Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Mei 2023

BUKU PSIKOLOGI KEBAHAGIAAN


Buku baru diterbitkan oleh Penerbit Indiva Media Kreasi. Karya Guru Besar Fakultas Psikologi, Taufik Kasturi dan mahasiswa Magister Psikologi UMS, Yeni Mulati. Buku ini benar-benar baru sebab cetakan pertama Maret 2023. 

Buku ini cocok buat mahasiswa yang sedang belajar dan untuk umum. Yuk, miliki buku ini.

00000

Minggu, 26 Februari 2023

Buku Antologi Hijrahku Kesuksesanku


Buku Antologi Hijrahku Kesuksesanku ini adalah buku yang ditulis oleh anggota Komunitas Cinta Literasi. Buku ini berisikan kisah inspiratif yang layak menjadi bacaan di rumah. Tulisan-tulisannya renyah dan mengandung hikmah.

Bacanya boleh sekali duduk langsung selesai. Namun, saya menyarankan untuk mencicil saja bacanya. Waktunya pada pagi hari. Mengapa? Sebab dengan mencicil membaca, kita akan tahu isinya per judul dan dapat menilai tulisan per judul. 

Kalau sudah begitu, artinya kita bisa meresensi buku Hijrahku Kesuksesanku. Jadi, setelah membaca, kita bisa menulis.

Milikilah buku ini. Kalau Anda belum punya, dapatkan buku ini dengan mengontak nomor WA 082328716737. Saya akan memberikan harga khusus dan bonus untuk setiap pembelian 1 eksemplar buku ini.

00000

Tips Baca Buku Sampai Selesai

 


Baca Buku


Membaca buku sampai tuntas bisa dilakukan dengan baik. Entah itu buku tebal atau tipis, kadang untuk memulai saja sudah mengalami kesulitan.


Sebaiknya, membaca buku dengan mencicil. Dijamin sukses. Bacalah buku pada pagi hari setelah salat dan berzikir. Cicil saja kalau tak bisa membaca tuntas dalam sekali duduk.


Karena pagi hari energinya masih banyak, jadi bisa memahami bacaan dengan berkualitas.


Sudahkah kamu membaca buku hari ini?

Saya sudah.


#catatanimapenulis

Minggu, 31 Juli 2022

Buku Antimalas Dan Suka Menunda


  
Gara-gara postingan seorang teman, saya jadi beli Buku Antimalas Dan Suka Menunda + Panduan Mengatasinya. Karya Choi Myung Gi ini berisi tulisan yang simpel, sederhana, dan bahasanya ringan tentang seputar kemalasan dan solusinya.

Kalau pekerjaan yang harus segera diselesaikan menumpuk, kadang membuat kita malas untuk mengerjakan. Namun, bila pekerjaan yang banyak sama sekali tidak kita kerjakan ya jelas tidak bisa selesai. Kalau demikian menjadi masalah untuk kita maupun orang lain.

Mencicil melakukan pekerjaan menjadi solusi. Tidak harus selesai dalam waktu singkat. Mulailah dari yang mudah, yang harus segera diselesaikan, dan dibuat skala prioritas. Jangan berkecil hati bila tidak bisa melakukan pekerjaan yang sedemikian menguras tenaga.

Jangan menunda waktu. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan segera. Bila telah selesai maka kita boleh merayakan keberhasilan ini. Kita tidak bisa melakukan semuanya dengan sempurna, tapi kita bisa menyelesaikan dengan baik.

