Jumat, 04 Januari 2019

Horor di Malam Hari Saat Listrik Mati


Sejak pindah kantor, pekerjaan saya lebih fleksibel. Setiap suami dan anak sudah berangkat ke sekolah, saya bersiap-siap untuk bekerja. Sebelumnya pekerjaan rumah saya selesaikan terlebih dahulu. Setelah  pekerjaan rumah selesai, saya menyelesaikan tulisan-tulisan. Senang rasanya bila aktivitas menulis saya bisa berjalan dengan lancar. Listrik hidup dan internet lancar, membuat hati puas karena tidak ada kendala.

Namun, memasuki musim hujan, ada sedikit kendala. Listrik sering mati karena suatu hal. Kalau musim kemarau, listrik padam biasanya ada pemberitahuan pemadaman listrik beberapa hari sebelumnya. Nah, saat musim hujan, tidak ada pemberitahuan pemadaman listrik. Listrik mati secara tiba-tiba dan tidak tahu kapan listrik akan menyala. 

Bila listrik padam pada siang hari, aktivitas sehari-hari yang memerlukan listrik akan terganggu, tapi tetap terang. Bila listrik padam malam hari secara mendadak, inilah yang membuat suasana rumah menjadi horor. Lebih-lebih rumah saya berada di tengah sawah. Yang terdengar hanya gemericik air dan suara katak serta jangkrik.  

Lebih horor lagi kalau saya berangkat tidur lampu dalam keadaan  menyala, lalu malam hari terbangun dalam keadaan gelap gulita. Namun, saya pantang panik. Langkah pertama yang saya tempuh adalah menuju meja di dekat tempat tidur. Tanpa kesulitan saya menemukan lampu emergency. Tinggal klik saklar lalu hidup. Lampu emergency ini tidak seperti pada umumnya. Lampu emergency ini dinamakan La Helist, lampu hemat listrik.

Mengapa saya menggunakan La Helist, tidak menggunakan lampu emergency pada umumnya? Memangnya apa kelebihan La Helist? Anda mau tahu tentang Lampu emergency La Helist?

La Helist adalah lampu emergency hemat listrik. Lampu ini ditemukan oleh dua gadis kakak beradik dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Beberapa kelebihan La Helist lampu emergency hemat listrik ini adalah:
1. Lampu lebih terang dari listrik karena menggunakan lampu LED
2. Lebih aman dari listrik dari bahaya kebakaran
3. Praktis, tidak perlu dicharge, bila lampu redup tinggal ganti baterai
4. Hemat listrik, dengan hanya menggunakan satu buah baterai  ukuran AA 1,5 volt yang biasa dipakai pada jam dinding mampu menyala  lebih dari 12 jam
5. Tersedia dua pilihan: 3 watt dan 9 watt

Saya sangat beruntung memiliki La Helist karena tidak perlu khawatir soal keamanan. Bila menggunakan lilin, saya harus waspada dan sedemikian siaga, agar lilin tidak membakar sekitarnya. Bila lilin tinggal sedikit dan alasnya mudah terbakar, saya tertidur atau lupa meninggalkannya. Berbahaya, bukan?  

Setelah memiliki La Helist, tidak ada lagi horor di malam hari saat mati listrik. O, ya, bila Anda memerlukan La Helist, bisa menghubungi nomor 08122818050, Bapak Noer Chanief.