Rabu, 16 Mei 2018

KEHILANGAN DUA SAHABAT SEBELUM RAMADHAN




Ramadhan tahun lalu, mereka masih segar bugar, sehat wal afiat. Tidak pernah saya sangka sama sekali, reuni dua tahun yang silam adalah pertemuan terakhir. Dua sahabat tersebut adalah yang pertama istri teman saya SMA. Mbak Hesti adalah istri teman saya, Mas Edi. Mas Edi adalah teman sekelas dari kelas 1-3 SMA. Yang kedua adalah Mas Kukuh, teman SMA sejak kelas 1-3.

Mbak Hesti meninggal karena sakit tumor (rahim). Keadaan semakin menurun.  Setelah berbagai pengobatan ditempuh akhirnya kondisi badan semakin lama semakin menurun. Oleh karena saya tidak bisa mudik, saya pesan pada suami untuk menjenguk istri teman saya. Alhamdulillah, akhirnya suami bisa bertemu teman saya.

Semoga Allah mengampuni dosa mbak Hesti. Pada akhirnya, Mbak Hesti meninggal. Semoga husnul khotimah  (Rabu, 9 Mei 2018)


Mas Kukuh adalah sahabat baik saya. waktu SMA kami akrab. Memang kami, saya dengan teman-teman sangat dekat satu sama lain. Setelah kuliah, kami masih bisa berkomunikasi. Pada saat mudik, kadang kami bisa bertemu. Dulu belum ada HP. Fasilitas telepon rumah saja tidak setiap keluarga memiliki. Nyatanya kami bisa bertemu dan berkumpul.

Tiga tahun yang lalu saya mengikuti reuni dan bertemu dengan Mas Kukuh. Tahun berikutnya, kami bertemu saat berlebaran di rumah Mas Edi. Mas Edi adalah suami mbak Hesti. Mas Kukuh kelihatan sehat dan baik-baik saja.

Bulan November 2017, saya membaca status FB Mas Kukuh tentang kondisi kesehatannya dan terindikasi tumor otak. Setelah menjalani operasi, kondisi Mas Kukuh baik. akan tetapi daya ingatnya mulai berkurang.

Saya dan Mas Kukuh sering mengirim pesam lewat WA. Sampai pada suatu saat, istri Mas Kukuh menjawab pesan saya dan menuliskan bahwa Mas Kukuh tidak membawa HP. Mulai saat itu komunikasi melalui WA dijawab oleh istrinya.

Pada bulan April, kondisi Mas Kukuh tidak stabil. Akhirnya, Ahad 13 Mei 2018, Mas Kukuh meninggal dunia. Semoga Allah menerima amal perbuatannya dan mengampuni segala kesalahannya, serta semoga almarhum husnul khotimah.

Betapa sedih hati saya, belum seminggu kehilangan dua orang sahabat. Saya hanya bisa mendoakan mereka.

Maut pasti akan mendatangi kita. Maut tidak mengenal waktu, usia dan jenis kelamin. Maut tidak dapat ditunda dan tidak dapat dimajukan. Kita harus siap menghadapinya. Rasanya usia saya semakin berkurang. Semoga di sisa umur ini, saya bisa mengisinya dengan suatu amal jariyah. Salah satu amal jariyah yang bisa saya lakukan adalah dengan berbagi manfaat lewat tulisan. Tulisan saya sebarkan lewat blog.

Semoga bermanfaat.