0000

Selasa, 07 Januari 2020

Buku Antologi Mendekap Rindu Baitullah




Tunjangan profesional periode tahun 2011 milik saya dan suami telah cair. Saldo tabungan hanya cukup untuk mendaftarkan satu orang ke Depag sebagai calon jemaah haji. Saya ikhlaskan dana yang ada untuk suami mendaftarkan diri ke Depag. Namun, suami bilang, “Aku akan berangkat ke tanah suci bersamamu.”
“Uang kita tidak cukup. Ayah mendaftar dahulu, kalau ada rezeki lagi nanti aku menyusul.”
“Kita cari pinjaman dulu agar dapat mendaftar dan berangkat bersama-sama.”
“Nanti pemberangkatannya mundur lagi. Daftar tunggunya lebih lama lagi.”
“Mami, aku sudah berkomitmen akan menunaikan ibadah haji bersamamu, bagaimanapun caranya. Selama ini, di sini kita sudah melakukan semuanya bersama-sama. Mencari nafkah, membangun rumah, membesarkan anak-anak, berbakti pada orang tua, suka dan duka kita lewati bersama."
(cuplikan buku Mendekap Rindu Baitullah)

Sabtu, 04 Januari 2020

Buku Mendekap Rindu Baitullah


Buku ini berkisah tentang kerinduan seseorang bisa ke tanah suci untuk umrah atau berhaji merupakan kisah inspiratif. Ternyata setelah menuliskan cerpennya, penulis benar-benar dapat berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

Di dalam buku ini ada tulisanku dan penulis lainnya:
list nama untuk di cover buku 
1. Fuatuttaqwiyah el-Adiba
2. Hisyam
3. Noer Ima Kaltsum
4. Marlia
5. Amrina Syahidah
6. Risa Mardyana
7. BintuZen
8. Dian Kinanthi
9. Steffi Budi Fauziah
10. Aina al Mardliyah
11. Dyah Nyenk
12. Dede Sumiati
13. Yunita Soekandar
14 Hamni
15. Fitri Ye
16. Rachma Saleh
17. Anna R Nawaning S
18. Mutik Atun Nasikhah
19. Tien Izza Madinah
20. Umbara Al Mafaaza
21. Lusia Eksi
22. 'Alimah Tina

Buku Mendekap Rindu Baitullah bisa dipesan, dengan harga 65.000 + ongkir. Pengiriman dari Cirebon.
Penasaran dengan cerita mereka?

Kamis, 02 Januari 2020

Buku Menjadi Remaja Tangguh di Era Milenium



BUKU
Judul: Menjadi Remaja Tangguh di Era Milenium
Penulis: Nurul Chomaria
Cetakan Pertama: Januari 2019
Penerbit: Penerbit Metagraf
Tebal: viii + 168 halaman
ISBN: 978-623-7013-75-4

Buku Menjadi Remaja Tangguh di Era Milenium ini aku dapatkan dari seorang teman penulis yang bukunya sudah puluhan. Sebagai orang tua yang telah memiliki anak remaja, aku merasa perlu belajar banyak hal. Pengalaman pribadi dan orang lain merupakan pelajaran yang sangat berharga bagiku.

Membaca buku ini, rasanya seperti duduk bersama anak gadisku lalu ngobrol seperti biasanya. Remaja dengan segala permasalahannya dibahas dalam buku ini. Permasalahan anak remaja tidak melulu soal cinta dan patah hati, melainkan ada  masalah dengan orang tua ketika menginjak remaja kesulitan belajar, perubahan fisik, kesehatan, mentalnya, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, teman sejawat, masalah dengan dunia barunya, dan lain-lain.

Anak-anak remaja jangan dibiarkan berjalan sendirian, memecahkan masalah, dan melakukan apapun sendirian. Sebagai orang tua *wajib* mendampingi anak-anak remajanya agar mereka tetap merasa nyaman dan tidak sendirian. Lebih membahagiakan mereka bila permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.

Buku ini cocok sebagai bahan bacaan untuk remaja, orang tua, dan guru. Kalau kamu ingin memiliki buku ini, bisa langsung pesan pada penulisnya. Semoga bermanfaat.
*Aku sangat terharu, buku ini diberikan padaku secara gratis. Terima kasih mbak Nurul

Rabu, 25 Desember 2019

Buku Motivasi Langsing Muslimah Penulis Kayla Mubara




Buku ini aku dapatkan setelah memenangkan kuis. Alhamdulillah, selain mendapatkan hadiah buku, aku juga memiliki kesempatan mengikuti training sharing melangsing secara gratis.

