Rabu, 06 Juli 2016

Perjuangan Bertemu Saudara Untuk Berlebaran #6

Shalat Id, tahun 2016
dok.pri
Perjuangan Bertemu Saudara Untuk Berlebaran #6
Lima hari berada di rumah Bapak, menurut saya lama sekali. Saya tidak biasa meninggalkan rumah terlalu lama. Kalau rumah ditinggal terlalu lama, tentu saja ada sesuatu yang membuat saya ingin segera pulang. Pulang sehari lantas balik lagi ke Yogya.
Seperti kemarin, hari puasa terakhir, saya harus kembali ke Karanganyar. Untuk memastikan keadaan ayam saya baik-baik saja dan menyapu halaman rumah. Selain itu juga menyiram tanaman anti nyamuk.
Pagi hari saya dan keluarga kecil melaksanakan shalat Id di Masjid Assakinah, Manggeh, Lalung, Karanganyar. Setelah shalat, saya bersalaman dengan para tetangga. Wah, tetangga saya heran, kemarin kan saya mudik. Kok tiba-tiba pagi ini ikut shalat Id. Ya, saya bercerita kronologinya (hehe seperti olah TKP saja). Saya bersyukur, meskipun tetangga saya jauh (rumah saya rumah mewah alias mepet sawah, bahasa kerennya tinggal di tengah sawah) tapi mereka memperhatikan saya. Buktinya saya mudik atau tidak, mereka tahu saja.
Saya mempersiapkan diri untuk balik ke Yogyakarta. Ada sesuatu yang menarik yaitu saya harus membawa balon gas yang dibeli Thole. Padahal saya sudah meminta balonnya ditinggal saja. Kalau sudah sampai Yogya, nanti membeli lagi. Demi Thole sing bagus dewe, saya rela membawa balon gas dengan cara saya jepit, saya peluk sedemikian rupa supaya tidak mengganggu perjalanan.
Bawa Balon, Karanganyar-Yogyakarta
dok.pri
Alhamdulillah, sampai di rumah sukses. Saya menemui Bulik Lasmi dan keluarga. Kami mengobrol dengan asyik. Tiba-tiba Thole berteriak,”Ayah, balonku.”
Ternyata balon Thole nyangkut di kabel listrik. Setelah berusaha untuk mengambil namun tidak bisa, akhirnya talinya putus. Thole tidak menangis. Perjuangan saya dari Karanganyar-Yogyakarta berakhir dengan terbangnya balon. Padahal Thole baru memainkan balonnya sekitar 15 menit.
Beruntung, kakaknya baik hati mau membelikan balon lagi. Cerita tentang membawa balon ini dari Yogyakarta-Karanganyar dan Karanganyar-Yogyakarta sudah dua kali. Tak apalah, semoga tahun depan sudah tidak demikian. Lebaran, ada saja cerita serunya bersama si kecil.
Lebaran memang tidak selalu harus mudik. Tapi entah mengapa, suami selalu ingin menghabiskan waktu lebaran di Yogyakarta. Mungkin dia merasa kalau saya harus bertemu keluarga kala lebaran, sebab kedua orang tua suami sudah tiada.
Endhog Abang Yang Beli Mbak Faiq
dok.pri
Perjuangan dari Karanganyar-Yogyakarta, Yogyakarta-Karanganyar lalu Karanganyar-Yogyakarta sungguh menyenangkan. Naik sepeda motor, lewat desa dengan udara sejuk. Semoga kelak udara di desa tetap sejuk, amin.
Selamat berlebaran bersama keluarga.
Yogyakarta, 6 Juli 2016