Selasa, 19 Juli 2016

Ide Menulis Dari Pengalaman Anak #19

Tetap kuat diterjang angin
dok.pri
Ide Menulis Dari Pengalaman Anak #19
Seorang teman heran melihat saya menulis, sedangkan teman-teman yang lain mengobrol. Apakah ketika saya menulis, tidak terganggu dengan obrolan mereka? Jawaban saya tidak. Mendengarkan teman yang mengobrol saya analogkan dengan menulis sambil mendengarkan musik.
Dalam bulan Juli ini, saya ingin mewujudkan sehari satu posting tulisan di blog. Saya berusaha sedemikian rupa agar konsisten menulis meskipun badan saya lelah. Saya harus pandai-pandai menyiasati waktu luang saya yang semakin sempit.
Lantas bila memiliki mimpi sehari satu posting, dari mana ide mendapatkan tulisan? Ide bisa saya dapatkan dari mana saja. Dari Koran yang saya baca, dari lingkungan sekitar saya, dari obrolan teman-teman, dari internet dan yang paling dekat adalah dari pengalaman anak.
Dua anak saya menyumbang besar dalam tulisan saya. Dari pengalaman merekalah ide bisa saya gali. Contoh, untuk kemarin sehari mengantar Faiz di hari pertama sekolah, ternyata bisa saya buat cerita. Hari ini saya tidak mengantar Faiz masuk sekolah, tetapi ganti Ayah yang mengantar. Dari sini juga bisa saya tuliskan pengalaman Faiz masuk sekolah.
Kemarin, ketika hari pertama masuk sekolah, Faiz rewel. Hari ini Faiz diantar Ayah, meskipun rewel hanya sebentar. Sepulang sekolah saya menanyakan pada ustaz yang mengajar tentang keadaan Faiz. Jawaban beliau, Faiz baik-baik saja.
Ketika sampai di rumah, Faiz dengan ceria menceritakan pengalaman di sekolah. Saya benar-benar terharu. Bahkan dia berjanji bahwa besok dia tidak akan rewel. Katanya besok diberi tugas membawa tanaman hias bebas. Boleh membawa pucuk merah atau tanaman bunga. Baiklah, berhubung di rumah ada beberapa pot tanaman anti nyamuk, maka besok membawa tanaman tersebut.
Bahagianya, anak saya mau mengikuti pelajaran dengan suka cita. Pelajarannya tidak berat, akhlak, pendidikan karakter, pendidikan agama yang langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya paling suka kalau dia bilang,”Mama, diceritakan lagi.” Maksudnya, Faiz ingin saya banyak bercerita, tetapi tetap melibatkan dia. Namanya sering saya sebut atau saya menyebut nama kakak dan saudara-saudara sepupunya.
Hari ini saya ingin banyak menulis, tapi sayangnya malam ini kepala saya sedikit pusing. Kelelahan, kurang tidur dan kurang nafsu makan penyebabnya. Semoga besok pagi bisa fit lagi dan saya siap menuliskan pengalaman Faiq Faiz selama di sekolah atau di rumah.
Alhamdulillah, masih bisa posting satu tulisan di #JuliNgeblog hari kesembilan belas.

Karanganyar, 19 Juli 2016