Senang rasanya berada di kelas yang super "heboh". Beberapa peserta berhasil melangsing sesuai target.

Buku ini merupakan buku motivasi. Kalau teman-teman mau melangsing alias menjalankan diet, jangan hanya membaca buku ini, tapi praktikkan juga. Karena tanpa aksi, melangsing hanyalah sebuah mimpi.



Kebetulan aku tidak termasuk muslimah kegemukan. Jadi, mengikuti kelas bukan dalam rangka melangsing, melainkan menjaga pola makan dan menjalankan gaya hidup sehat.

Bagi teman-teman yang menginginkan buku ini, beli buku ada bonusnya loh. Penulisnya mbak Kayla Mubara, temanku di Temu Penulis Yogyakarta.


Rabu, 18 September 2019

Royalti, Buku Antologi, dan Kontributor




Ini cerita tentang aku yang penulis pemula. Aku bukan orang terkenal. Aku hanyalah orang biasa yang sedang belajar nulis. Ikut komunitas menulis diminta buat contoh tulisan, ya legawa saja ketika ternyata tulisanku balak belur dibantai oleh kurator. (Hiperbola: Ben ketok menderita banget sebagai anggota baru pada suatu komunitas ora iso nggaya blas dan ora iso kemayu. Nggak bisa pencitraan, karena memang tulisanku pancen layak dicoret sana sini).


Karya fenomenal  aku tak punya, tulisan yang mejeng di media baru satu dua, arep nggaya paling malah dibully.


Nah, kesempatan baik ditawari menjadi kontributor sebuah buku antologi. Tapi ya nggak begitu saja diterima tulisannya. Ikut seleksi. Taraaa, tulisan sa"uprit" bisa ikut mejeng dalam sebuah buku. Sujud syukur, shalatnya lebih khusuk, kembali merapal dan melangitkan doa yang lain.


Teretetetttt.
Setiap kontributor wajib promo buku, wajib beli buku meski hanya satu eksemplar, karena buku tersebut dicetak secara indie. Kamu pasti tahu, bukan? Bila buku diterbitkan secara indie berarti kelahiran buku tersebut dibiayai sendiri. Dalam hal ini mestinya para contributor mengumpulkan modal dengan cara patungan. Ternyata para penulis di sini tidak dipungut biaya karena sudah ada yang “memberi pinjaman” untuk mencetak buku antologi. Karena aku sudah ngerti pengertian dicetak penerbit mayor atau indie, ya sebagai penulis kudu semangat promosi.


Cetarrrr. Meski indie, ternyata penjualannya baik. Sebagai penulis, dapat potongan harga kalau beli bukunya. Dengan membeli beberapa buku lalu dijual kembali, penulis sudah mendapatkan untung. Atau bisa saja penulis gencar mencari pembeli dengan sistem Pre Order. Beberapa bulan kemudian ada berita, para kontributor diminta untuk mengumpulkan nomor rekening karena ada sejumlah royalti yang akan dibagikan. Aku sujud syukur lagi. Alhamdulillah, tidak sia-sia punya buku rekening. Akhirnya dapat menikmati transferan royalty. Keren, bukan? Jadi penulis itu memang yang diharapkan adalah honor, royalty, dan buku laku keras di lapangan.


Aku tidak melihat berapa jumlahnya. Pokoknya bahagia banget dapat royalti. Bayangkan saja, nulis hanya sedikit, lalu jadi buku, dapat royalti pula. Bandingkan bila nulisku banyak, ditawarkan ke penerbit mayor ternyata ditolak. Mau nerbitkan secara indie tapi nggak punya modal. Tetap saja sebagai kontributor aku bersyukur banget karena merasa sangat beruntung.


