Minggu, 31 Juli 2016

Satu Hari Satu Posting Artikel Selama Juli Ngeblog #31

Alhamdulillah #JuliNgeblog  Selesaai
dok.pri
Satu Hari Satu Posting Artikel Selama Juli Ngeblog #31
Sebenarnya kalau kita mau menulis, banyak sekali hal yang bisa kita tulis. Mulai dari kehidupan sehari-hari, pekerjaan, anak, hobi, hubungan sosial dengan tetangga, teman, perjalanan, makanan dan masih banyak lagi.
Untuk memulai menulis juga tidak sulit. Cara memulai menulis yaitu dengan segera menulis. Bisa di hape, laptop, buku, kertas tak terpakai dan lain-lain. Jangan menunda-nunda menulis. Jangan mengungkapkan banyak alasan. Karena alasan yang kita buat, juga tak akan menyelesaikan “rencana menulis” kita. Biasanya bila kita banyak beralasan itu berarti kita memang tak mau segera menulis.
Saya mencoba menulis setiap hari, baru taraf mencoba. Saya berusaha menulis setiap hari lalu saya posting di blog. Meskipun kepala sedang pusing, mata mengantuk berat, lelah dan capek, tidak ada alasan untuk tidak menulis. Mengapa demikian? Kalau kita beralasan seperti di atas, sebenarnya kita hanya menghindar dari “kewajiban”.
Bulan Juni yang lalu, saya berhasil sebulan penuh memosting tulisan. Oleh karena saya menulis dengan hati, sehingga apa yang saya tulis benar-benar diberikan kemudahan.
Untuk bulan Juli ini, saya mencoba untuk menerima tantangan menulis selama sebulan penuh dengan tema #JuliNgeblog. Sebuah tantangan yang sebenarnya mempertajam kualitas tulisan saya.
Keberhasilan menulis setiap hari saya, tidak lepas dari peranan suami yang memberikan kemudahan bagi saya untuk menulis. Suami memberikan berbagai fasilitas yang mendukung dunia menulis saya. Selain suami, anak-anak juga cukup tahu diri dengan pekerjaan maminya, yaitu menulis. Anak-anak cukup pengertian kalau maminya sedang repot menulis.
Pada bulan Juli ini, akhirnya saya akan menuliskan tentang menulis naskah sebanyak 80-150 halaman. Suatu hari saya ditanya oleh murid saya. Kebetulan dia sering memperhatikan kalau saya mengingatkan murid-murid untuk menulis setiap hari meskipun satu paragraph.
Pertanyaannya adalah : bagaimana cara menulis naskah sebanyak 80-150 halaman? Menulis naskah sebanyak 80-150 halaman, sebenarnya tidak sulit. Yang penting adalah komitmen untuk menyelesaikan naskah tersebut. Kalau waktu luang untuk menulis benar-benar banyak, bisa secepatnya. Apabila kita harus meluangkan waktu karena suatu kesibukan, 80-150 halaman ini bisa kita bagi-bagi dulu. Kalau kita bisa menulis dalam sehari sebanyak 5 halaman, berarti maksimal waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan naskah tersebut adalah 30 hari.
Satu hari lima halaman tadi kita bagi lagi menjadi beberapa waktu. Bisa dua atau tiga waktu, paling tidak dalam sekali menulis harus selesai 2 halaman. Ternyata ringan juga kalau kita memiliki komitmen untuk menulis setiap hari.
Apakah saya pernah melakukan teori tersebut? Jujur saya katakan kalau saya belum pernah menulis dalam sebulan sebanyak 150 halaman. Saya memiliki alasan yang cukup umum yaitu kerepotan ibu rumah tangga dan bekerja tak memungkinkan waktu luang banyak.
Bila suatu saat ada waktu luang banyak, apakah saya bisa menerima tantangan menulis 150 halaman selama 30 hari? Sepertinya saya harus menjawab tidak. Lo, mengapa? Kalau saya menulis beberapa halaman saat waktunya luang, suami saya sepertinya akan melakukan aksi. Itu sudah pasti.
Kecuali kalau saya ikut suatu pelatihan/kursus, di mana saya hanya fokus menulis, tidak melakukan pekerjaan apapun. Mungkin saya bisa sukses menulis 150 halaman dalam waktu tertentu.
Saya akan mencoba menerapkan teori yang pernah saya dapat, lalu saya bagikan kepada orang lain. Menulis 5 halaman setiap hari, ternyata mudah. Lalu saya bersemangat membuat tema/judul. Mencari materi penunjang, dan menyesuaikan keadaan.   Saya memulai menulis, lalu mengendapkan tulisan, mengedit dan selesai. Pasti saya akan merasa bahagia sekali.
Sekarang waktunya berandai-andai, tapi tetap memiliki semangat untuk mewujudkan “perandaian” saya tadi. Orang boleh bermimpi, siapa tahu mimpi saya menjadi kenyataan. Saya juga bercita-cita besar, siapa tahu cita-cita sayaa terwujud. Saya sadar diri, cita-cita memerlukan perjuangan untuk meraihnya. Maka cita-cita saya cukup yang bisa saya jangkau saja.
Bahagianya saya, bisa mengikuti tantangan sebulan ngeblog dalam #JuliNgeblog. Tantangan #JuliNgeblog ini akhirnya saya tutup dengan penuh syukur, Alhamdulillah. Sampai bertemu di tantangan lainnya.

Karanganyar, 31 Juli 2016