Minggu, 23 Agustus 2015

Kangen Telur Asin

Beberapa tahun yang lalu saya membuat telur asin sekaligus mendistribusikannya. Waktu itu saya hanya mengisi waktu luang setelah selesai mengajar. Ya, Alhamdulillah dapat penghasilan tambahan.
Saya membuat telur asin dengan cara telur bebek diselimuti adonan garam, bata, dan tanah liat. Untuk 100 buah butir telur bebek, saya membutuhkan garam sebanyak 1 kg. Bata dan tanah liat menyesuaikan saja.
Pada puncak laris-larisnya penjualan, saya pindah haluan menjadi petani sayuran. Memang untuk membuat telur asin memerlukan waktu yang lama. Mulai membersihkan telur, membuat adonan, membungkus telur, membersihkan lalu memasak telur asin.
Oleh karena sekarang juragan sayurannya sedang giat berolah raga (suami), maka kegiatan bercocok tanam juga berhenti. Untuk mengisi waktu luang setelah mengajar, saya menekuni kebiasaan lama yang pernah saya tinggalkan, yaitu menulis.
Seminggu yang lalu saya kepikiran mau membuat telur asin, tapi yang tidak repot dan kotor. Metode merendam telur dalam air garam adalah pilihan saya. Berhubung hanya memiliki 10 butir telur bebek, maka kegiatan awal pembuatan telur berjalan dengan sukses. Sekarang tinggal menunggu 8-12 hari yang akan datang.
Besok kalau cara ini bisa menghasilkan telur asin yang masir., maka akan saya teruskan kegiatan ini meskipun untuk konsumsi sendiri. Tidak sabar menunggu 8 hari! Mengapa saya mau repot-repot membuat telur asin? Alasan saya adalah saya pernah mendapatkan telur asin dari pedagang yang isinya busuk. Saya tidak tahu apakah pedagang itu sengaja menjual telur yang sudah tidak layak atau karena pedagang itu benar-benar tidak tahu. Kalau membuat sendiri saya tahu kualitas telur asin buatan sendiri. Sebab mulai dari memilih telur sampai memasak telur selalu dikontrol.
Kalau ibu-ibu atau remaja putri mau membuat telur asin dengan cara merendam telur dalam air garam, untuk uji coba gunakan telur ayam saja. Harganya lebih terjangkau.

Semoga tulisan ini bermanfaat.
Karanganyar, 23  Agustus 2015