Jadi, kalau ada penulis yang ikut jadi kontributor buku, dapat royalti kok nggak bersyukur rasanya pingin nantang. La wong mungkin tulisanmu itu membuat Penanggung Jawab pusing kepala, dengan revisi lebih dari 50 persen. Lantas keuntungan hasil penjualan buku dibagi buat seluruh kontributor, kok kamu mengeluh. Bayangkan, seandainya kamu diminta untuk patungan, lalu bukunya tidak laris manis seperti kacang goreng. Jangankan untung, balik modal saja Alhamdulillah. Seandainya tidak balik modal, bisa nangis berjemaah!


Kukasih tahu ya, bersyukurlah. Rezekimu bakal lancar. Royaltimu adalah rezeki halal, jadi berkah banget hidupmu.


Kalau kamu pingin royalti gede, ya nulis buku dewe sing apik ben lolos Penerbit mayor. Tinggal ongkang-ongkang royalti lancar.


Kenapa aku selalu bersyukur dengan honor dan royalti yang kuterima? Karena itu halal, berkah dan melancarkan rezeki dari pintu-pintu yang lain.


#catatanimapenulis
#berbagiinspirasi


Buku antologi di atas dicetak secara Indie dengan penjualan yang lumayan baik. Sekarang sedang dibuka PO kedua.

Kamis, 05 September 2019

Orang Lumpuh Tetap Dapat Melaksanakan Ibadah Haji



Judul Buku              : Orang Lumpuh Naik Haji
Penulis                      : Mulyanto Utomo
Penerbit                     : PT Smart Media Prima
Cetakan                     : 2019
Tebal                          : xix + 184
ISBN                           : 978-602-51864-2-4
Buku ini berisi kisah seorang difabel dengan keterbatasan fisiknya tetap dapat melaksanakan ibadah haji. Bila seorang difabel saja bisa melaksanakan ibadah haji, maka bagi orang yang sehat jasmani dan rohani, fisiknya masih kuat dan normal, harus optimis.

Selasa, 06 Agustus 2019

Buku Hijrah Journey Najmu Books Publishing



Judul Buku      : Hijrah Journey
Penulis             : Lelly Fitriana, dkk
Penerbit           : Najmu Books Publishing
Cetakan Pertama         : Juli 2019
Tebal               : x + 183 halaman
ISBN               : 978-623-7339-00-7

Minggu, 26 Mei 2019

Buku Antologi Hijrah Journey Ibu-Ibu Doyan Nulis




Tanggal 29 Juli 2018 adalah waktu yang sangat tepat. Aku dipaksa hijrah, meninggalkan semua yang indah-indah tapi semu.

"Bapak tidak kroscek terlebih dahulu. Bapak hanya langsung menerima mentah-mentah laporannya. Semua itu fitnah. Semua rekayasa yang sudah 3 tahun dipersiapkannya! Silakan Bapak kunjungan ke sekolah. Apa yang terjadi di sekolah selama kepemimpinannya?" (By Noer Ima Kaltsum)

Hijr
ah itu berat
Hijrah itu perlu pengorbanan

Segera terbit buku Antologi Hijrah Journey, kumpulan kisah nyata Ibu Ibu Doyan Nulis.

