Senin, 18 Juli 2016

Bahagianya Bila Mimpi Menjadi Kenyataan #18

dok.pri
Bahagianya Bila Mimpi Menjadi Kenyataan #18
Orang harus memiliki banyak mimpi dan mimpi itu harus besar. Mimpi yang besar memerlukan energi besar untuk mewujudkannya. Akan tetapi mimpi-mimpi tersebut harus sesuai dengan kemampuan kita dan masuk akal.
Kemarin saya memiliki mimpi sederhana dan saya sangat yakin bisa mewujudkannya. Akan tetapi mimpi sederhana dengan energi besar yang saya keluarkan, ternyata tak membuahkan hasil seperti yang saya harapkan.
Apakah mimpi saya yang akan saya wujudkan hari ini? Sederhana banget, yaitu sukses mengantarkan Thole di hari pertama masuk sekolah. Ternyata saya telah keliru memprediksi. Thole tidak bisa saya tinggal. Setelah saya keluar sedikit demi sedikit dari ruang kelas, Thole dipegang 3 ustazah. Thole berontak dan menangis keras. Akhirnya sang ustazah menyerah. Saya boleh mendampingi lagi.
Saya ceritakan, tadinya Thole sudah merasa nyaman saya berada di luar kelas. Tetapi ketika pintu dan  jendela ditutup, mulailah dia teriak. Tahapan saya mau meninggalkannya gagal total. Saya diberi dispensasi pihak sekolah (ponpes) untuk bersama Thole. Waktu makan siang, mencuci piring, dan lain-lain saya arahkan Thole untuk bersama teman-teman lainnya. Begitu waktunya shalat Zuhur, anak itu ngambek tak mau wudhu.
Mungkin, ustazahnya kasihan perjuangan saya yang tak berhasil, akhirnya Thole diizinkan boleh pulang duluan. Saya menyerah, memang sejak dulu kalau saya yang mengantar Thole sekolah, selalu saja anaknya rewel. Kalau yang mengantar Ayah, dia tertib dan manis banget. Maka besok pagi tugas mengantar Thole Ayah saja. Mimpi saya tak menjadi kenyataan, saya sedih sekali.
 Sore harinya saya mendapatkan sms dari nomor asing. Saya diminta untuk mengirimkan alamat karena berhasil mendapatkan hadiah dari penyelenggara GA yang saya ikuti. Saya tak begitu  saja percaya. Saya menelusuri alamat web penyelenggara lomba. Ternyata memang benar, saya mendapatkan bingkisan dan diminta untuk mengirimkan alamat kepada pengirim sms. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Berturut-turut saya akan mendapatkan kiriman bingkisan dari penyelenggara GA yang baik hati.
Bahagia banget mimpi-mimpi saya mulai menjadi kenyataan. Kalau saya tak menjadi penulis besar, setidaknya saya menjadi orang yang bisa berbagi manfaat. Kalau naskah-naskah saya tak lolos muat media, setidaknya bisa lolos seleksi lomba menulis. Lumayan kan, nulis tidak terlalu banyak, kirim naskah/kirim link artikel tinggal klik, tahu-tahu ada kabar bahagia.
Kita memang boleh idealis, tapi kita harus realistis. Cita-cita boleh setinggi langit, mimpi memang boleh yang besar-besar, namun ukurlah kemampuan kita. Sampai sekarang mimpi sederhana saya yang belum terwujud adalah sukses mengantar Thole tanpa adegan mengharu-biru.
Ini catatan saya di hari kedelapanbelas #JuliNgeblog.
Karanganyar, 18 Juli 2016