Rabu, 27 Juli 2016

Menanggapi Pesan SMS Yang Masuk di HP #27

Tempat Berbagi Cerita
dok.Faiqah Nur Fajri
Menanggapi Pesan SMS Yang Masuk di HP  #27
Saya terbiasa menanggapi pesan SMS dari suami, anak, saudara-saudara dan teman-teman secara cepat bila saya sudah membacanya. Apabila saya dianggap terlalu lambat menanggapi, itu bukan karena saya sengaja. Di sekolah, hape saya tinggal di dalam tas. Saya tak pernah membawa hape kalau mengajar, kecuali kalau memang sudah ada janjian mau dihubungi pada jam tertentu.
Kalau saya sudah memegang hape, biasanya saya membuka-buka, siapa tahu ada pesan sms masuk atau ada panggilan masuk yang sifatnya penting. Kalau ada pesan sms biasanya langsung saya balas, kalau pesan itu memerlukan balasan. Sering pesan sms tidak memerlukan balasan, misalnya pemberitahuan pengumuman pemenang undian. Yang ini, sering sekali saya mendapatkan. Rasanya tak memerlukan jawaban, bukan.
Kadang-kadang saya merenung, orang-orang yang mengirim pesan sms ini baik hati lo. Saya sering memenangkan undian dari bank tertentu, padahal saya tidak menjadi nasabahnya. Coba kalau itu benar-benar terjadi, saya menjadi orang kaya raya. Bahkan rumah saya terlalu sempit untuk menampung mobil-mobil keluaran terbaru tersebut.
Kembali ke pesan sms tadi. Kalau ada informasi dari sekolah lewat pesan sms, biasanya tak memerlukan tanggapan. Saya biasa mengucapkan terima kasih atas info yang sudah diberikan. Kalau pesan sms dari saudara kandung atau ipar, langsung saya tanggapi dengan cara saya telepon.
Lalu, bagaimana kalau pesan sms berasal dari teman? Ada beberapa kemungkinan isi dari sms tersebut. Saya lebih banyak tidak menanggapi dengan menjawab pesan sms dari teman-teman saya. Saya cenderung meneruskan pesan dengan cara sedikit saya ubah beritanya. Apakah saya bertugas menyampaikan berita? Oh, tidak sama sekali.
Jam berapapun, asal saya belum tidur atau masih bertahan “melek” saya akan meneruskan berita tersebut meskipun pukul 2 dini hari. Saya orang yang baik hatikah? Ah, tidak. Saya orang biasa-biasa saja.
Lalu, apakah isi pesan sms tersebut. Penasaran, pasti penasaran. Isi sms-nya adalah:
1.      Mami, tolong isikan pulsa nomor hapenya ayahku sebesar sekian (ini pesan dari teman akrab saya, kalau memanggil saya dengan sebutan mami)
2.      Tante, tolong isikan pulsa ke nomor 085…., sekian rupiah. Uangnya sudah saya titipkan mami (ini sms dari anak teman saya poin 1 tadi)
3.      Nyah, utang pulsa. Isikan ke nomor Telkom. Uangnya besok kalau ketemu. (juga teman)
4.      Bu, masih ada saldo tidak? Kalau masih, isikan 2 nomor hape, masing-masing 50 rb (pak kacamata)
5.      Bu Im, nambah lagi, besok totalan ya. Isikan ke nomor isteriku (pak mesin)
6.      Halo, kehabisan pulsa nih. Isikan 25 rb (pak CNC)
7.      Mama, isikan pulsa yang Telkom (ini gaya bahasa anak saya)
Masih ada beberapa gaya bahasa dan isi pesan sms dari teman-teman atau anak saya. Kalau saya masih memiliki pulsa, ya tidak saya balas sms tersebut. Saya isikan pulsa sesuai pesanan. Kalau saya tak memiliki pulsa, baru saya jawab.
Apakah saya tidak pernah terkecoh dengan mamah minta pulsa atau papah minta pulsa? Oh, tidak! Saya hapal gaya bahasa teman-teman dan saya mengisikan sebatas pada teman saya. Saya tidak jualan pulsa. Saya hanya membantu mengisikan saja, daripada malam-malam mereka keluar rumah ke konter.
Kalau disuruh mengisi nomor asing, tidak pernah saya isi. Selain itu yang kirim sms juga nomor asing, tidak bakal saya kirimi. Hanya orang-orang tertentu dan nomor yang akan diisi sudah saya simpan.
Nah, suatu hari, saat lebaran seorang teman mengirim pesan sebagai berikut:
“Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin. Bu Im, tolong isikan pulsa sekian ke nomor ini.”
Sambil ngirim pulsa, saya tersenyum. Ada-ada saja teman saya ini. Begitulah cara saya menanggapi pesan sms masuk di hape saya. Tentu Anda berbeda cara menanggapi pesan sms yang masuk di hape Anda. Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 27 Juli 2016