#antologihijrahiidnxnajmu

Jumat, 23 September 2016

Membaca 15 Menit Selain Buku Pelajaran Sebelum KBM

Membaca 15 Menit Selain Buku Pelajaran Sebelum KBM
dok.pri
Kebiasaan membaca yang diawali dari rumah, bersama keluarga, Ayah, Ibu dan anak-anak merupakan kegiatan yang menyenangkan. Dengan membaca, pengetahuan kita akan bertambah, ilmu kita semakin berkembang. Kita menjadi manusia dinamis, bukan statis. Rasanya tidak ada alasan untuk tidak membaca.
Demikian juga ketika di sekolah, siswa dan guru sebagai keluarga di kelas, membiasakan diri untuk membaca. Membaca selain buku pelajaran selama lima belas menit. Tujuannya adalah untuk memotivasi agar siswa gemar membaca dan merasa tidak terbebani selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Guru sudah seharusnya memberi teladan, memberi contoh untuk gemar membaca. Dengan membaca (banyak membaca) wawasan dan ilmu pengetahuan akan semakin banyak. Guru lebih menguasai materi.
Siswa-siswa sekarang kritis. Bila bertanya kadang-kadang di luar materi pelajaran. Guru dituntut untuk bisa menjawab pertanyaan siswa. Jawabannya harus logis. Agar jawaban yang disampaikan tidak menimbulkan keragu-raguan, guru harus memiliki beberapa referensi. Paling tidak guru bisa memberikan jawaban yang tepat.
Kadang, siswa bertanya bukan karena tidak tahu. Akan tetapi pertanyaan siswa sifatnya hanya untuk mengetes gurunya. Apakah guru tersebut bisa menjawab/menguasai materi atau bukan.
Di kantor gerakan membaca mungkin sudah berjalan, yaitu membaca Koran. Akan tetapi ternyata hanya beberapa siswa saja yang suka memanfaatkan waktu untuk membaca Koran, buku atau apa saja di perpustakaan (bila waktu istirahat tiba).
Bila guru dan siswa memiliki kebiasaan membaca ketika di rumah, maka di sekolah pun guru dan siswa juga akan menggunakan waktu luangnya untuk membaca. Nah, kalau sudah membaca lalu menulis.
Menulis, bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan. Sama halnya dengan membaca, menulis juga perlu pembiasaan dimulai dari rumah. Agar tidak merasa jenuh, maka siswa diminta untuk menulis selain materi pelajaran. Membaca selama lima belas menit dan menulis selama lima belas menit, tentang materi di luar materi pelajaran, rasanya menyenangkan. Kalau membaca dan menulis dianggap aktivitas yang menyenangkan, maka bersiap-siaplah untuk menyediakan buku bacaan selain buku pelajaran.
Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 23 September 2016 

Rabu, 20 April 2016

Berbagi Buku Berbagi Ilmu


Kalau melihat pameran buku atau jalan-jalan ke toko buku melihat-lihat buku yang berkualitas dengan diskon menarik, pingin borong. Membeli buku ibaratnya investasi dunia akhirat, berguna dan tak sia-sia.
Buku-buku yang terlalu banyak di rumah, yang hanya sekali dua kali dibaca akan lebih bermanfaat lagi bila dipinjamkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Lebih baik lagi bila buku-buku tersebut sebagian diberikan kepada pihak yang membutuhkan, misalnya perpustakaan.
Keuntungan yang kita dapatkan adalah kita berbagi ilmu dan pengetahuan, bisa ikut mencerdaskan pembacanya, apabila buku tersebut diambil manfaatnya oleh orang banyak dan selama digunakan, kita mendapatkan pahala jariyah. Oleh sebab itu mari kita mulai dari skala kecil, pinjamkan buku yang kita miliki kepada orang lain. Berikan beberapa buku yang bisa mencerahkan kepada pengelola. Buku yang kita berikan bisa bermanfaat.
Ayo, lakukan sekarang jangan menunda-nunda.
Karanganyar, 20 April 2016

Selasa, 05 April 2016

Happy Writing, Andrias Harefa (Bagian 5, Selesai)


