Selasa, 05 April 2016

Happy Writing, Andrias Harefa (Bagian 3)


Artikel adalah …..
Jika dilihat dari cirri-cirinya, artikel adalah karya tulis, non fiksi, tak tentu panjangnya, bertujuan untuk mendidik, meyakinkan atau menghibur, dimuat di media cetak dan elektronik, dan bisa berupa berita atau bukan berita, obyektif berdasarkan data dan fakta, logis dan bisa diuji, tidak emosional, menggunakan tanda baca dan bahasa yang baku.
Secara praktis, di komunitas Writer Schoolen, artikel diberi makna sebagai tulisan yang lengkap dan utuh di luar berita dalam media massa yang mengkin disumbang oleh penuliis dari luar (bukan pekerja media tersebut). Artikel mencakup beberapa kategori, antara lain opini, tinjauan (review), tulisan ilmiah populer dan profil.
Produktivitas peneliti
Produktivitas peneliti Indonesia menulis artikel (ada 155.000 dosen) 0,85 artikel per sejuta penduduk. India 12, Malaysia 21,3.  (Tempo edisi akhir Mei 2009). Sejumlah data terpampang di sana dan perbandingan tersebut sangat memprihatinkan. Indonesia tertinggal dari India dan Malaysia, padahal konon India dan Malaysia pernah belajar dengan giat dari perguruan tinggi Indonesia pada tahun 1970-an.
Di masa yang akan datang, komunitas Writer Schoolen (yang berdiri sejak 1 Mei 2007) juga akan masuk ke kampus-kampus untuk menawarkan paket pelatihan menulis bagi para dosen dan peneliti. Mudah-mudahan orang-orang pintar itu bersedia membuka diri dan belajar meningkatkan produktivitas mereka dalam menghasilkan karya tulis.
BAGIAN 4
Tidak nonton teve
Bagaimana pendapat Anda? Maukah Anda mematikan pesawat teve sepanjang minggu ini dan melakukan kegiatan membaca dan menulis sebagai gantinya?
Jangan-jangan sebagian orang yang tidak pernah menulis terperangkap oleh tontonan televise. Dan jangan-jangan setiap orang yang bersedia mengganti waktu nonton teve menjadi waktu untuk menulis akan menjadi penulis-penulis produktif di negeri ini.
Bapak Paulus Bambang WS, salah satu contoh penulis yang hampir tak pernah menonton teve. Waktunya dihabiskan untuk membaca dan menulis. Menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Dan tulisan-tulisannya enak dibaca dan memiliki pesan yang mendalam.
Merdeka untuk menulis
Kemerdekaan penting untuk menunjukkan kepedulian. Dan kepedulian yang kuat digerakkan oleh cinta. Cinta membuat kita mau mengalah, memberi tempat kepada mereka yang membutuhkan.
Cinta itu pula yang seharusnya menggerakkan tangan kita menorehkan pena, memencet papan kibor, menyampaikan gagasan, menulis. Nyatakan kepedulian dan sebarkan semangat lewat tulisan. Jalin silaturahmi lewat tulisan. Dan, kemerdekaan dan cinta, bisa jadi alasan kuat untuk menulis.

(BERSAMBUNG)