Senin, 05 Oktober 2015

Tertinggal Hampir 48 Jam, Laptop Tak Hilang

Hari Sabtu, 3 Oktober 2015 pulang mengajar saya istirahat beberapa menit. Saya mendengar suara kendaraan Alfa suami yang cukup khas. Kata anak saya suara motor ayah tronthong-tronthong. Saya membuka pintu dapur.
Suami langsung bilang,”Mi, entahlah laptopku nasibnya gimana?”
“Memang laptopnya di mana?”
“Tadi di sekolah aku tinggal. Aku buru-buru rapat MGMP di SMP lain, laptop tak sempat aku bawa. Ketika selesai MGMP, aku kembali ke sekolah, tapi di ruang guru laptopku gak ada. Guru-guru menghadiri resepsi pernikahan di gedung.”
Saya berharap ada guru yang merawat laptop suami. Hingga malam hari saya berharap ada pesan lewat sms atau berita lewat telepon dari teman suami. Sampai tengah malam tak ada berita sama sekali. Hari Minggu, juga tak ada berita tentang laptop. Suami pasrah saja, semoga masih bisa ditemukan atau diikhlaskan saja.
Hari ini, hari Senin, 5 Oktober 2015. Saya ingin segera mendapatkan berita tentang laptop dari suami. Siang hari suami mengirim pesan lewat sms.
= Mi, bisa ikut layat ke Karangpandan, Bapak Mertua Pak Sriyanto?”
+ Ya. Insya Allah. Gimana laptopnya, yang ngopeni (merawat) sapa?”
= Alhamdulillah, laptop diopeni Gusti Allah.
Nyes! Jawaban suami cukup melegakan saya. Saya dan suami benar-benar bersyukur. Ini peristiwa yang kedua kali. Pertama, Pebruari yang lalu  saya kehilangan laptop. Ternyata laptop saya diamankan di kantor polisi selama 4 bulan, dan laptop sudah kembali. Yang kedua laptop suami.
Suami bertanya kepada teman-temannya, mereka tidak tahu dan tidak melihat laptop suami. Salah satu dari mereka menyarankan kepada suami untuk mencari di aula. Suami baru ingat, hari Sabtu itu dia mengajar di aula dan membuka laptop. Setelah mematikan laptop, suami lupa untuk membawa laptop. Suami keluar dari aula, padahal anak-anak masih ada.
Tulisan ini sebagai sarana untuk introspeksi. Harta benda, berapapun mahalnya, bagaimana cara mendapatkannya, kalau belum rezeki kita maka Allah akan mencarikan jalan untuk lenyap. Akan tetapi kalau masih rezeki kita, maka Allah akan mencarikan jalan kepada kita untuk menemukannya. Alhamdulillah.
Karanganyar, 5 Oktober 2015