BAGIAN 5
Metode 12 pas
Metode 12 pas artinya menulis buku dalam waktu 12 pekan, alias 3 bulan, nyaris 100 hari. semua itu bukan praduga, bukan target, bukan impian dan bukan teori. Namun, sudah berdasarkan praktik dan pengalaman sejumlah penulis lain, serta kemudian dipraktikkan oleh orang-orang yang belajar metode ini.
Sedikitnya ada 5 syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menggunakan siasat ini, yaitu:
1.      Komitmen kuat untuk menulis buku,
2.      Disiplin untuk menulis 30 menit sehari atau 3 jam dalam seminggu,
3.      Bahan yang akan ditulis 80% sudah dikuasai,
4.      Tebal buku 100-200 halaman,
5.      Disarankan ada mentor yang memberi semangat, mengawasi, mengingatkan, mewanti-wanti, bahkan mengancam.
Metode aha.00
Metode aha.00 adalah motede menulis buku tanpa mengetahui metode menulis buku  tanpa pernah belajar sedikitpun tentang metode menulis buku dan tanpa bantuan mentor atau siapa pun untuk menyelesaikan sebuah buku. Metode aha. , aha. adalah singkatan nama Andrias Harefa.
Metode ini mengandalkan gerak hati yang membara. Modalnya adalah kejujuran dan hasrat yang sangat kuat untuk mengkomunikasikan gagasan agar terbaca oleh orang banyak. Ketekunan menjadi syarat perlu dan pengetahuan menjadi syarat cukup.
Metode aha.kom
Metode aha.kom merupakan metode kompilasi. Metode ini merupakan kumpulan tulisan, yaitu mengompilasikan artikel-artikel yang sebelumnya telah ada, lalu merajutnya menjadi satu kesatuan dengan perspektif yang baru.
Metode aha.cuti
Metode aha.cuti maksudnya untuk menuliskan sebuah buku diperlukan konsentrasi penuh. Dengan kata lain mencutikan diri dari berbagai kegiatan lain di luar penulisan buku itu. Pada metode aha.cuti ini, kegiatan sehari-hari sudah diagendakan, yakni membaca literature, memilah-milah gagasan dari buku yang sudah dibaca, lalu menulis dan menulis.
Metode aha.(di)waw
Metode aha.(di)waw adalah metode menulis buku berdasarkan wawancara. Penulis diwawancarai orang lain (bahan/pertanyaan sudah siapkan terlebih dahulu). Hasil wawancara diolah dan dikelompokkan menjadi beberapa bagian sesuai dengan benang merahnya.
Metode wawancara inilah metode termudah untuk menulis sebuah buku. Yang diperlukan hanyalah kerangka yang jelas, dan pasangan pewawancara yang relative mengenali watak dan kepribadian kita. Sebab bagaimanapun buku haruslah mencerminkan siapa penulisnya dan bukan siapa pewawancaranya.
Metode aha.(me)waw
Metode aha.(me)waw adalah metode menulis buku berdasarkan wawancara. Penulis mewawancarai orang lain (bahan/pertanyaan sudah disiapkan terlebih dahulu). Sesungguhnya metode ini sangat tepat untuk dilakukan oleh kawan-kawan yang bergiat di bidang jurnalistik.
Yang diperlukan hanyalah pembingkaian dan pengelompokan berdasarkan tema atau gagasan inti, atau berdasarkan tokoh yang diwawancarai. Tentu, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan perusahaan yang terkadang melarang wartawannya menerbitkan hasil wawancara atas nama pribadi (karena wawancara dilakukan dalam mewakili media terkait).
Metode aha.20
Metode aha.20 merupakan metode menulis 20 menit setiap hari, bahkan boleh kurang asal setiap hari. menulis setiap hari akan membuat memori itu tidak saja tersimpan di kepala, tetapi turun sampai ke jari-jemari yang menulis atau menekan huruf-huruf di papan ketik komputer.
Seorang alumni Writer Schoolen, Sugeng Widodo, membuktikan bahwa menulis satu gagasan selama 20 menit setiap hari bisa efektif.  Sugeng menuliskan semacam refleksi hidup sehari-hari dalam perspektif Islami. Berbagai peristiwa sederhana yang dialami dan diamatinya, ia maknai sesuai iman kepercayaannya. Tak ada teori atau referensi ilmiah yang njlimet. Ternyata kita bisa menulis selama 20 menit setiap hari, buktikan!
Metode aha.3h
Menulis dan menuntaskan buku dalam waktu 3 hari. tidak semua orang menerima tantangan ini. Tantangan ini ada yang mau menerima. Akan tetapi ada syaratnya. Mereka melalui proses seleksi untuk kesiapannya. Tim mentor sudah yakin benar bahwa mereka memiliki potensi untuk menyelesaikan bukunya dalam waktu sangat terbatas.
Pada hari pertama agendanya adalah mempelajari naskah dan menugaskan peserta untuk berpacu menghasilkan lebih banyak tulisan. Hari kedua, seluruh naskah inti harus sudah dituntaskan, jika perlu sampai dini hari sekalipun. Hari ketiga, dilakukan penyuntingan dan pemeriksaan kelengkapan naskah sebagai buku.
Lalu di akhir sesi, dilakukan presentasi buku kepada penerbit yang diundang. Dengan kerja keras dan kesungguhan hati, proses menulis dan menuntaskan buku dalam tiga hari benar-benar terjadi.
Penutup
Bila ada kemauan keras, ternyata kita bisa menulis. Menulis setiap hari selama 20 menit saja per artikel, bila dikumpulkan dalam waktu 3 bulan, maka hasilnya tak terasa sudah sekitar 100 halaman.
Setelah membaca beberapa buku motivasi menulis, jadi ingin menerbitkan buku. Membuat tulisan tak sesulit yang kita bayangkan. Menulis dulu hingga tulisan selesai kemudian mengeditnya. Dengan demikian tulisan kita benar-benar lebih baik.
Kalau kita masih juga bingung memulai menulis, mulailah menulis kesukaan kita. Yang suka jajan, tuliskan tentang kuliner. Yang suka jalan-jalan, tuliskan saja tentang travelling. Yang hobi olahraga, tulislah tentang olahraga yang ditekuni. Yang suka nulis cerita, nulis artikel dan lain-lain, ayo semangat menulis. Tinggalkan jejak, agar kita tak hilang dari sejarah.  
(SELESAI)

