Rabu, 16 Juli 2014

Laris Manis, Bakso Tiga Ribu per Mangkuk

LARIS MANIS, BAKSO TIGA RIBU PER MANGKUK
Oleh : Kahfi Noer
Saya dan teman-teman guru sering mencoba kuliner yang ada di sekitar kecamatan.  Makan siang dengan menu sederhana, murah meriah dan sesuai dengan kantong. Biasanya kami makan bareng, bergantian “bendaharanya”.
Mencoba makan di warung soto, warung makan sederhana yang menyediakan berbagai macam sayur dan lauk. Ada sop ayam, sambel tumpang (sambel khas Solo dan sekitarnya), pecel, sayur lodeh, oseng-oseng buncis/kacang panjang, oseng-oseng kikil sapi, rica-rica ayam, sayur daun mbayung (daun kacang panjang), garang asem, gudeg dan sambel goreng, brongkos, ayam bakar, ayam goreng, lele, tahu dan tempe mendoan. Tentunya masih banyak variasinya.
Suatu saat kami menikmati mie ayam bareng-bareng di sekolah setelah memesan mie ayam di warung makan dekat rumah sakit. Biasanya setelah memesan, “Mas Pendek, pedagangnya”  membawakan pesanan ke sekolah.
Atau, kami rela melakukan perjalanan “agak jauh” demi semangkuk “Soto Mbok Giyem” cabang dari Boyolali. Yang penting setiap orang tidak boleh lebih dari sepuluh ribu rupiah. Kalau pas bokek semua, kami sepakat untuk “tongji” alias potong gaji. Nah, untuk yang satu ini bendahara sekolah memang harus tega mengeluarkan guntingnya (untuk memotong gaji secara pukul rata).
Tiba-tiba teman saya mengajak saya makan di warung bakso. Katanya ada warung bakso, baru dibuka, lokasinya tidak jauh dari sekolah kami. Tepatnya di sebelah timur Obyek Wisata Sondokoro (kurang lebih setengah kilometer).
Mula-mula kami berdua mencoba. Memang benar, bakso semangkuk isi 6 butir harganya tiga ribu rupiah. Enak dan halal, tidak menipu. Uang lima belas ribu masih ada kembalian. Bakso 2 porsi, 2 minuman, gorengan dan rambak. Murah!
Hari berikutnya kami datang satu rombongan, delapan orang. Uang lima puluh ribu, masih ada kembalian. Ya, bakso murah, tidak menipu, enak dan halal. Bakso tersebut adalah bakso ayam.
Di rumah, saya iseng-iseng menghitung secara garis besar. Beberapa hari yang lalu saya membuat bakso sendiri. Setengah kg daging ayam dan setengah kg daging sapi. Setelah menjadi adonan plus ongkos pembuatan serta campurannya, biaya yang saya keluarkan sebesar Rp. 72.000,00.
Saya buat butiran ukuran sedang, ternyata saya dapatkan 240 butir. Bila saya jualan bakso per mangkok isi 6 butir, maka jadi 40 porsi. Satu porsi 3000 rp, maka uang yang saya dapatkan 120 ribu rp. Tinggal hitung saja keuntungannya. Itu saja bakso campuran daging sapi dan daging ayam. Coba seandainya baksonya terbuat dari daging ayam semua, biayanya akan lebih sedikit. Maka keuntungan yang diperoleh akan semakin banyak
Pantas saja ada warung bakso yang menjual per mangkuknya dengan harga murah.  Sepertinya di Karanganyar penjualan bakso ayam ini prospeknya masih bagus. Barangkali ada yang mau mencoba bisnis ini. Silakan saja dicoba! (SELESAI)
Karanganyar, 16 Juli 2014