Senin, 16 Januari 2017

Niat Umroh Tapi Takut Kehilangan Tunjangan Sertifikasi

Seorang kenalan, suaminya baru saja pulang dari ibadah umroh ke Tanah Suci. Beberapa hari yang akan datang kakak perempuannya, anak dan menantu kakaknya juga akan melaksanakan ibadah umroh. Sebagai seorang guru, kakak kenalan saya minta izin cuti ke dinas.
Kenalan saya bilang,”seharusnya tidak perlu laporan dan izin ke dinas. Kalau begitu tunjangan sertifikasinya kan bisa hilang.”
“Langkah kakak Anda benar, sudah sesuai prosedur. Saya yakin kakak Anda sudah berniat umroh mencari ridha Allah. Baginya dunia itu tak ada apa-apanya dibandingkan nikmatnya ke Tanah Suci.”kata saya.
“Sayang kan tunjangan sertifikasi hilang.”
“Hanya sebulan yang tidak diterima. Tidak seberapa itu. Dan beliau kan memang sudah niat umroh.”
“Misalnya tidak laporan ke dinas kan juga tidak ditanyakan dan dinas tidak tahu.”
“Kalau tiba-tiba ada sidak, terus gimana?”Tanya saya.
“Oh, iya ya.”
Lain lagi dengan kenalan saya yang lain. Beberapa waktu yang lalu kenalan saya melaksanakan ibadah umroh. Sebenarnya, umroh akan dilaksanakan saat libur semester ganjil setelah terima rapor.
Kenalan saya ini sebenarnya juga mau berangkat umroh secara diam-diam. Sebagai seorang guru, PNS dan menerima tunjangan professional (sertifikasi), dia tidak mau kehilangan tunjangan sertifikasinya. Dengan diam-diam, tidak minta izin sekolah maupun dinas, dia berharap semua berjalan mulus sesuai rencana.
Sayangnya, apa yang dicita-citakan tidak sesuai dengan kenyataan. Jadwal pemberangkatan umrohnya mundur. Diundur sampai tiga kali. Akhirnya menjelang masuk sekolah semester genap, dia dan isteri beserta rombongan baru bisa berangkat umroh. Ada sedikit kecewa, dia harus minta izin ke sekolah untuk melaksanakan ibadah umroh dan meninggalkan jam mengajarnya. Tapi dia tidak laporan atau minta izin ke dinas. Takut kalau nanti tunjangan profesinya hilang.
Bagi saya sangat aneh! Berniat menjalankan ibadah umroh tetapi kok ya masih memikirkan dunia. Memikirkan takut kehilangan tunjangan sertifikasi. Beruntung saya mengenal teman tadi tidak terlalu dekat. Kalau menjadi teman akrab saya, lalu dia bercerita tentang tertundanya pemberangkatan hingga kalau minta izin ke dinas bisa-bisa hilang tunjangan sertifikasinya, saya pasti keceplosan bilang kehilangan tunjangan sertifikasi sebulan itu kecil (small). Allah memberikaan kenikmatan bisa beribadah umroh, apa tidak bersyukur. Ibadah umroh itu panggilan. Kalau Allah belum menghendaki, biarpun harta benda kita melimpah tetap saja kita tidak sampai Tanah Suci.
Jadi, kalau sudah berniat menjalankan ibadah umroh, lupakan masalah duniawi. Jangan takut kehilangan tunjangan sertifikasi yang hanya sebulan. Insya Allah, semua akan diganti Allah dalam bentuk yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Semoga bermanfaat.