Senin, 25 Desember 2017

Mudik Termahal


Mudik kali ini, saya berangkat sendiri karena suami dan anak-anak sudah pulang ke Yogya duluan.

Alasan saya pulang akhir karena harus ngopeni pakaian dan ayamnya thole. Setelah selesai, saya berangkat. Tas ransel berada di punggung. Saya harus berjalan dari rumah menuju terminal Jungke. Oleh karena angkutan tidak lewat, maka sampai terminal cukup ngos-ngosan setelah berjalan kaki.

Akhirnya bus jurusan Solo datang. Alhamdulillah, saya mendapatkan tempat duduk. Bus penuh. Sampai di Solo, bus jurusan Yogya dari Surabaya tidak juga datang. Saya tidak mau kehilangan waktun hanya untuk menunggu kedatangan bus dari Surabaya. Saya memutuskan naik bus jurusan Solo-Yogya.

Biasanya, ongkos Solo-Yogya bila menggunakan bus Surabayanan adalah 12 ribu. Kali ini, ongkosnya 20 ribu. Mahal sekali, padahal fasilitasnya sama yaitu AC. Beruntung, saya naik bus sendiri. Coba kalau bertiga, biasanya 36 ribu jadi 60 ribu.

Kalau naik bus Surabayanan, begitu berangkat meninggalkan terminal, bus tidak menaikkan penumpang sampai di terminal Yogya. Kalau naik bus bumel, di sepanjang jalan, bus menaikkan dan menurunkan penumpang. Belum lagi di terminal kecil atau di pinggir jalan berhenti menunggu penumpang yang akan naik.

Sampai di Yogyakarta, alhamdulillah selamat dan tepat waktu. Saya lalu menelepon anak saya untuk menjemput di Jalan Bantul.

Si kecil bilang, "Mi, ayah sudah pulang. Aku tidak jadi mancing, pancingnya dibawa pulang ayah."

Saya menghibur, "kita mancing setelah di Karanganyar wae yo."

Yogyakarta, 25 Desember 2017