Senin, 09 Juni 2014

Kejutan, Ketika Buku Rekening Tiba-Tiba Menggelembung

Waktu pertama karya saya dimuat, dengan semangat saya mendatangi kantor redaksi. Alhamdulillah, honor yang saya dapat bisa untuk membeli 20 mangkok mie ayam saat itu. Ketika kuliah tahun-tahun terakhir, tulisan saya juga pernah dimuat di koran Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta). Honornya juga bisa untuk membeli 20 mangkok mie ayam.
Waktu itu penerimaan honor dikirim lewat wesel. Kalau sekarang langsung ditransfer ke rekening bank. Tetapi masih ada yang dikirim lewat wesel. Dua kali saya mendapatkan honor yang dikirim lewat wesel.
Akhirnya teman-teman tahu, kalau saya dapat honor. Ujung-ujungnya mereka minta ditraktir. Bagi saya tak masalah. Justeru dari sini mereka selalu mendoakan saya. Harapan saya tulisan saya banyak yang tembus media.
Suatu saat saya kaget, mendapatkan buku rekening yang saya cetak tertera pemasukan sejumlah sekian rupiah. Setelah saya cari-cari koran di sekolah, ternyata ada karya saya yang dimuat. Saya sendiri tidak tahu. Biasanya kalau naskah saya dimuat tidak serta merta saya diberi tahu pihak media.
Kebetulan buku rekening yang saya pakai untuk menerima honor saya rencanakan buat anak saya nomer dua. Saya tidak mempunyai niat untuk mengambil uang di buku rekening tersebut. Semoga rupiah-demi rupiah yang saya dapatkan merupakan rejeki yang barokah.
 Saya sering merenung, mengapa dulu saya sempat berhenti menulis. Padahal bila saya aktif menulis, tentu karya saya banyak dan rekening saya gendut. Hehe.

Karanganyar, 10 Mei 2014