karanganyar, 9 Juni 2014