Happy Writing, Andrias Harefa (Bagian 4)


Camilan dan kesenangan
Apakah kaitan antara camilan dan kesenangan dengan menulis? Bagi sebagian orang mungkin tidak ada hubungannya sama sekali. Akan tetapi bagi penulis, itu bisa jadi factor penyemangat yang menyebabkan gairah menulis.
Camilan dan kesenangan (kenikmatan) dapat diperoleh sebagai hadiah setelah menuntaskan pekerjaan. Yang memberi hadiah adalah bukan orang lain, melainkan diri kita sendiri.
Bekal penulis
Tiga hal yang menjadi bekal untuk menulis, yaitu: pertama, banyak membaca. Kedua, banyak berjalan (banyak bepergian atau melakukan perjalanan). Ketiga, banyak silaturahmi. Setelah melakukan 3 bekal tersebut lalu menulislah.
Kapan membuat judul
Sebagian orang mengaku kesulitan untuk menulis karena tidak berhasil merumuskan judul apa yang ingin ditulisnya. Dalam situasi semacam ini, lupakan judul dan menulis saja. Dalam proses menulis, bisa saja muncul ide tentang judul yang tepat, atau judul diberikan setelah tulisan selesai. Jangan sampai ketidakadaan judul, lantas membuat kita tidak menulis.
Bila tulisan selesai namun tetap saja tidak mendapatkan judul, kita bisa menggunakan fasilitas call a friend untuk mendapatkan judul. Kalau tulisan berupa buku, kita bisa melakukan survey judul dengan memanfaatkan komunitas yang terkait dengan tema buku yang kita tulis.
Judul yang menarik
Bagaimana cara menentukan judul buku yang menarik? Berikut ini langkah-langkah membuat judul:
1.      Buatlah judul yang beda, unik, khas, yang lain dari yang lain,
2.      Pilihlah judul yang mengandung unsur baru,
3.      Kalau berani, buatlah judul yang kontroversial, yang menimbulkan perdebatan di kalangan tertentu,
4.      Judul yang nyeleneh, yang di luar pakem-pakem dan norma-norma baku,
5.      Judul misterius,
6.      Judul yang provokatif,
7.      Judul yang bersifat proklamatif atau deklaratif.
Kaver
Jangan menilai isi buku dari kavernya saja. Begitu nasihat orang-orang yang bisa menilai  kualitas buku. Nasihat itu sendiri lahir dari kenyataan bahwa kaver sebuah buku sangat besar pengaruhnya bagi peminat.
Menjadi jelas bahwa kaver buku mrupakan sesuatu yang sangat penting. Kaver buku bisa mengundang atau mengusir seseorang yang melihatnya. Ada sebuah buku yang melonjak penjualannya setelah kavernya diganti, padahal isinya tetap sama.
Jadi, gagasan yang dituangkan dalam buku sangat bagus, bila kita tawarkan ke penerbit jangan lupa memastikan bahwa kavernya juga mencerminkan hal itu.
Kelamin tulisan
Kelamin tulisan di sini bukan jenis kelamin lo. Maksudnya tulisan dikategorikan menjadi 2, yaitu fiksi dan non fiksi.  Fiksi menunjuk pada tulisan yang bertumpu pada imajinasi semata alias khayalan, sesuatu yang tidak sungguh-sungguh ada dalam dunia nyata. Contoh puisi, cerita pendek, dongeng, dan novel. Sementara non-fiksi menunjuk pada tulisan yang berdasarkan pada data dan fakta. Contoh opini, feature, esai, dan berita. 
