Kamis, 27 Agustus 2015

Mie Jawa vs Mie Instan


Gambar : Mie Instan Rebus Istimewa
(Tidak memakai sayuran dan dituang di atas piring)
Sumber : dokumen pribadi

Ada banyak cara orang dalam menghangatkan badannya di bulan-bulan ini. Yang paling digemari saat malam hari adalah mengkonsumsi makanan yang hangat. Salah satu masakan favorit yang bisa disantap adalah mie. Ada beberapa pilihan yang bisa dicoba, misalnya masakan mie Jawa dan mie instan.
Mie Jawa banyak digemari dari berbagai kalangan. Tentu saja dilihat dari harganya yang terjangkau. Di Karanganyar saya dan keluarga kecil biasanya menikmati mie Jawa dari warung mbah Marto dan mas Sartugi. Mas Sartugi adalah anak mbah Marto. Awalnya mas Sartugi hanya membantu mbah Marto. Namun kini mas Sartugi berjualan mie Jawa di warungnya sendiri. Kedua warung mie Jawa ibu dan anak ini terletak di sebelah barat Pasar Jungke, Karanganyar.
Sebenarnya di warung mbah Marto dan mas Sartugi ini mie Jawanya tidak terlalu istimewa. Bumbunya biasa seperti pada umumnya, sedangkan satu piring mie Jawa berisi kubis, bihun dan mie telur (kuning), telur dan suwiran daging ayam goreng.
Saya katakan mienya tidak istimewa karena berbeda dengan mie Jawa yang saya temui di Yogyakarta. Baik yang dijual keliling maupun di warung mie. Setahu saya dalam mie Jawa memakai daging ayam kampung (rebus) yang disuwir dan dimasukkan dalam masakan.
Tapi sudahlah, kadang suami saya ingin membeli mie di warung tersebut maka saya menurut saja. Padahal mie Jawa ini tidak cocok di lidah saya terutama karena rasanya banyak bumbu masaknya (MSG). Saya lebih baik membuat sendiri. Saya biasa menyediakan sop-sopan (satu paket sayuran berisi kubis, wortel, daum bawang/loncang dan daun seledri). Persediaan ini saya gunakan untuk membuat mie instan atau memasak sayur sop kesukaan anak-anak.
Kalau suami suka membeli mie Jawa buatan mas Sartugi, saya sebaliknya. Saya lebih suka memasak mie instan sendiri. Mie instan istimewa! Adapun mie ini bahan dan cara memasaknya adalah sebagai berikut:
Bahan-bahan:
1.      1 bungkus Mie instan rebus (saya suka memakai produksi Indofood, misalnya Sarimi, Indomie atau Supermi)
2.      1 butir telur ayam
3.      1 siung Bawang putih (digeprek)
4.      1 buah Cabe rawit merah (orang Karanganyar menyebutnya lombok sret)
5.      Daun kubis potong kecil
6.      Wortel iris kecil
7.      Daun seledri
8.      Daun bawang
9.      Bawang merah goring (brambang goreng)
Cara memasak:
1.      Siapkan sayuran, dicuci bersih dan tiriskan
2.      Panaskan air dalam panci, setelah mendidih masukkan satu keeping mie instan
3.      Mie instan ditiriskan
4.      Panaskan air (bersih, satu gelas/sesuai selera) dalam panci.
5.      Setelah ait mendidih, masukkan telur kocok.
6.      Setelah telur menggumpal, masukkan bawang putih geprek dan cabe rawit
7.      Masukkan mie yang sudah direbus dan sayuran
8.      Langkah terakhir adalah masukkan bumbu instan dari mie dan aduk lalu matikan api
9.      Tuang mie instan istimewa ini di atas cobek tanah liat lalu taburkan bawang goreng dan irisan daun seledri
10.  Mie instan istimewa ini siap disantap
Catatan:
a         Sayuran dipanaskan hanya layu saja agar tetap renyah atau kriuk
b        Bumbu instan ini juga tidak perlu lama dalam pemanasan. Boleh bumbunya dituang di cobek dahuku lalu mie yang sudah matang dimasukkan dalam colek kemudian diaduk.
c         Cobek tanah liat dapat menyerap panas, sehingga mie cepat hangat dan cepat disantap (tidak panas-panas)
Mie instan ini teramat istimewa apalagi sewaktu memasak hatinya sedang suka cita dan dilakukan dengan ikhlas. Selain praktis juga ada unsur pengiritan. Konon kabarnya bila sering mengkonsumsi mie instan tubuh kita menjadi tidak sehat. Monggo itu hak Anda (panjenengan) mau memilih. Menurut saya sekali dalam seminggu menyantap mie instan plus sayuran tidak masalah asal tidak menjadikan mie instan sebagai makanan pokok pengganti nasi.   
Biasanya kalau sedang berkumpul saat musim hujan, mie instan istimewa ini saya sajikan untuk keluarga dan mereka senang (Jelas senang, la wong tinggal menyantap saja kok mau protes. Hehehe)
Semoga tulisan ini bermanfaat, kalau bisa menjadi ladang bisnis ya Alhamdulillah.
Karanganyar, 27 Agustus 2015