Selasa, 17 Februari 2015

Pengalaman Umroh di Tanah Suci

Kisah yang saya tulis ini adalah cerita seorang teman sekantor. Beliau baru saja pulang dari tanah suci menjalankan ibadah umroh. Ibadah yang didambakan sebagian besar orang Islam selain Ibadah Haji. Teman saya berangkat bersama keluarga besarnya. Beliau berangkat bersama isteri, adik, kakak dan ipar-iparnya.
Oleh-oleh ibadah umroh yang saya harapkan adalah cerita selama teman saya menjalankan ibadah umroh. Teman saya ini mengidap diabetes millitus. Setiap hari beliau menyuntikkan insulin ke dalam tubuhnya dan banyak mengkonsumsi obat. Banyak makanan yang menjadi pantangannya. Akan tetapi selama beradadi tanah suci, alhamdulillah, beliau dapat melepaskan diri dari obat-obatan.
Tak ada makanan yang dipantang. Allah memberikan kemudahan bagi hamba-hambaNya yang taat. Teman saya tidak berpantang makan nasi. Intinya selama di tanah suci, beliau sehat wal afiat tanpa obat-obatan.
Ibadah umroh dapat dijalankan dengan mudah. Allah memberi kemudahan itu. Ada cerita menarik selama berada di Mekah. Yang pertama adalah Allah memberi sebuah teguran. Cerita beliau, pada tiap kegiatan biasanya di sela-sela waktu sang ustad menganjurkan minum air zam-zam. Tujuannya untuk memulihkan tenaga. Teman saya dan rombongan mengikuti anjuran sang ustad.
Suatu hari beliau dan rombongan melakukan sa’i. Belum selesai sa’i, sang ustad menganjurkan minum air zam-zam.
“Aku tidak minum. Takutnya nanti beser (sebentar-sebentar kencing),”kata teman saya.
Setelah beristirahat sebentar, mereka kembali melanjutkan sa’i sampai selesai. Setelah selesai sa’i, teman saya mengalami beser seperti yang diucapkan/ditakutkan beberapa waktu sebelumnya. Lalu beliau beristighfar.
Peristiwa yang kedua adalah teman saya tersesat. (Bersambung)

Karanganyar, 17  Februari 2015