Senin, 05 September 2016

Gua Selarong dan Pangeran Diponegoro, Kabupaten Bantul, DIY

Patung Pangeran Diponegoro
dok.pri
Gua Selarong dan Pangeran Diponegoro, Kabupaten Bantul, DIY
Mendengar atau membaca Gua Selarong, maka bayangan kita langsung ke Pangeran Diponegoro. Selain itu, bagi orang Yogyakarta umumnya, Gua Selarong identik dengan jambu kluthuk (jambu biji) lokal. Jambu biji dengan ukuran kecil, daging buahnya berwarna putih atau merah.
Hari Minggu, 4 September kemarin saya berkesempatan menginjakkan bumi Selarong lagi.  Tiket masuk empat ribu rupiah per orang. Alhamdulillah, bersama Thole dan Ayah, kami sempat naik. Pagi-pagi menaiki anak tangga, lumayan untuk olahraga dan berkeringat.
NaikTangga Olahraga
dok.pri
Gua Selarong masih menjadi obyek wisata favorit bagi remaja dan keluarga. Saya melihat rombongan anak-anak SMP yang gowes dari kampung halamannya yang tak jauh dari lokasi. Selain itu beberapa keluarga muda juga antusias untuk mendatangi obyek wisata favorit Kabupaten Bantul ini.
Saya dulu pernah gowes bersama teman-teman kampung menuju lokasi wisata. Kebetulan kampung kami tak jauh dari Gua Selarong. Kami terbiasa gowes ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta. Misalnya ke Pantai Samas, ke Makam Raja-raja Imogiri, Kebun binatang Gembira Loka dan lain-lain.
Gua Kakung
dok.pri
Meskipun jambu kluthuk identik dengan Gua Selarong, tetapi kemarin hanya beberapa bungkus jambu kluthuk yang dijual. Mungkin jambu kluthuk sekarang langka. Saya salut dengan simbah-simbah yang mengisi hari tuanya dengan hiburan berjualan di sekitar Gua Selarong.
Simbah Yang Semangat
dok.pri
Berwisata, ternyata bisa tak terlalu menguras kantong. Sebagai orang Yogyakarta yang sekarang tinggal di Kabupaten Karanganyar, Jateng, ingin rasanya mengunjungi tempat wisata yang tak jauh dari rumah orang tua.
Semoga perjalanan mudik yang akan satang lebih bermanfaat, amin. Selamat menulis, membayar hutang 2 hari tidak ngeblog.
Karanganyar, 5 September 2016