Selain fiksi dan non-fiksi, ada satu kategori yaitu faksi. Faksi menunjuk kepada tulisan yang berbasis fakta dan data namun disajikan mirip cerita seperti cerpen dan novel. Contoh sejarah nabi dan sahabatnya, novel Laskar Pelangi, dan buku yang bertajuk Three Cups of Tea (sebuah kisah nyata, kisah Greg Mortenson).
Berkencan dengan gagasan
Persiapan menulis ibarat berkencan dengan gagasan. Terkadang perlu membuat scenario, mencoret-coret outline, menentukan working title, judul sementara agar penulisan bisa dimulai, mengumpulkan sejumlah referensi yang relevan untuk memperkuat argumentasi, menentukan deadline, serta menimbang media atau penerbit yang tepat untuk memublikasikannya. Apabila kesemuanya itu sudah tuntas, maka proses menulis bisa dimulai.
Apabila proses menulis sudah dimulai, maka harus konsentrasi penuh, tidak memikirkan hal lain. Dengan focus pada satu tulisan, itulah bentuk tanggung jawab dalam menulis.
Menulis itu pacaran
Menulis itu ibarat berpacaran. Berpacaran harus setia. Artinya, dalam menulis maka kita harus focus pada satu tulisan. Kalau kita menulis hal-hal lain, atau menuangkan gagasan baru, maka akan menjadi rumit. Bila tulisan yang akan kita selesaikan dalam bentuk buku, akibatnya buku tidak akan selesai-selesai.
Pada saat menulis, kita tidak perlu menyunting. Kita hanya perlu menyelesaikan tulisan. Proses menyunting dilakukan setelah tulisan berhasil diselesaikan. Dalam menyunting, titik koma dan ejaan yang salah harus kita benarkan, membuang kalimat yang tidak efektif dan menggantikan dengan kalimat yang lebih baik.
Menulis itu menyembuhkan
Ada korelasi antara kegiatan menulis dan kesehatan manusia. Dan hubungannya ternyata positif. Artinya, menulis bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Salah satu manfaat menulis adalah untuk menyembuhkan luka-luka batin dan emosi.
Menulis untuk menyembuhkan
Jika seseorang memiliki persoalan hidup yang pelik, menulis boleh jadi solusi yang perlu dicoba. Artinya, menulis dapat dijadikan kegiatan melakukan terapi diri, usaha menyembuhkan dari berbagai luka emosi atau sekedar mengatasi kecemasan yang berlebihan.
Ada tips yang bisa dipraktikkan, yaitu:
1.      Temukan waktu dan tempat yang memungkinkan kita tidak diganggu siapa pun,
2.      Menulislah tanpa berhenti sedikitnya selama 20 menit,
3.      Jangan pusing soal ejaan dan tata bahasa,
4.      Menulislah hanya untuk diri sendiri,
5.      Tulislah hal penting dan bersigat pribadi,

6.      Hadapi kejadian dan peristiwa yang bisa Anda atasi untuk saat ini.
(BERSAMBUNG)