Rabu, 08 Juli 2015

Ajalmu Tak Menunggu Lunasnya Hutangmu

Ajalmu Tak Menunggu Lunasnya Hutangmu


Ajal akan datang pada setiap yang bernyawa. Manusia, salah satu makhluk yang bernyawa ini akan menemui ajalnya. Semua sudah ada yang mengatur. Ajal datang tidak menunggu taubat kita. Ajal datang tak menunggu kita tua lebih dahulu. Ajal datang tak menunggu kita siap didatanginya. Siap atau tidak siap ajal akan menjemput kita. Kalau ternyata ajal datang kapan saja tanpa dapat kita duga maka mulai sekarang kita harus mempersiapkan diri.
Banyak hal yang perlu kita persiapkan. Karena banyak hal yang harus kita persiapkan, di sini saya akan menuliskan tentang hutang. Apa hubungan antara ajal dan hutang? Bagi orang yang pernah melayat, mungkin pernah mendengar sambutan dari orang yang ditunjuk sebelum jenazah dibawa ke makam. Di antaranya meminta pada ahli waris untuk menyelesaikan hutang-piutang dari almarhum.
Melunasi hutang bagi yang berhutang. Bagi yang memiliki piutang, maka orang yang hutang juga harus menyelesaikannya. Karena hutang piutang ini kalau belum selesai urusannya, tidak otomatis lunas dengan sendirinya. Maka penting bagi kita untuk mengetahui keadaan keluarga kita tentang hutang piutang ini.
Akan menjadi beban bagi si mayit bila hutangnya belum dibayarkan. Oleh sebab itu mari kita belajar meminimalkan hutang. Karena kadang kita berhutang bukan karena desakan/terjepit ekonomi, melainkan menuruti gaya hidup.
Sekarang banyak sekali tawaran kredit/hutang dengan bunga ringan. Tawaran ini sangat menggiurkan. Bila kita berhutang hanya untuk memenuhi gaya hidup, itu artinya kita dengan sengaja masuk dalam perangkap.
Kalau kita berhutang karena memang membutuhkan uang untuk kelangsungan hidup, hal itu tidaklah mengapa. Akan tetapi kita jangan menunda-nunda untuk melunasinya. Bila kita mempunyai niat baik, pasti kita akan berusaha untuk segera menyelesaikan hutang kita. Caranya dengan tertib menyetorkan cicilan/angsuran. Insya Allah niat baik kita akan memberikan manfaat pada diri kita.
Namun kadang kita lupa atau melupakan/pura-pura lupa kalau kita memiliki hutang. Kita dengan boros membelanjakan uang kita tanpa terkendali untuk hal-hal yang tak begitu penting selagi punya uang. Kita lupa pada orang yang telah memberi pinjaman. Apalagi bila yang memberi pinjaman termasuk orang yang baik dan tidak tega melihat kita kesulitan. Kita memanfaatkan situasi ini untuk menghindari kewajiban melunasi hutang.
Dengan dalih belum ada rezeki lalu kita minta waktu. Terus saja begitu hingga si pemberi pinjaman bosan menagih. Banyak alasan yang kita utarakan. Lantas kalau si pemberi hutang menagih lewat telepon/sms kita mengabaikan. Malah kita mengganti no hp kita supaya tidak bisa dihubungi oleh si pemberi hutang.
Hutang tidak akan lunas dengan sendirinya bila kita tidak melunasinya. Bila kita tetap memiliki hutang maka hutang tidak selalu lunas dengan sendirinya bila kita tiba-tiba ajal datang. Bisa saja ahli waris tetap memiliki kewajiban untuk melunasinya.
Maka jangan berhutang bila tidak karena terpaksa. Kalau berhutang segera menyelesaikannya. Jangan menunda-nunda waktu untuk melunasinya. Ingat, ajal akan datang setiap saat. Dan ajal datang tidak menunggu lunasnya hutang kita.
Karanganyar, 8 Juli 2015
Tulisan ini untuk koreksi diri
http://www.kompasiana.com/noerimakaltsum/ajalmu-tak-menunggu-lunasnya-hutangmu_559c52b32d7a619c2183fa4b