Kamis, 25 Juni 2015

Telur Asin Laku Berkat Sedekah

PENJUAL TELUR ASIN

Di rumah ibu Nur, terdapat bebarapa ekor ayam yang sengaja dipelihara untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain dimanfaatkan telurnya, juga diambil dagingnya. Dengan memberikan sisa-sisa makanan dan bekatul sebagai pakannya, ayam kampung yang diternakkan cepat beranak pinak.
Suatu hari, rombongan bebek milik tetangga RT ikut nimbrung makan di halaman rumahnya. Sebetulnya mengganggu, tetapi bagaimana lagi. Dibiarkan bebek-bebek itu ikut menyantap pakan untuk ternaknya.

Suatu malam terdengar suara bebek di belakang rumahnya. Ibu Nur tidak memedulikannya. Beberapa malam, satu bebek itu berada di kebun belakang rumah. Keesokan harinya, anak Ibu Nur memdapatkan tempat bertelurnya bebek beserta 11 butir telur bebek di kebun belakang rumah.

Ibu Nur berusaha mencari tahu siapa pemilik bebek tersebut. Akhirnya Ibu Nur mendapatkan titik terang, bahwa yang mempunyai bebek itu adalah Pak RW. Ibu Nur membawa telur bebek ke rumah Pak RW dan menyerahkan telur-telur bebek itu. Pak RW memberikan telur bebek itu kepada Ibu Nur, tetapi Ibu Nur menolak saat telur bebek itu diberikan padanya. Lalu Pak RW menerima telur-telur bebeknya.

Beberapa hari kemudian untuk mengisi waktu luangnya, Ibu Nur yang berprofesi sebagai guru membuat telur asin dan menjualnya. Bisa dibilang usahanya laku keras. Sukses. Alhamdulillah, bebek-bebek milik Pak RW memberi petunjuk, jalan sukses Ibu Nur sebagai pedagang telur asin.

Karanganyar, 25 Juni 2015

Catatan ini berdasarkan kisah nyata. meskipun sekarang Ibu Nur sudah tidak berjualan telur asin karena kesibukannya, tapi banyak orang masih sering menanyakan telur asinnya.
Baca juga perjalanan yang lain di :
http://www.kompasiana.com/noerimakaltsum/terhindar-dari-ular-berbisa-karena-sedekah_558b67738f7e6177048b45fb